Raja Muda Perlis Tutup Konferensi Internasional NEXT-D 2026 di UMSU
INFOMU.CO, MEDAN – Raja Muda Perlis, Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, menutup Konferensi Internasional NEXT-D 2026 bertema “Transforming the Digital Landscape with Emerging Technologies” tersebut berlangsung selama dua hari di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Kapten Muchtar Basri, Medan, Minggu (13/9).
Raja Muda Perlis hadir bersama DYTM Puan Muda Perlis, Tuanku Dr. Hajah Lailatul Shahreen Akashah Khalil dan puteri kedua Raja Muda Perlis YAM Hajah Sharifah Farah Adriana Jamalullail didampingi oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Ketua BPH Prof. Dr. Agussani, M.AP.,Konsulat Jendra Malaysia di Medan Konsul Jeneral Shahril Nizam Abdul Malek, Pengarah Eksekutif Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE) Prof. Emeritus Datuk Dr. Kamarudin bin Hussin, Menteri Besar Perlis Abu Bakar Hamzah dan Setiausaha YB Dato’ Noor Azman bin Abdul Rahman.
Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin sebagai alumni UMSU yang mendapatkan gelar Doktor Kehormatan menyampaikan rasa syukur hadir di kampusnua. Dia turut memberikan apresiasi kepada Rektor UMSU Prof. Akrim, M.Pd dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kita dapat bersama-sama di sini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Akrim dan Prof. Agussani yang senantiasa menyebut saya sebagai alumni. Terima kasih, UMSU,” titahnya.
Raja Muda Perlis menilai NEXT-D telah membuka ruang pertemuan antara dunia akademik, industri, kerajaan atau pemerintah, dan masyarakat. Pertemuan antarsektor tersebut harus menghasilkan nilai tambah serta dampak yang dapat dirasakan secara langsung. Dia secara khusus mengingatkan bahwa pembangunan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus disertai nilai etika dan moral. Pemanfaatan teknologi juga harus mampu membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Teknologi harus memberikan manfaat. Pembangunan AI harus dipandu oleh nilai etika dan moral. Pada saat yang sama, peluang-peluang ekonomi harus dibuka,” titahnya.
Raja Muda Perlis berharap NEXT-D terus dikembangkan sebagai forum untuk menghasilkan ilmu pengetahuan, memperkuat kepakaran, dan mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya konferensi yang berlangsung padat dan produktif tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran Raja Muda dan Raja Puan Muda Perlis pada acara penutupan.
“Alhamdulillah, setelah konferensi selama dua hari yang padat dan produktif, kita semua masih tetap bersemangat pada penutupan ini. Apalagi dengan kehadiran DYTM Tuanku Raja Muda dan Raja Puan Muda Perlis,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, NEXT-D 2026 bukan sekadar forum pertemuan akademik, tetapi menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman. Hal terpenting dari konferensi tersebut adalah tindak lanjut nyata setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Konferensi ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman. Namun, hal terpenting bukan hanya diskusi yang berlangsung hari ini, melainkan hasil yang ditindaklanjuti setelah konferensi ini berakhir,” katanya.
Lanjut Prof. Akrim, penyelenggaraan NEXT-D turut memperkuat jejaring pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Malaysia. Hubungan kedua negara selama ini telah diwujudkan melalui sejumlah program akademik, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pengabdian kepada masyarakat.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Raja Muda Perlis yang kembali berkunjung ke UMSU. Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail sebelumnya menerima gelar doktor kehormatan dari UMSU dan dipandang sebagai bagian dari keluarga besar universitas dan akan dikukuhkan menjadi counselor di Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Sementara, Pengurus Eksekutif Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE), Prof. Emeritus Datuk Dr. Kamaruddin Hussin, mengatakan bahwa berakhirnya konferensi bukanlah akhir dari kerja sama yang telah dibangun.
“Kolaborasi yang kita bangun harus terus berlanjut. Semoga NEXT-D memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dan Malaysia. Terima kasih atas kebersamaan yang telah terbangun,” ujarnya.
Dia berharap hubungan antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga penelitian semakin berkembang, terutama dalam mendukung para peneliti muda untuk menghasilkan berbagai inovasi.
“Hari ini bukan sekadar sebuah noktah, tetapi merupakan permulaan perjalanan yang lebih bermakna, khususnya bagi para penyelidik dan peneliti muda dalam berinovasi. Semoga jalinan yang kita bangun terus berkembang bersama universitas, industri, dan dunia akademik,” katanya.
Diumumkan pemenang best paper yaitu Juara 1 Martiano S.Pd, S.Kom., M.Kom (UMSU), Juara 2 Aulia Ukhtin (Deztron) dan Juara 3 Darren Peter (Universiti Tunku Abdul Rahman).
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Prof. Emeritus Datuk Ts. Dr. Kamarudin Bin Hussin kepada Duli Yang Teramat Mulia Tuanku Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Syed Sirajuddin Jamalullail, Duli Yang Teramat Mulia Tuanku Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Syed Sirajuddin Jamalullail kepada Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd.
Turut hadir para Wakil Rektor di UMSU, BPH UMSU, Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) Prof. Adjunct. Dr. Marniati, S.E., M.Kes, Dosen, Pimipinan Fakultas.
Peserta konfrensi NEX-D diikuti 200 pakar dan pelaku industri dari sejumlah negara asia Korea, India, Arab Saudi, Malaysia hingga Brunei.







