PWMJATENG.COM, MAGELANG Suasana megah Candi Borobudur pada Selasa pagi, 12 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Di antara ribuan wisatawan, siswa-siswi SMP Muhammadiyah 5 Kandangan terlihat antusias membawa buku catatan dan perangkat digital.
Mereka tengah mengikuti kegiatan bertajuk “Speak & Explore: English Outing Class at Borobudur”. Program ini berfungsi sebagai laboratorium bahasa luar ruangan untuk menguji keberanian komunikasi siswa dalam bahasa Inggris secara langsung.
Memecah Kebuntuan Bahasa di Pelataran Candi
Para siswa tersebar di beberapa titik strategis kompleks Candi Borobudur sejak pukul 08.00 WIB. Program ini menekankan pada dua aspek utama, yaitu kemampuan berbicara (Speak) dan kemampuan mengeksplorasi informasi (Explore).
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghapus rasa takut salah saat berbicara. Oleh karena itu, sekolah mendorong siswa keluar dari zona nyaman untuk berinteraksi langsung dengan penutur asli.
Setiap kelompok siswa membawa panduan digital dan peta interaktif sebagai navigasi utama. Selain itu, mereka menggunakan aplikasi khusus untuk membantu menemukan padanan kata yang tepat saat menjelaskan relief candi kepada turis asing.
Integrasi Teknologi Digital dan Budaya Lokal
Pemanfaatan teknologi informasi yang masif menjadi pembeda utama kegiatan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Siswa memanfaatkan fitur English Practice berbasis digital yang terintegrasi langsung dengan lokasi mereka berada.
Beberapa siswa dengan berani menyapa turis asal Eropa dan Australia di area stupa. Mereka melakukan wawancara singkat mengenai kesan para turis terhadap Indonesia sambil merekam dokumentasi konten kreatif sekolah.
Seorang siswi kelas VIII mengaku sempat merasa gugup sebelum memulai percakapan. Namun, keramahan turis asal Belanda memberikan rasa percaya diri yang luar biasa baginya untuk terus berlatih.
Membangun Generasi Muda Berwawasan Global
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mempromosikan budaya Indonesia. Siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan bertindak layaknya “Duta Cilik” yang mengenalkan kearifan lokal kepada dunia internasional.
Pihak sekolah menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris merupakan keharusan di era sekarang. Namun, mereka tetap menanamkan rasa cinta tanah air dengan memilih Borobudur sebagai lokasi utama pembelajaran.
Kesuksesan program ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan keterampilan praktis dapat berjalan beriringan. Akhirnya, para siswa pulang membawa pengalaman mental berharga sebagai jembatan menuju dunia yang lebih luas.
Kontributor: Wahyu Anggoro
Editor: Ayma
The post SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Gelar Speak & Explore: Siswa Uji Nyali Bahasa Inggris di Borobudur appeared first on Muhammadiyah Jateng.



