PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Tim Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto meluncurkan inovasi incinerator sampah UMP di Desa Banjarparakan, Kabupaten Banyumas. Inovasi pengolahan sampah Banyumas ini hadir melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sepanjang Agustus 2026. Langkah ini menjadi solusi konkrit atas permasalahan limbah rumah tangga yang kerap mencemari lingkungan warga.
Ketua Tim PPK Ormawa HMTK UMP, Muhammad Arfan Shiddiq, menegaskan bahwa ketiadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) memicu aksi buang sampah sembarangan. Kondisi tersebut merusak kebersihan lingkungan serta menyumbat saluran air desa. Oleh karena itu, mahasiswa tergerak untuk merancang teknologi pembakar sampah yang efektif dan tepat guna.
Solusi Terarah Pengolahan Sampah Banyumas
Pengembangan alat pembakar ini melibatkan peran aktif warga Banjarparakan secara langsung. Mahasiswa merancang sistem operasional alat agar warga lokal dapat menggunakannya dengan mudah. Kehadiran alat incinerator sampah UMP ini memicu proses edukasi pengelolaan limbah desa secara terarah dan mandiri.
Dosen Pendamping, Dini Nur Afifah, M.Eng., menjelaskan bahwa alat ini memfokuskan pembakaran pada residu sampah tertentu. Selain menyediakan teknologi modern, program ini menumbuhkan kesadaran kolektif warga. Masyarakat diajak melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya.
Perwakilan warga Desa Banjarparakan, Sartun, menyambut positif kehadiran inovasi incinerator sampah UMP di wilayahnya. Sarana ini menjawab kelangkaan fasilitas kebersihan yang membayangi warga selama bertahun-tahun. Keterlibatan warga secara langsung menumbuhkan rasa memiliki untuk merawat fasilitas pengolahan sampah Banyumas tersebut secara berkelanjutan.
Dukungan Belmawa dan Sustainability Lingkungan
Aksi nyata ini membuktikan keberhasilan kolaborasi perguruan tinggi bersama masyarakat lokal. Mahasiswa berhasil menerapkan ilmu perkuliahan menjadi solusi praktis di lapangan. Selain itu, tim HMTK UMP mengapresiasi dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Belmawa Kemenristekdikti melalui program PPK Ormawa.
Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat ini menjadi awal dari sistem solusi sampah Desa Banjarparakan yang ramah lingkungan. Keberadaan incinerator sampah UMP terbukti mampu mendorong terciptanya tata kelola lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan di wilayah Banyumas.
Kontributor: Chy
Editor: Akmal
The post Bantu Warga Banyumas, Mahasiswa Hadirkan Incinerator Sampah UMP di Banjarparakan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



