• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sukseskan Pendidikan Karakter Siswa Baru, Hizbul Wathan Temanggung Gelar Character Building Camp

    Strategi Baru Cegah Stunting di Sukoharjo: Mahasiswa UMS dan Pemkab Fokus Dampingi 1.000 HPK

    Pengajian Selapanan PCM Gemawang Teguhkan Nilai Amanah dan Ukhuwah Umat

    Rihlah PRM Giyanti Mungseng Purworejo: Napak Tilas Perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta

    Keseruan Lomba 17an Mahasiswa Internasional UMS Sambut HUT RI Ke-81

    Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sukseskan Pendidikan Karakter Siswa Baru, Hizbul Wathan Temanggung Gelar Character Building Camp

      Strategi Baru Cegah Stunting di Sukoharjo: Mahasiswa UMS dan Pemkab Fokus Dampingi 1.000 HPK

      Pengajian Selapanan PCM Gemawang Teguhkan Nilai Amanah dan Ukhuwah Umat

      Rihlah PRM Giyanti Mungseng Purworejo: Napak Tilas Perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta

      Keseruan Lomba 17an Mahasiswa Internasional UMS Sambut HUT RI Ke-81

      Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Rabbit Reel casino VIP-Only Bonuses Beyond Standard Promos

        Glorion Prelievo Neteller Passo dopo Passo

        Cómo presentar una queja en Glorion

        WinSpirit Casino: Gyors nyeremények & Magas intenzitású játékok gyors tempójú játékosoknak

        Cazino365-ro Să fim realiști cu privire la varianță

        Jackpot Bob Casino – Gains rapides et sensations instantanées

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sukseskan Pendidikan Karakter Siswa Baru, Hizbul Wathan Temanggung Gelar Character Building Camp

          Strategi Baru Cegah Stunting di Sukoharjo: Mahasiswa UMS dan Pemkab Fokus Dampingi 1.000 HPK

          Pengajian Selapanan PCM Gemawang Teguhkan Nilai Amanah dan Ukhuwah Umat

          Rihlah PRM Giyanti Mungseng Purworejo: Napak Tilas Perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta

          Keseruan Lomba 17an Mahasiswa Internasional UMS Sambut HUT RI Ke-81

          Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sukseskan Pendidikan Karakter Siswa Baru, Hizbul Wathan Temanggung Gelar Character Building Camp

            Strategi Baru Cegah Stunting di Sukoharjo: Mahasiswa UMS dan Pemkab Fokus Dampingi 1.000 HPK

            Pengajian Selapanan PCM Gemawang Teguhkan Nilai Amanah dan Ukhuwah Umat

            Rihlah PRM Giyanti Mungseng Purworejo: Napak Tilas Perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta

            Keseruan Lomba 17an Mahasiswa Internasional UMS Sambut HUT RI Ke-81

            Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Rabbit Reel casino VIP-Only Bonuses Beyond Standard Promos

              Glorion Prelievo Neteller Passo dopo Passo

              Cómo presentar una queja en Glorion

              WinSpirit Casino: Gyors nyeremények & Magas intenzitású játékok gyors tempójú játékosoknak

              Cazino365-ro Să fim realiști cu privire la varianță

              Jackpot Bob Casino – Gains rapides et sensations instantanées

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Kabar PTMA

              Menjaga Ruh PTMA: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Tengah Perubahan Zaman 

              admin by admin
              06/08/2026
              in Kabar PTMA
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus transformasi pendidikan tinggi dan penetrasi teknologi digital, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) menghadapi satu pertanyaan mendasar: bagaimana menjaga identitas di tengah perubahan zaman?

              Menjawab pertanyaan tersebut, Suyadi, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan jawabannya terletak pada satu hal yang tak tergantikan yaitu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

              WartaTerkait

              Meneguhkan Islam Berkemajuan, Ahmad Muttaqin Ajak PTMA Bangun Fondasi Peradaban

              Pelantikan Dekan UAD 2026–2030, Kawal Estafet Kepemimpinan Menuju Community Services University

              Cerpen Dosen UHAMKA Sentuh Empati Publik, Kisah Anak Berkebutuhan Khusus Menginspirasi

              Baitul Arqam Papua Barat, Meneguhkan Ideologi dan Menggerakkan Amal Nyata

              Pernyataan itu bukan sekadar wacana. Dalam konstruksi pendidikan PTMA, AIK bukan hanya mata kuliah pelengkap, melainkan fondasi ideologis dan spiritual. Ia menjadi pembeda utama antara PTMA dengan perguruan tinggi lainnya.

              Bahkan, jika dilihat dalam Pedoman PP Muhammadiyah Nomor 1 tentang PTMA, keberadaan AIK bersifat wajib—tanpa itu, PTMA kehilangan identitasnya sebagai institusi pendidikan sekaligus gerakan dakwah.

              Suyadi, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
              Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. – Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

              “Gerakan di PTMA sejatinya adalah gerakan Islam, bukan sekadar gerakan perguruan tinggi biasa. Oleh karena itu, misinya adalah misi dakwah, dan tanpa AIK, PTMA akan kehilangan ruh dan marwah-nya,” ujar Suyadi.

              Dalam perspektif yang lebih mendasar, AIK tidak dapat dipahami sebagai dua entitas yang terpisah. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menegaskan bahwa Al-Islam dan Kemuhammadiyahan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

              Meski secara bahasa dihubungkan dengan kata “dan”, AIK sesungguhnya adalah satu frasa dalam satu tarikan napas—yakni keseluruhan ajaran Islam yang meliputi aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana dipahami dan diimplementasikan oleh Muhammadiyah dalam gerakannya.

              Dalam kerangka ini, Muhammadiyah tidak sekadar dipahami sebagai organisasi, melainkan sebagai gerakan yang memiliki cita-cita dan orientasi nilai. AIK menjadi ekspresi dari cita-cita tersebut dalam dunia pendidikan.

              Dari Konsep ke Sistem Kehidupan Kampus

              Jika pada tataran konsep AIK tampak kokoh, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana ia benar-benar hidup dalam keseharian kampus? Syamsul Anwar memetakan AIK dalam tiga dimensi utama di PTMA. Pertama, AIK sebagai materi pembelajaran—yang hadir dalam bentuk mata kuliah dengan dosen khusus.

              Namun, AIK tidak berhenti di ruang kelas. Ia menjelma menjadi dimensi kedua: sebagai nilai dan kerangka rujukan perilaku. Dalam konteks ini, AIK menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari sivitas akademika sekaligus menjadi kerangka etika dalam aktivitas akademik.

              Artinya, AIK tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan.

              Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah
              Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A. – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

              Nilai-nilai AIK tercermin dalam cara kampus dikelola—mulai dari aspek manajerial, lingkungan fisik, hingga arah pengembangan keilmuan. Bahkan, ia menjadi rujukan dalam integrasi ilmu pengetahuan, menjembatani antara agama dan disiplin akademik.

              Dimensi ketiga adalah AIK sebagai modal pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah AIK berperan dalam Catur Dharma PTMA, melengkapi pendidikan, penelitian, dan pengabdian dengan dimensi nilai yang khas dari Muhammadiyah.

              Transformasi AIK semakin nyata melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual. Suyadi menjelaskan, Kurikulum terbaru AIK saat ini mengedepankan project based learning, membawa mahasiswa keluar dari ruang kelas menuju realitas sosial.

              Misalnya, melalui Program Al-Ma’un, mahasiswa bersentuhan langsung dengan persoalan kemanusiaan. Dalam Program TokohMu, mereka menelusuri jejak perjuangan Muhammadiyah di tingkat lokal. Sementara itu, Program Fikih Hijau dan Dakwah Digital membuka ruang bagi mahasiswa untuk merespons isu lingkungan dan perkembangan teknologi.

              Di titik ini, AIK menjelma menjadi lebih dari sekadar disiplin ilmu. Ia menjadi praktik hidup.

              Lebih lanjut, Suyadi memaparkan perbedaan AIK dengan Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum tampak jelas, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Jika PAI umumnya berbobot 2 SKS, AIK di PTMA hadir dengan bobot minimal 8 SKS.

              Namun, yang lebih penting adalah kedalaman substansi. AIK menanamkan nilai Islam Berkemajuan—yang moderat, rasional, dan terbuka terhadap ilmu pengetahuan—serta mengintegrasikannya dalam berbagai disiplin ilmu.

              Tantangan Generasi Z dan Era AI

              Meski perjalanan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terus memberikan dampak positif, jalan ke depan bukan tanpa tantangan. Justru di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI), tantangan yang dihadapi dosen serta pengelola AIK menjadi semakin kompleks.

              Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi memiliki cara belajar yang jauh berbeda—mereka cenderung lebih cepat, visual, dan interaktif. Penguasaan digital tools hingga AI kini menjadi kewajiban bagi dosen AIK.

              Metode pengajaran yang monoton dan konvensional berpotensi membuat mata kuliah ini kehilangan daya pikatnya. Suyadi menegaskan konsekuensi ini secara langsung. “Kalau AIK tidak adaptif, maka akan ditinggalkan,” ujarnya.

              Ruang digital juga menjadi arena baru yang harus diisi. AIK memiliki peran strategis untuk menghadirkan narasi Islam yang moderat di tengah maraknya konten keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai wasathiyah.

              Di sinilah semangat tajdid—pembaruan dalam Muhammadiyah—menemukan relevansinya. AIK tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merespons perubahan zaman. 

              Tidak dapat dimungkiri, bagi sebagian mahasiswa, terutama yang tidak berasal dari latar belakang Muhammadiyah, AIK pada awalnya terasa sebagai beban. Sekadar mata kuliah wajib, atau bahkan formalitas untuk memenuhi SKS. Namun, resistensi itu sering kali tidak bertahan lama.

              Melalui proses seperti Baitul Arqam dan pendekatan pembelajaran yang lebih hidup, perlahan terjadi perubahan perspektif. Mahasiswa mulai melihat AIK bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai pengalaman yang membentuk.

              “Itu adalah hal yang wajar karena kebanyakan mahasiswa PTMA berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Biasanya, setelah benar-benar mengenal, mereka justru mencintai Muhammadiyah,” ungkap Suyadi.

              Dari sekadar kewajiban akademik, AIK perlahan menjadi pengalaman personal yang membentuk cara pandang.

              AIK dalam Ruang Multikultural

              Menariknya, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga berkembang pesat dalam konteks kampus multikultural—di mana latar belakang mahasiswa tidak semuanya beragama Islam. Di ruang ini, AIK hadir dengan wajah yang inklusif dan dialogis.

              Bagi mahasiswa non-Muslim, AIK sama sekali tidak diajarkan dalam bentuk praktik ibadah. Suyadi menegaskan garis batas tersebut secara jelas. “Mereka yang non-Muslim itu jangan diajari baca Al-Qur’an, jangan diajari untuk ibadah salat,” tegasnya.

              Pendekatan yang digunakan adalah menjadikan Muhammadiyah sebagai objek kajian keilmuan atau Muhammadiyah Studies. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Majelis Diktilitbang telah menyusun standar kurikulum khusus yang dinamakan AIK Multikultural.

              Dalam kurikulum ini, beberapa mata kuliah disesuaikan. Jika pada AIK reguler terdapat materi Keimanan dan Kemanusiaan serta Ibadah Akhlak Muamalah, maka pada AIK Multikultural dialihkan menjadi Islam dan Sejarah Agama-agama Dunia serta Etika Muhammadiyah (atau Etika Islam).

              Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Pendidikan AIK dan Buku Panduan Implementasi AIK
              Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Pendidikan AIK dan Buku Panduan Implementasi AIK

              Kendati demikian, dua mata kuliah lainnya—yaitu Kemuhammadiyahan serta Islam, Sains, dan Teknologi—tetap diajarkan, baik untuk mahasiswa Muslim maupun non-Muslim. Suyadi menekankan bahwa meski terdapat penyesuaian teknis, spirit atau semangat yang diusung tetap sama, yakni memberikan pemahaman nilai secara luas.

              Pendekatan ini melahirkan dampak yang menarik dan inklusif. Alih-alih merasa terasing atau tertekan, mahasiswa non-Muslim justru merasa terdorong untuk menjadi pemeluk agama yang lebih baik. Fenomena ini terlihat nyata dalam riset di wilayah multikultural seperti Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, NTT, yang melahirkan istilah Kristen Muhammadiyah (Krismuha). Menurut Suyadi, terdapat testimoni bahwa mahasiswa Kristen dan Katolik yang mengikuti mata kuliah AIK justru terdorong menjadi semakin taat beribadah ke gereja.

              Pada titik ini, AIK membuktikan bahwa penekanan utamanya adalah moderasi beragama yang tepat. Tidak ada gerakan untuk “mengislamkan” atau “memuhammadiyahkan” mahasiswa secara paksa. AIK pun menjelma tidak hanya sebagai alat dakwah, tetapi juga jembatan dialog antariman yang memperkokoh toleransi.

              Menjaga Nilai yang Tak Padam

              Pada akhirnya, AIK bukan hanya soal kurikulum, metode, atau kebijakan. Ia adalah tentang menjaga nyala—nilai, identitas, dan arah gerakan.

              Bagi dosen dan tenaga kependidikan, AIK menuntut keteladanan. Bagi mahasiswa, ia membuka jalan untuk berkontribusi—sebagai kader, partisipan, atau setidaknya simpatisan. Tidak ada paksaan dalam bermuhammadiyah. Namun, di dalam ruang-ruang kelas, proyek sosial, hingga konten digital, benih-benih itu terus ditanam.

              “Dosen dan tendik diharapkan bermuhammadiyah secara kaffah, meningkatkan kompetensi agama, dan menjadi teladan. Sedangkan untuk mahasiswa, kami berharap kalian menjadi kader penggerak. Jika tidak bisa, jadilah partisipan, atau paling minimal menjadi simpatisan yang tidak mengganggu dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar,” ungkap Suyadi.

              Dan ketika suatu hari ia tumbuh secara alami, seperti yang diyakini Suyadi, di situlah keberkahan menemukan jalannya.

              “Sama sekali tidak ada paksaan untuk ‘memuhammadiyahkan’ mahasiswa. Namun, jika pada akhirnya mereka menjadi warga Muhammadiyah secara natural, tentu itu adalah sebuah keberkahan,” pungkasnya. (irv)

              The post Menjaga Ruh PTMA: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Tengah Perubahan Zaman  appeared first on Warta PTM.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Pelantikan Dekan UAD 2026–2030, Kawal Estafet Kepemimpinan Menuju Community Services University

              admin

              admin

              InfoLain

              Kabar PTMA

              Meneguhkan Islam Berkemajuan, Ahmad Muttaqin Ajak PTMA Bangun Fondasi Peradaban

              06/08/2026
              Kabar PTMA

              Pelantikan Dekan UAD 2026–2030, Kawal Estafet Kepemimpinan Menuju Community Services University

              06/08/2026
              Kabar PTMA

              Cerpen Dosen UHAMKA Sentuh Empati Publik, Kisah Anak Berkebutuhan Khusus Menginspirasi

              06/08/2026

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Menjaga Ruh PTMA: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Tengah Perubahan Zaman 

                06/08/2026

                Pelantikan Dekan UAD 2026–2030, Kawal Estafet Kepemimpinan Menuju Community Services University

                06/08/2026

                Meneguhkan Islam Berkemajuan, Ahmad Muttaqin Ajak PTMA Bangun Fondasi Peradaban

                06/08/2026

                Baitul Arqam Papua Barat, Meneguhkan Ideologi dan Menggerakkan Amal Nyata

                06/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,973)
                • Hukum Islam (1,617)
                • Kabar PTMA (4,047)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Menjaga Ruh PTMA: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Tengah Perubahan Zaman 

                06/08/2026

                Pelantikan Dekan UAD 2026–2030, Kawal Estafet Kepemimpinan Menuju Community Services University

                06/08/2026

                Meneguhkan Islam Berkemajuan, Ahmad Muttaqin Ajak PTMA Bangun Fondasi Peradaban

                06/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In