• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul

    Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

    Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

    Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

    Doa Setelah Sholat Dhuha: Bacaan, Arti, dan Pandangan Tarjih

    Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul

      Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

      Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

      Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

      Doa Setelah Sholat Dhuha: Bacaan, Arti, dan Pandangan Tarjih

      Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul

          Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

          Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

          Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

          Doa Setelah Sholat Dhuha: Bacaan, Arti, dan Pandangan Tarjih

          Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul

            Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

            Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

            Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

            Doa Setelah Sholat Dhuha: Bacaan, Arti, dan Pandangan Tarjih

            Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul

              admin by admin
              27/08/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Senin malam, 24 Agustus 2026, suasana perlahan berubah. Ada kesibukan yang mungkin tidak selalu terlihat besar, tetapi terasa di banyak tempat: persiapan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Selasa, 25 Agustus 2026.

              Sebagian orang menata tempat, sebagian menyiapkan konsumsi, sebagian menyusun acara, sementara yang lain mulai menghidupkan suasana dengan lantunan shalawat. Malam itu menjadi semacam pintu masuk menuju momentum yang setiap tahun mengajak umat Islam kembali menoleh kepada sosok Rasulullah saw.

              WartaTerkait

              Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

              Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

              Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

              Doa Setelah Sholat Dhuha: Bacaan, Arti, dan Pandangan Tarjih

              Tanggal 25 Agustus 2026 bertepatan dengan 12 Rabiulawal 1448 H, yang diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad saw.

              Namun, di balik persiapan yang tampak sederhana itu, ada pertanyaan yang jauh lebih dalam: untuk apa Maulid diperingati?

              Apakah sekadar untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw.? Apakah hanya untuk menghadirkan suasana religius dalam sebuah pertemuan? Ataukah Maulid sebenarnya merupakan kesempatan untuk menghentikan sejenak kesibukan dan melihat kembali apakah akhlak Rasulullah masih hidup dalam diri umatnya?

              Pertanyaan tersebut semakin penting karena Maulid kerap hadir dalam suasana meriah. Lampu dipasang, pengeras suara disiapkan, jamaah berdatangan, shalawat dikumandangkan, dan kisah kehidupan Rasulullah disampaikan. Semuanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang berkembang di berbagai masyarakat Muslim.

              Namun, setelah semua selesai, kursi dikembalikan, dan jamaah pulang, apa yang tersisa?

              Jawabannya semestinya bukan hanya kenangan tentang sebuah acara. Yang seharusnya tertinggal adalah dorongan untuk berubah.

              Malam yang Mengajak Mengingat

              Maulid Nabi Muhammad saw. pada dasarnya menjadi momentum untuk mengenang sosok Rasulullah yang membawa risalah Islam. Kehidupan beliau tidak hanya berisi kisah kelahiran seorang manusia mulia, tetapi juga perjalanan panjang penuh perjuangan dalam mengajarkan tauhid, membentuk akhlak, memperjuangkan keadilan, dan menanamkan kepedulian kepada sesama.

              Karena itu, malam menjelang peringatan Maulid dapat menjadi waktu yang tepat untuk membaca kembali sirah Nabi. Bukan hanya untuk mengetahui nama tempat atau urutan peristiwa sejarah, melainkan juga memahami bagaimana Rasulullah mengambil keputusan, menghadapi persoalan, memperlakukan orang lain, dan menghadapi berbagai tekanan.

              Allah Swt. menempatkan Rasulullah sebagai teladan bagi orang-orang beriman:

              لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

              Artinya: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
              (QS. Al-Ahzab: 21)

              Ayat tersebut menunjukkan bahwa makna Maulid Nabi tidak cukup dipahami sebagai peringatan sejarah. Ada tugas keteladanan yang mengikuti setiap kali nama Rasulullah disebut.

              Bukan Sekadar Tahu, tetapi Meniru

              Kita mungkin telah mengetahui banyak kisah tentang Nabi Muhammad saw. Kita mengetahui bahwa beliau adalah rasul terakhir. Kita mengetahui beliau dikenal sebagai orang yang jujur dan amanah. Kita juga mengetahui bahwa beliau menyayangi umatnya dan memiliki akhlak mulia.

              Namun, mengetahui tidak selalu berarti meneladani.

              Seseorang dapat mengetahui bahwa Rasulullah mengajarkan kejujuran, tetapi masih mudah berbohong. Seseorang dapat mengetahui bahwa Nabi mengajarkan kasih sayang, tetapi masih mudah merendahkan orang lain. Seseorang dapat mengetahui bahwa Nabi mengajarkan kesabaran, tetapi mudah marah ketika menghadapi perbedaan.

              Di sinilah Maulid menjadi cermin.

              Peringatan Maulid seharusnya membuat setiap orang berani bertanya kepada dirinya sendiri: sudah sejauh mana akhlak Rasulullah hadir dalam kehidupan saya?

              Shalawat yang Tidak Berhenti di Lisan

              Ketika Maulid berlangsung, shalawat biasanya menjadi salah satu bagian yang paling terasa. Suara jamaah bersatu, nama Nabi disebut berulang-ulang, dan suasana dipenuhi penghormatan kepada beliau.

              Allah Swt. berfirman:

              إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

              Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
              (QS. Al-Ahzab: 56)

              Shalawat menjadi salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Namun, cinta yang matang tidak berhenti pada suara. Ia harus bergerak menuju tindakan.

              Jika shalawat membuat seseorang semakin lembut kepada orang tua, itu adalah perubahan. Jika shalawat membuat seseorang semakin peduli kepada tetangga, itu adalah perubahan. Jika shalawat membuat seseorang berhenti menyebarkan fitnah, itu juga perubahan.

              Dengan demikian, shalawat tidak hanya menjadi suara yang memenuhi ruangan, tetapi juga menjadi energi moral yang ikut pulang bersama jamaah.

              Rasulullah dan Krisis Akhlak

              Zaman berubah. Teknologi berkembang. Cara manusia berkomunikasi semakin cepat. Namun, persoalan akhlak tetap menjadi tantangan.

              Hari ini, seseorang dapat menghina orang lain tanpa bertemu secara langsung. Seseorang dapat menyebarkan kabar tanpa mengetahui kebenarannya. Sebuah komentar bahkan dapat melukai orang yang berada ribuan kilometer jauhnya.

              Di tengah keadaan tersebut, keteladanan Rasulullah justru terasa semakin penting.

              Rasulullah dikenal sebagai sosok yang menjaga perkataan dan memperhatikan perasaan manusia. Akhlak beliau tidak hanya terlihat ketika berada dalam keadaan mudah, tetapi juga ketika menghadapi tekanan dan perbedaan.

              Sebuah hadis menggambarkan salah satu tujuan penting diutusnya Rasulullah:

              إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

              Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

              Hadis dari Abu Hurairah tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, dan al-Baihaqi serta dinilai hasan.

              Pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan modern. Maulid seharusnya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa kemajuan teknologi tanpa akhlak dapat menimbulkan persoalan baru.

              Ketika Media Sosial Menjadi Cermin

              Generasi hari ini hidup dalam ruang digital. Media sosial menjadi tempat berbagi cerita, berdiskusi, mencari informasi, bahkan membentuk opini.

              Dalam keadaan seperti itu, akhlak Nabi Muhammad saw. perlu dibawa ke dunia digital.

              Sebelum mengunggah sesuatu, seseorang perlu mempertimbangkan kebenaran dan manfaatnya. Sebelum memberikan komentar, perlu dipikirkan apakah kalimat tersebut akan membangun atau justru merendahkan. Sebelum membagikan berita, perlu diperiksa apakah informasi itu benar atau hanya kabar yang belum jelas.

              Inilah bentuk keteladanan Rasulullah yang mungkin tidak terlihat di panggung, tetapi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

              Membaca shalawat di masjid adalah kebaikan. Menjaga lisan dan tulisan di media sosial juga merupakan bagian dari akhlak.

              Generasi Muda dan Wajah Baru Maulid

              Maulid juga perlu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal Rasulullah dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka.

              Anak muda tidak cukup hanya diberi tahu bahwa Nabi Muhammad adalah teladan. Mereka perlu diajak memahami bagaimana Nabi menghadapi masalah, membangun persahabatan, memimpin masyarakat, memperlakukan anak-anak, menghormati orang tua, dan menyikapi perbedaan.

              Kisah Rasulullah dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai persoalan generasi muda: pendidikan, persahabatan, kepemimpinan, penggunaan teknologi, tanggung jawab sosial, dan pencarian jati diri.

              Dengan demikian, Maulid tidak menjadi tradisi yang terasa jauh dari kehidupan anak muda. Sebaliknya, Maulid menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai kenabian tetap relevan dalam menghadapi kehidupan modern.

              Perbedaan yang Harus Disikapi dengan Dewasa

              Pembahasan mengenai Maulid tidak lepas dari perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang membolehkan peringatan Maulid sebagai bentuk ekspresi kecintaan kepada Rasulullah selama kegiatannya diisi dengan perkara yang baik dan tidak berlebihan. Ada pula yang berpandangan bahwa bentuk perayaan tersebut tidak memiliki contoh khusus dari Rasulullah saw. dan generasi awal Islam.

              Dalam pembahasan yang dimuat laman resmi Muhammadiyah, peringatan Maulid disebut dapat dilaksanakan sebagai bagian dari urusan kemasyarakatan selama tidak mengandung kemaksiatan, kemusyrikan, dan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

              Perbedaan itu perlu ditempatkan secara proporsional.

              Jangan sampai perbedaan pandangan mengenai Maulid membuat umat kehilangan akhlak yang justru menjadi salah satu pesan utama kehidupan Rasulullah. Perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan ilmu, argumentasi, dan adab.

              Mereka yang memperingati Maulid hendaknya menghormati pihak yang memiliki pandangan berbeda. Begitu pula mereka yang tidak memperingatinya hendaknya menjaga sikap terhadap masyarakat yang melaksanakannya.

              Sebab, persaudaraan umat jauh lebih luas daripada satu persoalan perbedaan tradisi.

              Maulid yang Turun ke Jalan

              Ada satu cara sederhana untuk membuat Maulid lebih bermakna: membawa nilai-nilainya keluar dari tempat acara.

              Jika Rasulullah dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap orang lemah, Maulid dapat diikuti dengan kegiatan sosial. Jika Rasulullah mengajarkan persaudaraan, Maulid dapat menjadi kesempatan memperbaiki hubungan yang renggang. Jika Rasulullah mengajarkan kasih sayang, Maulid dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap tetangga dan masyarakat sekitar.

              Dengan begitu, Maulid tidak hanya berbicara tentang Nabi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan masyarakat.

              Senin Malam, Menyiapkan Hati

              Senin malam, 24 Agustus 2026, menjadi waktu yang tepat untuk melakukan persiapan. Bukan hanya persiapan teknis, tetapi juga persiapan batin.

              Tempat boleh dipersiapkan. Konsumsi boleh disusun. Susunan acara boleh dirapikan. Pengeras suara boleh diuji. Namun, ada satu hal yang jangan sampai dilupakan: niat.

              Mengapa kita menghadiri Maulid? Mengapa kita bershalawat? Mengapa kita mendengarkan kisah Rasulullah?

              Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana kita menjalani Maulid.

              Ketika Acara Berakhir

              Selasa, 25 Agustus 2026, ketika pertemuan Maulid selesai, jamaah mungkin akan kembali kepada aktivitas masing-masing. Panggung perlahan dibongkar. Kursi dirapikan. Suara pengeras suara menghilang.

              Namun, semestinya ada sesuatu yang tidak ikut dibongkar: semangat meneladani Rasulullah saw.

              Maulid yang berhasil bukan hanya Maulid yang mampu mengumpulkan banyak orang. Maulid yang berhasil adalah Maulid yang mampu membuat seseorang pulang dengan tekad menjadi manusia yang lebih baik.

              Lebih jujur kepada diri sendiri. Lebih santun kepada orang lain. Lebih sabar menghadapi persoalan. Lebih peduli terhadap lingkungan. Lebih berhati-hati menggunakan media sosial. Dan yang paling penting, lebih dekat kepada Allah Swt.

              Cinta yang Harus Dibuktikan

              Pada akhirnya, Maulid Nabi Muhammad saw. adalah tentang cinta. Namun, cinta kepada Rasulullah bukan sekadar kata yang mudah diucapkan.

              Cinta harus dibuktikan.

              Allah Swt. berfirman:

              قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

              Artinya: “Katakanlah: jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
              (QS. Ali Imran: 31)

              Senin malam menuju Selasa, 25 Agustus 2026, menjadi pengingat bahwa Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang kelahiran Nabi. Lebih dari itu, Maulid merupakan kesempatan untuk menghadirkan kembali teladan beliau dalam kehidupan.

              Sebab, pada akhirnya panggung akan selesai, suara shalawat akan berhenti, jamaah akan pulang, dan malam akan berganti pagi.

              Yang tersisa hanyalah satu pertanyaan:

              Apakah setelah Maulid kita benar-benar menjadi lebih dekat dengan akhlak Rasulullah?

              Jika jawabannya iya, Maulid tidak pernah sekadar perayaan.

              Ia telah menjadi perjalanan pulang menuju akhlak Nabi.

              Editor: Al-Afasy

              The post Ketika Malam Maulid Nabi Datang: Menyiapkan Hati untuk Meneladani Rasul appeared first on Muhammadiyah Jateng.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

              Next Post

              Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Khutbah Jumat: Merindukan Rasulullah dengan Menghidupkan Sunah dan Akhlaknya

              27/08/2026
              BeritaMu

              Waktu Sholat Dhuha: Mulai, Batas Akhir, dan Waktu Terbaik

              27/08/2026
              BeritaMu

              Keutamaan Sholat Dhuha: Dalil, Hikmah, dan Kaitannya dengan Rezeki

              27/08/2026
              Next Post

              Aisya Tahara, Anak Petani dari Jambi Raih Beasiswa Kedokteran UM Palembang

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                RisetMu Batch X Resmi Diluncurkan, Para Peneliti PTMA Didorong Perkuat Spirit Ta’awun Riset dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

                27/08/2026

                Webinar RisetMu Batch X, Dosen PTMA Dibekali Strategi Menyusun Proposal Fundamental

                27/08/2026

                Teknologi Makin Pintar, Atalia Tekankan Pentingnya Etika dan Berpikir Kritis

                27/08/2026

                KKN Umsida Hadirkan Incinerator sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Warga di Dataran Tinggi

                27/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,228)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,135)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                RisetMu Batch X Resmi Diluncurkan, Para Peneliti PTMA Didorong Perkuat Spirit Ta’awun Riset dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

                27/08/2026

                Webinar RisetMu Batch X, Dosen PTMA Dibekali Strategi Menyusun Proposal Fundamental

                27/08/2026

                Teknologi Makin Pintar, Atalia Tekankan Pentingnya Etika dan Berpikir Kritis

                27/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In