• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, September 11, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

    IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

    UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

    Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Terapkan Model Pendidikan Muhammadiyah

    Rangkul Hobi Motoran Anak Muda, Pelantikan BikersMu Jateng Bakal Dilaksanakan di Rembang

    Sering Dianggap Bid’ah, Ini Pandangan Muhammadiyah Soal Ziarah Kubur

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

      IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

      UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

      Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Terapkan Model Pendidikan Muhammadiyah

      Rangkul Hobi Motoran Anak Muda, Pelantikan BikersMu Jateng Bakal Dilaksanakan di Rembang

      Sering Dianggap Bid’ah, Ini Pandangan Muhammadiyah Soal Ziarah Kubur

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

          IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

          UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

          Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Terapkan Model Pendidikan Muhammadiyah

          Rangkul Hobi Motoran Anak Muda, Pelantikan BikersMu Jateng Bakal Dilaksanakan di Rembang

          Sering Dianggap Bid’ah, Ini Pandangan Muhammadiyah Soal Ziarah Kubur

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

            IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

            UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

            Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Terapkan Model Pendidikan Muhammadiyah

            Rangkul Hobi Motoran Anak Muda, Pelantikan BikersMu Jateng Bakal Dilaksanakan di Rembang

            Sering Dianggap Bid’ah, Ini Pandangan Muhammadiyah Soal Ziarah Kubur

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              admin by admin
              20/05/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              Oleh : Prof. Dr. Emilda Sulasmi, M.Pd. – Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

              WartaTerkait

              Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

              IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

              UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

              Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Terapkan Model Pendidikan Muhammadiyah

              Hari Kebangkitan Nasional 2026 mengusung pesan penting: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema ini tidak semestinya berhenti sebagai slogan seremonial. Ia harus dibaca sebagai panggilan kebangsaan untuk menata ulang cara negara, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjaga generasi muda. Sebab, kedaulatan negara hari ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau batas teritorial, tetapi juga oleh mutu manusia yang tumbuh di dalamnya, apakah mereka terdidik, sehat, kritis, literat secara digital, berdaulat atas informasi, dan memperoleh kesempatan yang adil.

              Kebangkitan nasional pada awal abad ke-20 lahir dari kesadaran kaum terdidik. Boedi Oetomo menjadi simbol bahwa pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan jalan menuju martabat bangsa. Berkaca pada kerangka Human Capital Theory, pendidikan, kesehatan, dan keterampilan adalah investasi strategis bagi produktivitas dan kemajuan nasional (Schultz, 1961; Becker, 1964). Artinya, negara yang mengabaikan mutu pendidikan generasi mudanya sesungguhnya sedang melemahkan modal manusia dan daya saing bangsa.
              Namun, pendidikan tidak boleh direduksi hanya sebagai mesin pencetak tenaga kerja. Teori Capability Approach menegaskan bahwa pembangunan harus memperluas kemampuan nyata manusia untuk menjalani kehidupan yang bernilai (Sen, 1999). Dengan demikian, menjaga tunas bangsa bukan hanya berarti menyekolahkan anak, tetapi memastikan mereka memiliki kapabilitas untuk berpikir, bekerja, hidup sehat, berpartisipasi, dan menentukan masa depan secara bermartabat. Di sinilah keadilan kesempatan menjadi inti kebangkitan.

              Masalahnya, generasi muda Indonesia tidak berangkat dari garis start yang sama. Ada anak yang tumbuh dengan internet cepat, buku cukup, keluarga terdidik, dan lingkungan belajar kondusif. Namun, ada pula yang harus berbagi gawai, berjalan jauh ke sekolah, membantu ekonomi keluarga, atau belajar di satuan pendidikan dengan fasilitas terbatas. Ketimpangan ini berbahaya karena pendidikan yang timpang akan melahirkan masa depan yang timpang. Maka, Harkitnas 2026 harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa anak dari desa, madrasah kecil, pesantren, wilayah pesisir, keluarga miskin, atau daerah 3T memiliki akses yang sama terhadap pendidikan bermutu.

              Pendidikan bermutu tidak cukup diukur dari gedung sekolah, administrasi kurikulum, atau banyaknya kegiatan formal. Pendidikan bermutu harus terlihat dalam kemampuan peserta didik membaca, menulis, berhitung, bernalar, berdialog, bekerja sama, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Sekolah harus menjadi ruang pembentukan warga negara yang merdeka secara intelektual, bukan sekadar tempat pengisian materi pelajaran.

              Disinilah Critical Pedagogy Paulo Freire menjadi sangat relevan. Freire mengkritik model pendidikan yang menjadikan peserta didik sebagai “wadah kosong” penerima informasi. Pendidikan seharusnya membangun kesadaran kritis agar peserta didik mampu membaca realitas, memahami ketidakadilan, dan bertindak secara etis (Freire, 1970). Pada era digital, pedagogi kritis berarti membekali anak muda agar tidak menjadi konsumen pasif algoritma, tetapi mampu bertanya: siapa memproduksi informasi, untuk kepentingan apa, dengan bukti apa, dan apa dampaknya bagi kehidupan publik.

              Karena itu, literasi digital harus menjadi agenda utama menjaga tunas bangsa. Koneksi internet yang luas tidak otomatis melahirkan kecerdasan digital. Tanpa literasi, ruang digital dapat berubah menjadi arena hoaks, perundungan, ujaran kebencian, radikalisme, konsumerisme, dan manipulasi opini. Konsep media and information literacy menekankan pentingnya kemampuan mengakses, mengevaluasi, menggunakan, dan memproduksi informasi secara kritis dan etis (UNESCO, 2023). Dengan kata lain, kedaulatan informasi dimulai dari ruang kelas: dari kebiasaan memeriksa sumber, membandingkan data, menjaga privasi, memahami jejak digital, dan berdialog secara beradab.

              Namun, generasi muda tidak cukup hanya dibekali informasi. Mereka juga membutuhkan pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Dalam teori ketahanan pangan, pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan, tetapi juga akses, pemanfaatan, dan stabilitasnya (FAO, 2006). Ini berarti ketahanan pangan adalah bagian dari agenda pendidikan. Anak yang lapar tidak mungkin belajar optimal.

              Peserta didik yang kekurangan gizi akan mengalami hambatan dalam konsentrasi, perkembangan kognitif, dan partisipasi belajar. Maka, kantin sehat, edukasi gizi, kebun sekolah, program makan bergizi, koperasi pangan, serta kerja sama dengan puskesmas dan petani lokal perlu dipahami sebagai bagian dari manajemen pendidikan.

              Perspektif Systems Theory menjelaskan bahwa sekolah harus dipahami sebagai ekosistem. Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru, tetapi juga oleh kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum, budaya belajar, dukungan
              keluarga, kesehatan peserta didik, teknologi, pembiayaan, lingkungan sosial, dan kebijakan publik (Senge, 2006). Karena itu, penyelesaian masalah pendidikan tidak bisa parsial. Literasi tidak boleh dipisahkan dari kesehatan; digitalisasi tidak boleh dipisahkan dari etika; program pangan tidak boleh dipisahkan dari prestasi belajar; dan bimbingan karier tidak boleh dipisahkan dari keadilan sosial.

              Secara praktis, ada beberapa langkah yang dapat segera dilakuka, yaitu;

              Pertama, setiap satuan pendidikan perlu melakukan audit mutu berbasis data: memetakan literasi, numerasi, karakter, akses digital, kesehatan, dan kondisi
              sosial-ekonomi peserta didik.

              Kedua, sekolah harus menetapkan prioritas pembelajaran inti agar semua anak menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung, bernalar, dan berkomunikasi.

              Ketiga, literasi digital harus diintegrasikan lintas mata pelajaran, bukan hanya menjadi seminar tahunan. Guru agama dapat mengajarkan tabayyun digital, guru bahasa melatih analisis wacana, guru IPS membahas demokrasi digital, dan guru sains melatih validasi data.

              Keempat, sekolah perlu membangun kedaulatan informasi lokal melalui perpustakaan aktif, jurnal siswa, podcast edukatif, mading digital, kelas riset sederhana, dan forum diskusi ilmiah. Kelima, ketahanan pangan harus masuk
              dalam tata kelola sekolah melalui kantin sehat, pemantauan sarapan, edukasi gizi, dan kemitraan pangan lokal. Keenam, bimbingan karier dan vokasi harus dimulai lebih awal melalui pemetaan minat bakat, kelas profesi, magang, portofolio siswa, literasi keuangan, dan kewirausahaan sosial. Ketujuh, kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin pembelajaran, bukan sekadar pengelola administrasi.

              Akhirnya, Harkitnas 2026 harus mengembalikan bangsa ini pada kesadaran dasar, yaitu generasi muda bukan objek seremoni, melainkan subjek kedaulatan. Menjaga tunas bangsa berarti menanam pengetahuan, merawat
              akhlak, menjamin pangan, membuka kesempatan, dan membangun nalar kritis. Bangsa yang gagal menjaga tunasnya akan kehilangan hutannya di masa depan.

              Karena itu, kebangkitan nasional tidak boleh berhenti pada upacara; ia harus hidup dalam ruang kelas, keluarga, desa, layar digital, dan kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masa depan anak bangsa. (***)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

              Next Post

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Masuk TOP 10 PTMA Se-Indonesia, UMP Loloskan Empat Tim ke KMI Expo 2026

              11/09/2026
              BeritaMu

              IMMPact PK IMM KIP UMP 2026 Buka Jalan Ratusan Mahasiswa Jadi Calon Pendidik Islami

              11/09/2026
              BeritaMu

              UMPWR Percepat Langkah Jadi Kampus Unggul Lewat RTM 2026

              11/09/2026
              Next Post

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                OIF UMSU-JUFAS Malaysia Gelar Kolokium Astronomy Islam Internasional​Peny Eriska

                11/09/2026

                Terima 7.131 Mahasiswa Baru, UMY Siapkan Jalur Percepatan Studi dan Karier Global

                11/09/2026

                UMY Salurkan Rp34,15 Miliar Beasiswa bagi Mahasiswa Baru 2026

                11/09/2026

                Reog Warnai Mastamaru 2026, UMPO Kenalkan Budaya Ponorogo kepada Mahasiswa Baru

                11/09/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,385)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,197)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                OIF UMSU-JUFAS Malaysia Gelar Kolokium Astronomy Islam Internasional​Peny Eriska

                11/09/2026

                Terima 7.131 Mahasiswa Baru, UMY Siapkan Jalur Percepatan Studi dan Karier Global

                11/09/2026

                UMY Salurkan Rp34,15 Miliar Beasiswa bagi Mahasiswa Baru 2026

                11/09/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In