Malam Ibadah serta Muhasabah (Misbah) SMA Muhammadiyah 1 Medan: 52 Siswa Kelas 12 Belajar hingga Praktik Fardu Kifayah
INFOMU.CO, MEDAN – Sebanyak 52 siswa kelas 12 SMA Muhammadiyah 1 Medan mengikuti Misbah (Malam Ibadah serta Muhasabah) selama dua hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penguatan kompetensi keagamaan siswa sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA. Kegiatan Malam Ibadah serta Muhasabah ini, berlangsung di SMA Muhammadiyah 01 Medan, yang berada di Jl. Utama No.170, Kec. Medan Area, Kota Medan. Jum’at-Sabtu, 02-03 Oktober 2026.
Berbagai materi diberikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya kemuhammadiyahan, taharah, tayamum, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta fardu kifayah. Kegiatan juga diisi dengan jalan santai dan qiyamul lail.
Para siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik ibadah secara langsung. Salah satu agenda utama adalah pelatihan fardu kifayah, mulai dari cara mentalqin, memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Medan, Ivansyah Aly, S.Pd., Gr, mengatakan Misbah dirancang untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kompetensi keagamaan para siswa.
“Misbah menjadi pembinaan karakter siswa, termasuk memastikan ibadah dan taharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. Puncaknya adalah pelatihan fardu kifayah yang dilakukan secara langsung,” ujar Ivansyah.
Pelatihan tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan, Maulana Siregar, MA, sebagai pemateri utama.
Menurut Ivansyah, pembelajaran fardu kifayah merupakan pembelajaran kontekstual yang sejalan dengan penguatan pendidikan karakter dan visi SMA Muhammadiyah 1 Medan.
“Kami ingin lulusan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama. Karena itu, mereka mendapatkan teori sekaligus praktik langsung,” katanya.
Ia menambahkan, Misbah secara khusus menjadi pembekalan bagi siswa kelas 12 sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Medan yang menjadi pemateri Fardu Kifayah, Maulana Siregar, MA, mengatakan pelatihan fardu kifayah penting diberikan kepada siswa sebagai bekal keagamaan sekaligus upaya regenerasi penyelenggara jenazah di masyarakat.
“Siswa perlu menguasai penyelenggaraan jenazah karena ini merupakan bekal penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” kata Maulana.
Ia menilai kemampuan siswa dalam mentalqin, memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburkan jenazah merupakan bagian dari keberhasilan pendidikan agama.
Menurutnya, regenerasi juga penting karena banyak penyelenggara jenazah di masyarakat saat ini sudah berusia lanjut.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar sekolah,” ujarnya.
Maulana juga mengapresiasi kegiatan Misbah yang dinilainya mampu memperkuat pembinaan ibadah, akhlak dan pemahaman keagamaan siswa.
“Pendidikan tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga perlu membangun kecerdasan emosional dan religius,” katanya.
Melalui Malam Ibadah serta Muhasabah (Misbah) ini, SMA Muhammadiyah 1 Medan berupaya membekali siswa dengan kemampuan akademik, karakter dan kompetensi keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. (AH/bess)






