PWMJATENG.COM, CILACAP — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesugihan menggelar silaturahmi dan pengukuhan enam Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA), Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), serta Kantor Layanan Lazismu Cabang Kesugihan di halaman Komplek Muhammadiyah Children Center (MCC) LKSA Panti Asuhan An Nur, Jalan Pisang Timur, Karangkandri, Kesugihan, Cilacap, Ahad, 29 Maret 2026.
Pengukuhan dilakukan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali, dan dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Suwarno.
Enam ranting yang dikukuhkan meliputi PRM Planjan, Kalisabuk, Menganti, Slarang, Kesugihan Kidul, dan Karangkandri. Selain itu, turut dikukuhkan PRA Planjan, JATAM Cabang Kesugihan, dan Kantor Layanan Lazismu Cabang Kesugihan.
Habib Ghozali Minta Ranting Menjadi Unggulan
Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya enam ranting sekaligus di lingkungan PCM Kesugihan. Menurutnya, hal itu menunjukkan kemampuan dan potensi besar yang dimiliki cabang untuk terus berkembang.
“Enam ranting sekaligus, ditambah PRA, JATAM, dan Lazismu, menggambarkan proses yang luar biasa. Ini bukti kita sebenarnya mempunyai kemampuan. Tetapi koordinasi harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia meminta ranting-ranting yang baru dikukuhkan tidak berhenti pada formalitas organisasi, tetapi diarahkan menjadi ranting unggulan. Salah satu caranya, kata dia, dengan menghadirkan amal usaha Muhammadiyah yang spesifik dan memiliki keunggulan dibanding tempat lain.
“Membuat AUM-AUM spesifik yang belum ada di tempat lain menjadi salah satu cara terbaik untuk menjadi unggul,” harapnya.
Habib Ghozali juga menilai pengukuhan JATAM dan Kantor Layanan Lazismu membuka peluang besar bagi pengembangan Muhammadiyah di Cabang Kesugihan.
LPCR PWM Jateng Dorong Penambahan Ranting
Ketua LPCR PWM Jawa Tengah, Suwarno, menegaskan bahwa ranting baru di Cabang Kesugihan harus diarahkan menjadi ranting unggulan. Menurutnya, ranting yang kuat harus memiliki legalitas, papan nama, kantor, anggota, dan kegiatan yang berkelanjutan.
“Harus menjadi ranting yang unggul,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ranting minimal memiliki Surat Keputusan dari PCM, surat pendirian ranting, serta kantor atau tempat kegiatan. Jika belum memiliki kantor, hal itu perlu menjadi salah satu program yang segera diwujudkan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pertumbuhan anggota. Menurutnya, penambahan ranting harus diikuti dengan bertambahnya anggota Muhammadiyah.
“Kalau tambah ranting, harus tambah anggota,” jelasnya.
Suwarno menyebut Jawa Tengah memiliki sekitar 8.600 desa atau kelurahan. Dari jumlah itu, hingga kini telah berdiri sekitar 4.700 ranting dan 589 cabang di 573 kecamatan. Target hingga Muktamar ke-49 adalah mencapai 5.200 ranting.
“Bila digerakkan bersama, satu cabang satu ranting baru, target itu bisa dicapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan ranting dapat dimulai dengan lima orang pengurus, yaitu ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Setelah berdiri, yang terpenting adalah adanya kegiatan, terutama pengajian.
Silaturahmi Jadi Kunci Dinamika Muhammadiyah
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Ustaz Ibnu Hasan, juga menyampaikan pengajian tentang pentingnya silaturahmi dalam membangun dinamika gerakan Muhammadiyah.
“Kita Muhammadiyah harus membangun dengan silaturahmi,” tegasnya.
Menurut dia, silaturahmi membuat Muhammadiyah menjadi dinamis dan membuka ruang kolaborasi lebih luas, baik dengan pemerintah maupun organisasi lain. Hakikat silaturahmi, lanjutnya, adalah membangun dinamika yang mengarah pada dua hal, yakni kesalehan pribadi sebagai spiritualitas dan aksi sosial.
“Muhammadiyah harus menghadirkan dua kesalehan sekaligus,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PRM Karangkandri, Cholid, mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi dengan PCM Kesugihan untuk memetakan program kerja setelah pengukuhan.
“Mendukung program-program yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah pusat,” ujarnya.
Ketua PCM Kesugihan, Subagyo, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan pengukuhan tersebut.
“Alhamdulillah, dengan semangat dan motivasi dari pimpinan daerah serta teman-teman, enam ranting, PRA, JATAM, dan KL Lazismu dapat dikukuhkan,” ucapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Cilacap, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, organisasi otonom, unsur Forkopimcam Kesugihan, Pemerintah Desa Karangkandri, serta jamaah pengajian.
Melalui pengukuhan ini, Cabang Kesugihan diharapkan semakin kuat dalam membangun jaringan ranting, mengembangkan amal usaha, dan memperluas pelayanan dakwah di tengah masyarakat.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy
The post Enam Ranting Muhammadiyah Kesugihan Dikukuhkan, Ditarget Menjadi Unggulan appeared first on Muhammadiyah Jateng.









