• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

    Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

    Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

    Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

    Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

    Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

    Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

      Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

      Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

      Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

      Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

      Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

      Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

          Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

          Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

          Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

          Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

          Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

          Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

            Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

            Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

            Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

            Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

            Mencabut Monopoli Elektoral di Semua Tingkat Legislatif

            Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Pancasila: Antara Sakti dan Sakit

              admin by admin
              02/10/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Pancasila: Antara Sakti dan Sakit

              Oleh : Jufri

              WartaTerkait

              Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

              Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

              Hari ini, 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

              Ada satu hal sederhana yang menarik perhatian saya. Kata sakti dan sakit ternyata tersusun dari huruf yang sama: S-A-K-T-I. Bedanya hanya satu, huruf T dan I bertukar posisi.

              Sederhana memang. Tetapi dari permainan huruf itu kita bisa mengambil pelajaran yang tidak sederhana.

              Salah menempatkan huruf bisa mengubah makna. Dalam kehidupan berbangsa pun demikian. Salah menempatkan nilai, kekuasaan, hukum dan kepentingan bisa mengubah keadaan.

              Sebenarnya, Pancasila dilafalkan itu sudah menjadi seremoni rutin. Pancasila diteriakkan, itu hal biasa. Pancasila diseminarkan, juga sesuatu yang lumrah.

              Bahkan Pancasila dalam perjalanan sejarah pernah menjadi alasan bagi lahirnya berbagai tindakan keras dan memakan korban. Salah satu persoalannya adalah ketika tafsir terhadap Pancasila berbeda, lalu tafsir tertentu dipaksakan menjadi satu-satunya kebenaran.

              Tetapi Pancasila dalam bentuk keteladanan, mungkin masih menjadi sesuatu yang langka.

              Sebab tidak ada jaminan bahwa orang yang paling sering berbicara tentang Pancasila adalah orang yang paling memahami Pancasila. Dan lebih jauh lagi, tidak ada jaminan bahwa orang yang memahami Pancasila otomatis mengamalkannya.

              Di sinilah kata sakti dan sakit menjadi menarik untuk direnungkan.

              Bagaimana kita memperlakukan Pancasila dan hukum mungkin saja mencerminkan dua keadaan tadi: sakti atau sakit.

              Jika Pancasila benar-benar kita jadikan pedoman, hukum kita hormati, keadilan kita tegakkan, kemanusiaan kita jaga, perbedaan kita hargai dan kepentingan bersama kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, maka Pancasila tidak sekadar sakti dalam sejarah, tetapi terasa hidup dalam kehidupan bangsa.

              Sebaliknya, kalau Pancasila hanya menjadi slogan, sementara hukum diperlakukan berbeda, keadilan mudah dinegosiasikan, kepentingan kelompok mengalahkan kepentingan bangsa, dan kekuasaan ditempatkan di atas hukum, jangan-jangan bukan Pancasilanya yang kehilangan kesaktian.

              Kitalah yang sedang membuat nilai-nilainya terasa sakit.

              Karena itu, memperingati Hari Kesaktian Pancasila seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana nilai-nilai Pancasila hadir dalam cara kita berpikir, berbicara dan bertindak?

              Sila pertama mengajarkan kita tentang Ketuhanan.

              Sila kedua mengingatkan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab.

              Sila ketiga mengajarkan persatuan.

              Sila keempat mengajarkan musyawarah dan kebijaksanaan.

              Sila kelima mengingatkan kita tentang keadilan sosial.

              Kelima sila tersebut bukan sekadar rangkaian kalimat yang harus dihafalkan. Ia adalah nilai yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

              Termasuk ketika kita berhadapan dengan hukum.

              Kita tidak boleh hanya mencintai hukum ketika hukum menguntungkan kita. Kita juga harus menghormatinya ketika keputusan hukum tidak sesuai dengan keinginan kita.

              Kita boleh mengkritik hukum, aparat maupun kebijakan. Bahkan kritik adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Tetapi kritik pun harus dilakukan dengan cara yang beradab, berdasarkan fakta dan tidak berubah menjadi kebencian.

              Begitu pula dalam perbedaan.

              Pancasila tidak mengharuskan kita menjadi sama. Pancasila mengajarkan bagaimana perbedaan dapat hidup dalam satu bangsa.

              Karena itu, mungkin persoalan kita hari ini bukan kekurangan orang yang hafal Pancasila.

              Kita justru membutuhkan lebih banyak orang yang menghidupkan Pancasila.

              Orang yang tidak banyak berteriak tentang Pancasila, tetapi adil ketika memiliki kekuasaan.

              Tidak banyak berbicara tentang kemanusiaan, tetapi mampu menghargai orang yang berbeda.

              Tidak banyak mengutip persatuan, tetapi tidak mudah memecah belah ketika kepentingannya terganggu.

              Dan tidak banyak berbicara tentang keadilan sosial, tetapi mau berbagi kesempatan dan tidak menggunakan kewenangan untuk kepentingan diri sendiri.

              Sebab Pancasila tidak akan menjadi sakti hanya karena sering disebut.

              Pancasila menjadi bermakna ketika nilai-nilainya hadir dalam perilaku.

              Dari keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, organisasi, masyarakat hingga penyelenggaraan negara.

              Pada akhirnya, saya tidak terlalu tertarik bertanya, “Apakah Pancasila masih sakti?”

              Saya lebih tertarik bertanya:

              “Apakah kita masih memperlakukan Pancasila sebagai sesuatu yang sakti?”

              Sebab boleh jadi kesaktian Pancasila bukan hanya sesuatu yang perlu kita warisi dari sejarah, tetapi sesuatu yang harus terus kita rawat melalui tindakan dan keteladanan.

              Dan ingat, sakti dan sakit hanya berbeda posisi T dan I.

              Tetapi dalam kehidupan berbangsa, salah menempatkan sesuatu bisa membawa akibat yang sangat berbeda.

              Semoga Pancasila tidak hanya kita lafalkan dalam seremoni, kita teriakkan dalam slogan, atau kita seminarkan dalam forum.

              Lebih dari itu, semoga Pancasila kita teladankan dalam kehidupan.

              Sakti dalam nilai, nyata dalam keteladanan.

              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Persiapkan Layanan Jutaan Penggembira, Panitia Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Bentuk Dua Tim Sekretariat

              Next Post

              Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

              02/10/2026
              BeritaMu

              Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

              02/10/2026
              BeritaMu

              Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

              02/10/2026
              Next Post

              Khutbah Jumat: Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

                02/10/2026

                Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

                02/10/2026

                Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

                02/10/2026

                Reshuffle Lagi, Presiden Lantik 18 Pejabat Kabinet Merah Putih

                02/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,664)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,268)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Rapuhnya Tauhid di Tengah Kuasa, Uang dan Popularitas

                02/10/2026

                Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU Melaksanakan PKM Pembuatan Beras Analog

                02/10/2026

                Ibadah yang Menghidupkan Jiwa: Dari Ketekunan Ritual Menuju Kepribadian Muttaqin

                02/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In