PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai desa di Kecamatan Purwojati menghadiri Pengajian Ahad Kliwon yang dirangkaikan dengan silaturahmi Syawal di TPQ Al Fatih, Desa Gerduren, Ahad, 29 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, jamaah diajak untuk bangga dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai ikhtiar Muhammadiyah menghadirkan kepastian waktu ibadah.
Sejak pagi, jamaah memadati lokasi kegiatan dengan antusias. Acara diawali penampilan santri TPQ Al Fatih yang mempersembahkan gerak tari islami dipadukan dengan lantunan selawat, sehingga menambah semarak suasana silaturahmi pasca-Idulfitri.
Pengajian Ahad Kliwon Purwojati Pererat Ukhuwah
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Purwojati, H. Mulyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gerduren yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia juga menginformasikan bahwa Pengajian Ahad Kliwon berikutnya akan dirangkaikan dengan pelepasan jamaah haji Muhammadiyah Cabang Purwojati. Selain itu, ia mengajak seluruh ranting Muhammadiyah untuk mengerahkan anggotanya dalam tabligh akbar yang akan digelar pada 12 April 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Umar AR Ajak Jamaah Bangga dengan KHGT
Tausiyah dalam kegiatan ini disampaikan Ustaz Drs. H. Umar AR, salah seorang mubalig senior di Kabupaten Banyumas. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus mengajak jamaah untuk saling memaafkan.
Ia juga menegaskan pentingnya rasa bangga sebagai umat Islam, khususnya sebagai warga Muhammadiyah, atas hadirnya KHGT yang dipandang sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesatuan penanggalan Islam.
Tiga Pesan Penting dalam Tausiyah Syawal
Selain menyinggung KHGT, Umar AR juga mengingatkan jamaah tentang tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan Nabi Muhammad SAW. Pertama, celakalah orang yang bertemu Ramadan tetapi tidak memperoleh ampunan. Kedua, celakalah orang yang masih memiliki orang tua, tetapi tidak berbakti hingga tidak mengantarkannya ke surga. Ketiga, celakalah orang yang tidak berselawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebutkan.
Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar bulan Syawal tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga masa untuk memperkuat iman, akhlak, dan kepedulian kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, keimanan, dan kepedulian sosial warga Muhammadiyah diharapkan semakin tumbuh serta membawa keberkahan di bulan Syawal.
Kontributor: M. Arief Sitegar
Editor: Al-Afasy
The post Pengajian Ahad Kliwon Purwojati, Warga Muhammadiyah Diajak Bangga dengan KHGT appeared first on Muhammadiyah Jateng.









