PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis di ruang Ma’had Abu Bakar UMS. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa di era digital.
Pelatihan tersebut diikuti pengurus HMP IQT UMS dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi mahasiswa dalam membekali anggotanya dengan kemampuan komunikasi visual yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Ketua panitia, Atha Dzaky Ismail, menyampaikan bahwa desain grafis saat ini bukan lagi bidang yang hanya dikuasai kalangan profesional. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka peluang luas bagi siapa saja untuk mempelajarinya sebagai keterampilan yang bermanfaat.
“Siapa tahu, dengan mengikuti pelatihan ini bisa menjadi awal perjalanan menuju kesuksesan di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bendahara Umum HMP IQT, Sholikhatun Khonitah, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan peserta dalam menyampaikan makna dan pesan melalui karya visual.
“Melalui acara ini diharapkan peserta tidak hanya memahami teknik desain, tetapi juga mampu mengasah kreativitas serta memperluas wawasan dalam bidang desain grafis. Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk berkembang,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Calvin Izumi, A.Md., menjelaskan bahwa desain grafis merupakan bentuk komunikasi visual yang menyampaikan pesan melalui gambar, termasuk teks sebagai unsur visual. Peserta dikenalkan pada elemen dasar desain seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur.
Selain itu, peserta juga mempelajari prinsip desain yang meliputi keseimbangan, kontras, hirarki, dan proporsi. Izumi turut menekankan pentingnya tipografi dan pemilihan warna karena keduanya dapat memengaruhi emosi audiens.
Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan desain dimulai dari memahami kebutuhan atau brief, dilanjutkan dengan pengembangan konsep, proses perancangan, hingga tahap finalisasi.
“Dalam proses pembuatan desain, alur kerja dimulai dari memahami kebutuhan klien (brief), mengembangkan konsep, proses desain, hingga tahap finalisasi. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menghasilkan karya yang maksimal,” katanya.
Pada sesi penutup, Izumi mengingatkan bahwa desain bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga sarana untuk menyampaikan cerita dan pesan secara efektif.
“Pesan yang ingin disampaikan, waktu penyampaian, serta isi desain harus dipikirkan secara matang agar tidak sekadar asal jadi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, HMP IQT UMS menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan keterampilan anggotanya. Pelatihan desain grafis diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memanfaatkan media kreatif sebagai sarana penyampaian pesan yang efektif di era digital.
Kontributor: Nurul
Editor: Al-Afasy
The post HMP IQT UMS Gelar Pelatihan Desain Grafis untuk Asah Kreativitas Mahasiswa appeared first on Muhammadiyah Jateng.



