Akademi Jurnalistik Filantropi Dorong Publikasi Gerakan Lazismu di Sumatera Utara
- Dr. Basir Hasibuan MPd : Kerja Baik LazisMu Harus Dipublikasikan
- MPI dan LazisMu tandatangani Kerjasama Berdampak
INFOMU.CO | Medan – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara menyelenggarakan Akademi Jurnalistik Filantropi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Sabtu (26/9). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, ini diikuti 40 peserta dari Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) se-Sumatera Utara.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWM Sumatera Utara, Dr. M. Basir Hasibuan, M.Pd. Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Ivansyah Ali, Ketua MPI PWM Sumatera Utara Syaiful Hadi, serta Ketua Lazismu Sumatera Utara, Putrama Al Khair, S.E., MSi
Dalam sambutannya, Basir Hasibuan menegaskan bahwa Akademi Jurnalistik Filantropi Muhammadiyah merupakan kegiatan yang sangat baik untuk mendorong kerja-kerja Lazismu di Sumatera Utara.
“Akademi Jurnalistik Filantropi Muhammadiyah ini sangat baik untuk mendorong kerja Lazismu di Sumatera Utara. Kerja baik yang dilakukan Lazismu harus mendapat publisitas agar masyarakat memahami kerja Lazismu,” tegas Basir.
Basir juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara MPI PWM Sumatera Utara dan Lazismu dalam berbagai bidang, khususnya dalam penguatan aktivitas pengelolaan media sosial dan bentuk kerja sama lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung publikasi berbagai program dan aktivitas Lazismu sehingga informasi mengenai kerja-kerja filantropi Muhammadiyah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.


Ketua LazisMu PW Muhammadiyah Sumatera Utara Putrama Al Khair SE MSi menegaskan penguatan kapasitan jurnalis filatropi menjadi sesuatu yang mendesak untuk dilakukan. LazisMu memiliki banyak program yang harus dipublish kepada masyarakat. Selain itu, petugas LazisMu harus memiliki kemampuan dalam mengelola media sosial yang dimiliki agar konten yang dihasilkan dapat memberi empati kepada masyarakat.
Digitalisasi Persyarikatan
Sementara itu, Ketua MPI PWM Sumatera Utara Syaiful Hadi mengatakan pengembangan digitalisasi Persyarikatan merupakan sesuatu yang penting dilakukan saat ini. Muhammadiyah, kata dia, terus berkomitmen membangun ekosistem digital Muhammadiyah melalui berbagai program, termasuk SatuMu dan program digitalisasi lainnya.
“Pengembangan digitalisasi Persyarikatan merupakan sesuatu yang penting saat ini. Muhammadiyah terus berkomitmen membangun ekosistem digital Muhammadiyah, mulai dari program SatuMu, demikian juga dengan berbagai program digitalisasi lainnya,” ujar Syaiful.
Ia berharap pelaksanaan Akademi Jurnal Filantropi selama dua hari dapat mendorong peningkatan kinerja petugas Lazismu di daerah, terutama dalam mengenalkan berbagai program “kebaikan” kepada masyarakat.
Syaiful juga mengungkapkan bahwa Akademi Jurnal Filantropi ini merupakan Akademi Jurnalistik Batch-1 yang diselenggarakan MPI PWM Sumatera Utara. Program tersebut akan dilanjutkan dengan Akademi Jurnalistik Muda Muhammadiyah sebagai Batch-2, yang melibatkan unsur pengelola media Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-Sumatera Utara.
Akademi Jurnalistik Muda Muhammadiyah Batch-2 dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Oktober 2026. Selanjutnya, Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Batch-3 akan dilaksanakan pada 14–15 November 2026.
Dalam Akademi Jurnal Filantropi ini, peserta mendapatkan pembekalan dari lima pemateri, yaitu Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom., Danu Wira Pangestu, Veni Eriska, M.I.Kom., Risvan Sihaloho, S.Sos., dan Muhammad Syafii.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara, pimpinan organisasi otonom, serta pengurus majelis dan lembaga di lingkungan PWM Sumatera Utara.
Akademi Jurnal Filantropi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas jurnalistik dan pengelolaan media di lingkungan Lazismu. Dengan kemampuan tersebut, berbagai program dan kerja-kerja filantropi Muhammadiyah dapat terdokumentasi serta dipublikasikan secara lebih luas kepada masyarakat. (Syaifulh/Bess/Bagas)





