PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Setelah menjalani masa gap year, Afifah Faikar Husna asal Magelang mantap melanjutkan studi ke Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), jurusan yang dinilainya sesuai dengan minat dan cita-citanya.
Ketertarikan Afifah pada dunia farmasi bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak lama, ia menyukai mata pelajaran sains, khususnya kimia dan biologi, sehingga merasa yakin menempuh pendidikan di bidang tersebut.
“Saya sudah tertarik pada Farmasi sejak dulu karena suka kimia dan biologi. Jadi, saya merasa memang ini tujuan saya,” kata Afifah di Ruang Admisi PMB UMS, Sabtu (18/4).
Dukungan keluarga turut menguatkan langkahnya. Orang tuanya menilai UMS memiliki kualitas yang baik, terlebih Program Studi Farmasi telah meraih predikat Unggul dari LAM-PTKes dan memenuhi standar kualitas internasional AUN-QA.
Menurut Afifah, keluarganya mendorong agar ia mengambil peluang lebih awal melalui jalur seleksi yang tersedia di UMS.
“Mereka menyarankan memilih jalur yang hasilnya bisa segera diketahui, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama seperti seleksi lain,” ujarnya.
Keyakinan itu membuat Afifah fokus mendaftar ke Farmasi UMS tanpa mengikuti seleksi di perguruan tinggi lain. Baginya, kualitas program studi tersebut sudah cukup meyakinkan untuk menjadi pilihan utama.
Selain reputasi akademik, Afifah juga mendengar pengalaman positif tentang alumni UMS yang dinilai memiliki peluang kerja yang baik setelah lulus. Cerita itu ia peroleh dari salah satu saudaranya yang merupakan alumni Ilmu Gizi UMS.
Kesan pertamanya saat datang ke kampus pun semakin menguatkan pilihan tersebut.
“Pertama kali ke UMS, saya melihat kampusnya bersih, nyaman, dan memiliki fasilitas yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, UMS saat ini membuka empat jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni jalur CBT, rapor, SNBP, dan skor UTBK.
Koordinator One Day Service UMS, Alif Rahmat Yudha Putra, S.Kom., menjelaskan bahwa jalur CBT memiliki keunggulan karena hasil seleksi dapat diketahui pada hari yang sama.
“Hasil seleksi jalur CBT bisa langsung diketahui pada hari yang sama, seperti yang dialami Afifah saat dinyatakan lolos di Program Studi Farmasi,” jelas Alif.
Ia menambahkan, calon mahasiswa yang mengikuti tes CBT cukup membawa bukti reservasi tes dan berkas persyaratan, lalu mengikuti ujian sesuai jadwal.
“Apabila lolos passing grade, calon mahasiswa bisa langsung mencetak sertifikat di Ruang Admisi PMB Lantai 3 Gedung Siti Walidah,” ujarnya.
Setelah itu, calon mahasiswa dapat melanjutkan pembayaran dana pengembangan dan melengkapi berkas administrasi untuk memperoleh kartu tanda mahasiswa serta jas almamater.
“Jadi, dalam sehari bisa langsung menjadi mahasiswa UMS,” kata Alif.
Berbeda dengan jalur CBT, pada jalur rapor calon mahasiswa perlu menunggu paling lama 14 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap untuk mengetahui hasil seleksi.
Per 18 April 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar UMS mencapai 13.175 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.177 calon mahasiswa telah melakukan registrasi.
Untuk program studi favorit, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi masih menjadi pilihan utama. Selain itu, di rumpun kesehatan, Program Studi Farmasi dan Keperawatan juga diminati banyak pendaftar.
Saat ini, Program Studi Farmasi telah terisi 58 persen dari kuota yang tersedia, sedangkan Keperawatan mencapai 30 persen. Adapun di rumpun sosial humaniora, Program Studi Bisnis Digital mulai diminati dengan keterisian kuota mencapai 40 persen.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy
The post Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita appeared first on Muhammadiyah Jateng.



