• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

    Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

    Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

    Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

    Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

    Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

    Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

      Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

      Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

      Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

      Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

      Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

      Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

          Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

          Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

          Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

          Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

          Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

          Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

            Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

            Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

            Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

            Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

            Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

            Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

              admin by admin
              02/10/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

              Oleh: Syahbana Daulay

              WartaTerkait

              Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

              Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

              Ibadah merupakan salah satu fondasi utama kehidupan pribadi seorang Muslim. Dalam perspektif Muhammadiyah, kehidupan Islami tidak dibangun hanya oleh keyakinan, tetapi juga oleh ibadah, akhlak, dan muamalah yang terintegrasi. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) menempatkan kehidupan pribadi sebagai salah satu ruang penting untuk mewujudkan nilai-nilai Islam dalam perilaku nyata. PHIWM sendiri merupakan pedoman nilai dan norma yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah serta diarahkan untuk membentuk perilaku warga Muhammadiyah yang mencerminkan uswah hasanah (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2000).

              Dalam kerangka tersebut, ibadah tidak seharusnya dipahami sebatas aktivitas ritual yang dilakukan untuk menggugurkan kewajiban. Ibadah adalah proses pembentukan manusia. Ia menyentuh hati, membangun kesadaran ketuhanan, mengendalikan hawa nafsu, dan pada akhirnya membentuk kepribadian yang bertakwa. Karena itu, kualitas ibadah seharusnya tercermin dalam kualitas kepribadian. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semestinya semakin bersih hatinya, semakin baik akhlaknya, dan semakin besar manfaat yang diberikan kepada sesama.

              Ibadah dan Penyucian Jiwa

              Al-Qur’an menjadikan penyucian jiwa sebagai salah satu kunci keberuntungan manusia. Allah SwT berfirman:

              وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ۝ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ۝ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

              “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, lalu Dia mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. asy-Syams [91]: 7–10).

              Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki potensi menuju fujur maupun taqwa. Karena itu, kehidupan seorang Muslim pada hakikatnya merupakan proses terus-menerus untuk membersihkan jiwa dari kesombongan, iri hati, riya, keserakahan, kebencian, dan berbagai dorongan nafsu yang menjauhkan manusia dari Allah. Dalam perspektif tafsir, tazkiyah mengandung makna penyucian sekaligus pengembangan jiwa menuju kebaikan; bukan hanya membersihkan penyakit batin, tetapi juga menumbuhkan ketakwaan (Ibn ‘Ashur, 1984).

              Di sinilah ibadah memiliki fungsi spiritual yang sangat mendalam. Shalat, puasa, zakat, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, dan ibadah lainnya seharusnya menjadi sarana tazkiyatun nafs. Allah berfirman:

              قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ ۝ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

              “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, mengingat nama Tuhannya, lalu dia melaksanakan salat.” (QS. al-A‘la [87]: 14–15).

              Shalat bahkan secara eksplisit dikaitkan dengan kemampuan moral untuk menjauhi keburukan:

              إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

              “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. al-‘Ankabut [29]: 45).

              Dengan demikian, ibadah yang benar tidak berhenti pada gerakan fisik dan bacaan verbal. Ia harus bergerak dari tubuh menuju hati, dari hati menuju kesadaran, dan dari kesadaran menuju perilaku. Apabila seseorang rajin beribadah tetapi masih mudah berdusta, menyakiti, merendahkan, menzalimi, atau mengkhianati amanah, maka ia perlu melakukan muhasabah terhadap kualitas penghayatan ibadahnya. Persoalannya bukan semata-mata pada banyak atau sedikitnya ritual, tetapi pada sejauh mana ritual tersebut membentuk jiwa.

              Ibadah Mahdhah: Taat Berdasarkan Tuntunan

              Warga Muhammadiyah dituntut melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik-baiknya berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Maqbulah. Dalam persoalan ibadah ritual, prinsip ittiba‘ kepada Rasulullah SAW menjadi sangat penting. Rasulullah bersabda:

              صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

              “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.” (HR. al-Bukhari).

              Hadis tersebut memperlihatkan bahwa ibadah ritual tidak dibangun berdasarkan selera atau kreativitas manusia, tetapi mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Karena itu, semangat beribadah harus disertai semangat belajar. Ketekunan tanpa ilmu dapat menyebabkan seseorang tidak memahami tuntunan secara tepat, sedangkan ilmu tanpa amal tidak menghasilkan transformasi spiritual. Dalam kehidupan Muhammadiyah, integrasi antara dalil, ilmu, dan pengamalan menjadi penting agar keberagamaan tidak berhenti pada pengetahuan teoritis.

              Selain benar secara tuntunan, ibadah juga harus benar secara niat. Rasulullah SAW bersabda:

              إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

              “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niat.” (HR. al-Bukhari Muslim).

              Dua prinsip tersebut- ittiba‘ dan keikhlasan- menjadi fondasi penting ibadah. Ittiba‘ menjaga agar ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah, sedangkan keikhlasan menjaga agar ibadah benar-benar ditujukan kepada Allah. Dengan demikian, seorang Muslim tidak hanya bertanya, “Apakah saya sudah beribadah?”, tetapi juga, “Apakah ibadah saya benar menurut tuntunan dan ikhlas karena Allah?”

              Menghidupsuburkan Amalan Nawafil

              Selain menjaga ibadah wajib, warga Muhammadiyah perlu menghidupsuburkan amalan nawafil sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ibadah sunnah merupakan ruang untuk memperluas kedekatan spiritual seorang hamba kepada Allah. Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

              “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya...” (HR. al-Bukhari).

              Hadis tersebut memperlihatkan bahwa nawafil bukan sekadar tambahan kuantitas ibadah. Ia merupakan sarana pembinaan hubungan yang lebih intim antara manusia dengan Allah. Shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, sedekah, dan amal kebajikan lainnya dapat menjadi latihan spiritual untuk menjaga hati tetap hidup di tengah kesibukan dunia.

              Namun, penguatan ibadah sunnah harus tetap diletakkan setelah pemenuhan kewajiban. Ibadah wajib merupakan fondasi, sedangkan nawafil memperindah dan memperkuat bangunan spiritual. Prinsip ini penting agar seseorang tidak terjebak pada keberagamaan yang tampak banyak secara ritual tetapi mengabaikan kewajiban yang lebih mendasar.

              Pada saat yang sama, amalan sunnah hendaknya dibangun secara istiqamah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit (HR. al-Bukhari Muslim). Dengan demikian, kualitas keberagamaan bukan semata-mata ditentukan oleh ledakan semangat sesaat, tetapi oleh kemampuan mempertahankan hubungan yang terus-menerus dengan Allah.

              Dari Kesalehan Ritual Menuju Kesalehan Sosial

              Ibadah yang hidup akan melahirkan kesalehan yang memancar ke luar diri. Al-Qur’an tidak menggambarkan orang saleh hanya sebagai manusia yang rajin beribadah secara personal. Allah berfirman:

              وَيُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

              “Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan bersegera dalam berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 114).

              Demikian pula QS. al-‘Ashr [103]: 1–3 menempatkan iman dan amal saleh bersama sikap saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Ini menunjukkan bahwa kesalehan Islam memiliki dimensi individual dan sosial. Iman yang hidup melahirkan amal; amal yang hidup melahirkan kemanfaatan.

              Karena itu, ukuran keberhasilan ibadah tidak cukup hanya dilihat dari seberapa sering seseorang berada di masjid atau seberapa banyak amalan sunnah yang dilakukan. Ibadah harus terlihat dalam cara seseorang memperlakukan keluarga, bekerja, bermasyarakat, memegang amanah, menggunakan harta, berbicara, dan menghadapi perbedaan. Ibadah yang benar semestinya membuat seseorang semakin jujur ketika tidak ada yang mengawasi, semakin rendah hati ketika memperoleh keberhasilan, semakin sabar ketika menghadapi kesulitan, dan semakin peduli terhadap mereka yang membutuhkan.

              Dalam konteks Muhammadiyah, orientasi tersebut sejalan dengan tujuan PHIWM untuk membentuk perilaku individu dan kolektif yang menunjukkan uswah hasanah. PHIWM menempatkan kehidupan Islami sebagai sesuatu yang mencakup kehidupan pribadi sekaligus kehidupan sosial, organisasi, profesi, kebangsaan, ilmu pengetahuan, lingkungan, serta kebudayaan (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2000).

              Ibadah yang Melahirkan Kedamaian dan Kemanfaatan

              Salah satu tanda penting keberhasilan ibadah adalah lahirnya pribadi yang memberikan rasa aman dan manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

              الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

              “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. al-Bukhari Muslim).

              Hadis tersebut memberikan ukuran etis yang sangat konkret. Keberagamaan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dengan dampak keberadaan seseorang terhadap manusia lainnya. Semakin kuat hubungan seseorang dengan Allah, semestinya semakin terjaga lisannya, semakin terkendali emosinya, semakin aman orang lain dari kezalimannya, dan semakin besar manfaat yang dapat diberikannya.

              Karena itu, warga Muhammadiyah idealnya menjadikan ibadah sebagai sumber energi moral dan spiritual. Shalat membentuk kedisiplinan dan ketundukan; puasa melatih pengendalian diri; zakat dan sedekah menumbuhkan kepedulian; Al-Qur’an menerangi pikiran dan hati; dzikir menjaga kesadaran akan Allah; sedangkan keseluruhan ibadah mengarahkan manusia menjadi pribadi yang bertakwa.

              Di sinilah makna spiritual ibadah menemukan puncaknya: ibadah tidak berhenti ketika seseorang mengucapkan salam setelah shalat, tetapi terus bekerja dalam kehidupan setelah ia meninggalkan sajadah. Nilai shalat harus hadir ketika ia bekerja; nilai puasa harus hadir ketika ia menghadapi godaan; nilai dzikir harus hadir ketika ia mengambil keputusan; dan nilai Al-Qur’an harus hadir ketika ia memperlakukan manusia.

              Penutup

              Kehidupan Islami warga Muhammadiyah dalam ibadah pada hakikatnya adalah proses membangun manusia yang utuh: bersih jiwanya, kokoh imannya, luas ilmunya, benar ibadahnya, tulus amalnya, dan mulia akhlaknya. Ibadah mahdhah dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sementara amalan nawafil dihidupkan untuk memperkuat kedekatan dengan Allah. Keduanya harus melahirkan proses tazkiyatun nafs yang membentuk pribadi muttaqin.

              1. asy-Syams [91]: 7–10 mengingatkan bahwa keberuntungan manusia berkaitan dengan keberhasilannya menyucikan jiwa. QS. Ali ‘Imran [3]: 114 menggambarkan kesalehan melalui iman, amar makruf, nahi mungkar, dan kesegeraan melakukan kebajikan. QS. al-‘Ashr [103]: 1–3 kemudian menegaskan keterpaduan iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

              Dengan demikian, ibadah bagi warga Muhammadiyah bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan jalan pembentukan kepribadian. Ibadah yang benar akan membuat hati semakin bersih, iman semakin kokoh, ilmu semakin bermakna, akhlak semakin indah, dan kehadiran seseorang semakin bermanfaat.

              Pada akhirnya, pertanyaan penting setelah seseorang beribadah bukan hanya “berapa banyak ibadah yang telah aku lakukan?”, tetapi juga: “sejauh mana ibadah itu telah mengubah diriku?” Jika ibadah membuat hati semakin dekat kepada Allah, jiwa semakin bersih, akhlak semakin mulia, dan kehidupan sesama semakin tenteram, maka di situlah ibadah telah menemukan ruhnya.

              Ibadah yang hidup adalah ibadah yang menghidupkan jiwa; dan jiwa yang hidup adalah jiwa yang menghadirkan kedamaian, kebaikan, dan kemanfaatan bagi kehidupan. Wallahu a’lam

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

              Next Post

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

              02/10/2026
              BeritaMu

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              02/10/2026
              BeritaMu

              Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

              02/10/2026
              Next Post

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

                02/10/2026

                Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

                02/10/2026

                Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

                02/10/2026

                Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

                02/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,664)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,268)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

                02/10/2026

                Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

                02/10/2026

                Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

                02/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In