PWMJATENG.COM, SRAGEN – Mengawali Ramadan 1447 H, Lazismu Kabupaten Sragen menggelar Safari Ramadan yang sarat dengan pesan reflektif di Dapur Lely, Sragen, Ahad (8/3). Kajian ini menyoroti fenomena “ketimpangan rukun Islam” di Indonesia, di mana antusiasme ibadah haji melonjak drastis namun kesadaran menunaikan zakat masih tertinggal jauh.
Ketua Lazismu Sragen, Ikhwanushoffa, dalam tausiyahnya memberikan catatan kritis bagi umat Islam. Ia melihat ada kecenderungan masyarakat lebih mengejar status haji daripada memenuhi kewajiban zakat yang secara urutan rukun Islam seharusnya lebih dulu dilatih.
“Banyak umat Islam yang menunaikan rukun Islam tidak urut. Sedikit yang melaksanakan zakat, tetapi banyak yang menunaikan haji. Zakat dan puasa seharusnya menjadi latihan dasar sebelum seseorang memikirkan ibadah haji,” tegas Ikhwanushoffa.
Menurutnya, fenomena ini tidak lepas dari pola pendidikan sejak dini yang lebih sering memperkenalkan manasik haji kepada anak-anak, sementara edukasi mengenai kewajiban zakat dan sedekah porsinya masih minim.
Ikhwanushoffa juga menyentil besarnya biaya sosial yang dikeluarkan masyarakat untuk acara seremonial, seperti resepsi pernikahan atau acara pamitan haji yang bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Uang yang digunakan untuk pamitan haji atau resepsi itu jika disedekahkan, berapa banyak orang miskin yang terbantu? Kemiskinan di Indonesia pasti berkurang drastis jika kita benar-benar mengamalkan Surah Al-Ma’un,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia mengingatkan bahwa ciri kaum muttaqin (orang bertakwa) menurut Surah Ali Imran ayat 133-134 adalah mereka yang gemar berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit. Orang yang rajin salat seharusnya sudah membuang sifat kikir dari dalam dirinya.
Menutup kajian, Lazismu Sragen mengajak jamaah untuk mengubah gaya hidup konsumtif dan bermewah-mewah menjadi pribadi yang peduli pada kemaslahatan umat melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
“Mari kita ubah pola hidup kita. Menjadi kaum muttaqin berarti menjadi pribadi yang ringan tangan untuk berzakat dan bersedekah, memastikan keberadaan kita menjadi solusi bagi kemiskinan di sekitar kita,” pungkasnya.
Kontributor: Rizky Maradona | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Kritik Lazismu Sragen: Banyak Orang Antre Haji, Tapi Sedikit yang Tertib Zakat appeared first on Muhammadiyah Jateng.






