PWMJATENG.COM, CILACAP — Narapidana terorisme atau napiter Nusakambangan kini mendapatkan pembekalan keterampilan baru yang unik. Sebab, Lazismu Cilacap bersama Indensos Densus 88 AT dan DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Cilacap menggelar pelatihan khusus bagi mereka. Program sinergis ini berlangsung di Lapas Besi Nusakambangan pada Kamis (21/5/2026).
Langkah nyata tersebut menjadi bagian penting dari program deradikalisasi. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, para warga binaan mendapatkan keahlian sebagai juru sembelih halal. Pihak penyelenggara berharap agar keterampilan tersebut menjadi bekal produktif saat mereka bebas nanti.
Sinergi Lintas Sektor di Lapas Besi
Sebanyak 28 peserta antusias mengikuti agenda berskala penting ini. Mereka merupakan warga binaan dari Lapas Besi, Lapas Gladakan, serta Lapas Ngaseman. Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh penting juga turut mengawal jalannya acara dari awal hingga selesai.
Hadir dalam kegiatan itu Iwan Zuli dan Kossa dari Indensos Densus 88 AT. Tampak pula Kepala Lapas Besi Muda Husni dan Manajer Lazismu Cilacap Budi Santoso. Sementara itu, materi teknis dipandu langsung oleh Rofiqul Mustaqim bersama tim DPD JULEHA Cilacap.
Para napiter Nusakambangan tersebut tidak hanya duduk mendengarkan teori di dalam ruangan. Namun, mereka juga menerima materi komprehensif terkait tata cara menyembelih hewan sesuai syariat Islam. Setelah itu, seluruh peserta langsung mempraktikkan teknik penyembelihan yang benar di lapangan.
Komitmen Muhammadiyah dalam Pembinaan
Lazismu Cilacap menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian yang nyata. Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program pembinaan milik pemerintah. Karena, pendekatan keterampilan dinilai jauh lebih efektif untuk merangkul kembali para warga binaan.
“Ini merupakan komitmen Persyarikatan Muhammadiyah untuk mendukung pemerintah,” ujar Budi.
Budi menambahkan bahwa pembekalan ini bernilai ibadah sekaligus ekonomi. Oleh karena itu, pelatihan juskal atau juru sembelih ini sengaja dipilih karena pasarnya sangat terbuka luas di masyarakat.
Peluang Reintegrasi Sosial yang Lebih Baik
Sinergi positif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak eksternal. Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyambut hangat kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurut Muda, pembinaan ini membuka peluang usaha mandiri yang sangat bagus bagi para napiter.
“Keterampilan ini sangat bermanfaat ketika mereka menyelesaikan masa pidana,” tutur Muda.
Muda berharap agar keahlian sebagai juru sembelih halal membuat proses reintegrasi sosial berjalan lebih mulus. Maka dari itu, pihak lapas pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan serupa pada masa mendatang.
Kontributor: Lazismu Cilacap
Editor: Alafasy
The post Napiter Nusakambangan Kini Dilatih Jadi Juru Sembelih Halal, Bekal Penting Kembali ke Masyarakat appeared first on Muhammadiyah Jateng.




