PWMJATENG.COM, TANGERANG — Lingkungan pendidikan dan keluarga masa kini mendapat peringatan keras agar tidak salah arah karena hanya mengejar prestasi akademik dan kompetisi lahiriah. Pesan tajam tersebut menggema dalam Khutbah Idul Adha 2026 yang disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, H. R. Alpha Amirrachman, di Kademangan, Gading Serpong, Rabu (27/5/2026).
Dalam khutbahnya yang bertajuk “Semangat Berqurban, Ta’awun, dan Kesadaran At-Takatsur”, H. R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., menjadikan Surat At-Takatsur sebagai kerangka refleksi. Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah tersebut mengingatkan bahwa fenomena at-takatsur atau bermegah-megahan kini bergeser ke ranah digital.
Menurut Alpha, tren berburu kemewahan materi saat ini bertransformasi menjadi budaya pencitraan. Masyarakat modern sering kali terjebak dalam perlombaan popularitas di media sosial demi menaikkan status sosial semata.
“Qurban bukan ajang menaikkan gengsi sosial, tetapi sarana merendahkan hati di hadapan Allah dan menguatkan solidaritas kepada sesama,” tegas Alpha di hadapan ratusan jamaah yang memadati lokasi shalat Id.
Melalui momentum ini, ia mengajak umat Islam untuk mengikis keserakahan. Harta, jabatan, dan popularitas yang manusia banggakan sering kali memicu sifat lupa diri jika kehilangan nilai keikhlasan.
Sentilan untuk Dunia Pendidikan Modern
Selain mengkritik fenomena flexing, Alpha memberikan sorotan tajam pada arah pendidikan masa kini. Ia menilai banyak lembaga pendidikan dan keluarga yang salah arah karena hanya berorientasi pada kompetisi lahiriah semata.
Keluarga Nabi Ibrahim AS, lanjutnya, justru memberikan teladan berharga mengenai pentingnya membangun tauhid, akhlak, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, sekolah tidak boleh sekadar mengejar prestasi akademik dan mengabaikan sensitivitas sosial peserta didik.
“Jangan sampai lingkungan pendidikan hanya melahirkan generasi yang pandai bersaing, tetapi miskin empati,” ujar Alpha mengingatkan.
Alpha menambahkan bahwa pendidikan sejati harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus rendah hati. Karakter religius yang kuat wajib berbanding lurus dengan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas.
Menghidupkan Semangat Ta’awun
Sebagai penawar dari penyakit individualisme modern, khutbah tersebut menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya ta’awun atau tolong-menolong. Segala kelebihan berupa ilmu, harta, maupun pengaruh harus diubah menjadi manfaat sosial yang konkret.
Pada akhir khutbah, Alpha menyampaikan empat pesan utama bagi umat Islam. Pertama, jangan biarkan syahwat bermegah-megahan melalaikan hidup. Kedua, jadikan qurban sebagai sarana pendidikan takwa yang sejati.
Ketiga, bangunlah keluarga dan sistem pendidikan yang berbasis pada nilai tauhid. Keempat, hidupkan semangat gotong royong agar setiap nikmat mendatangkan maslahat bagi sesama.
Pelaksanaan ibadah ini sendiri diselenggarakan oleh PRM Kademangan bersama DKM Misbahul Huda. Ratusan warga sekitar kawasan Gading Serpong mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat dan tertib hingga selesai.
Kontributor : Hendra
Editor: Al-Afasy
The post Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati! appeared first on Muhammadiyah Jateng.



