• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

    Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

    Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

    Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

    UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

    UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

    LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

      Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

      Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

      Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

      UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

      UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

      LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

          Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

          Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

          Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

          UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

          UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

          LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

            Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

            Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

            Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

            UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

            UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

            LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Pro-Kontra KHGT: Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya

              admin by admin
              20/02/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Pro-Kontra KHGT: Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya

              Oleh: Muhammad Zulfi Ifani, Anggota LPCRPM PP Muhammadiyah

              WartaTerkait

              Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

              “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” Prof. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

              Ada rutinitas ‘aneh’ menjelang Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan atau Idul Adha. Dimana umat Islam di Indonesia bahkan di dunia memasuki fase berulang yang penuh ketidakpastian. Grup WhatsApp ramai, Facebook dan media sosial pun ikut gaduh penuh perdebatan. Yaitu, perdebatan klasik berulang: jadi puasanya kapan? Lebarannya hari apa?

              Bahkan di era AI saat ini, umat masih harus menunggu malam hari H-1. Menunggu kepastian dari sidang isbat, rukyat, atau pengumuman yang kadang berbeda satu sama lainnya.

              Padahal dunia modern saat ini justru dibangun di atas kepastian. Masyarakat global membutuhkan kalender yang akurat. Maskapai penerbangan tak bisa berkata, “Kita lihat hilal dulu baru tentukan jadwal.” Bursa saham tak bisa menunggu rukyat. Dunia pendidikan, industri, dan birokrasi berjalan dengan sistem waktu yang terukur, konsisten, dan ilmiah.

              Di tengah realitas itu, gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Muhammadiyah muncul sebagai tawaran solusi. Sebuah ikhtiar menyatukan penanggalan umat Islam secara global berbasis perhitungan astronomi yang akurat. Namun seperti banyak gagasan pembaruan dalam sejarah, KHGT tentu tidak datang tanpa pro-kontra. Menariknya, kita bisa melihat di masa lampu pertarungan pro-kontra semacam ini, déjà vu.

              Oleh karena itu, sebagai pembelajar tema kepemimpinan dan inovasi kebijakan, saya akan bercerita singkat menyinggung KHGT dalam tulisan ini.

              Kisah Lama: Pelurusan Kiblat

              Awal abad ke-20, KH Ahmad Dahlan yang baru pulang dari Mekkah membawa suatu kegelisahan. Ia mempelajari ilmu falak dan ilmu bumi, lalu menyadari bahwa arah kiblat masjid-masjid di Yogyakarta kurang tepat. Selama ini masyarakat shalat menghadap lurus ke barat, padahal arah Ka’bah sebenarnya condong ke barat laut.

              Bagi sebagian orang, seharusnya ini hanya persoalan teknis kemampuan mengukur. Tetapi bagi masyarakat waktu itu, hal ini menjadi begitu sensitif karena terkait dengan otoritas agama dan tradisi yang turun-temurun. KH Ahmad Dahlan berdialog dengan para ulama. Ia menjelaskan dengan dalil dan perhitungan ilmiah. Namun penolakan tetap muncul. Bahkan langgar yang dibangun dengan arah kiblat yang ia luruskan secara mandiri sempat dibongkar. Ia pun dituduh membawa ajaran baru – bahkan dianggap akan makar terhadap Keraton Yogyakarta.

              Bayangkan saja, tekanan sosial dari sekelilingnya yang begitu keras saat itu. Tidak sedikit yang mencibir, bahkan memusuhi. Ia dan istrinya sempat kecewa berat, bahkan berencana pergi angkat kaki dari Jogja. Namun pada akhirnya, ia tidak mundur & konsisten dengan keyakinan ilmiahnya.

              Hari ini, lebih dari seabad berlalu, hampir semua masjid di Indonesia juga bahkan dunia menggunakan arah kiblat berbasis ilmu falak yang akurat. Tak ada lagi perdebatan berarti soal itu. Apa yang dulu dianggap kontroversial kini menjadi standar normal.

              Sejarah memberi pelajaran sederhana: pembaharuan yang berbasis ilmu dan data, asalkan berawal dari niat baik seringkali ditolak pada awalnya. Namun, pelan tapi pasti, akan diterima juga pada suatu masa nanti – ketika terasa manfaatnya.

              Kisah Baru: KHGT

              Kini, Muhammadiyah kembali menawarkan pembaharuan melalui KHGT. Tujuannya jelas: menghadirkan sistem kalender Islam global yang tunggal, sehingga umat Islam di seluruh dunia tak lagi terpecah dalam menentukan awal bulan penting. Satu hari, satu tanggal istilah kerennya.

              Tentu saja pro-kontra tetap muncul. Sebagian khawatir akan menggeser tradisi rukyat lokal. Sebagian lagi mempertanyakan kesiapan umat menerima sistem global. Bahkan ada yang memandangnya terlalu modern. Atau lebih ekstrimnya, pilihan ini dianggap tidak syar’i – tak ada dalilnya.

              Namun jika kita jujur, substansi KHGT bukanlah meninggalkan syariat, melainkan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memastikan ketepatan. Sama seperti pelurusan kiblat dahulu, ini adalah upaya menghadirkan akurasi berbasis sains.

              Sebagai pembelajar tema kepemimpinan dan inovasi kebijakan. Saya melihat kasus KHGT ini dalam dua teori kepemimpinan modern:

              Pertama, Transformational Leadership. Bahwa Kepemimpinan transformasional berbicara tentang kemampuan pemimpin untuk mengubah cara pandang dan nilai dari para pengikutnya. KH Ahmad Dahlan tak hanya mengoreksi arah kiblat secara fisik, tetapi juga menggeser mental umat yang sifatnya non-fisik: bahwa agama dan ilmu pengetahuan jangan dipertentangkan – integrasi saja.

              KHGT pun berada di rel yang sama. Ia bukan sekadar soal kalender penanggalan, tetapi perubahan cara berpikir umat tentang waktu, modernisasi, globalisasi dan integrasi ilmu. Mereka yang memimpin dengan cara transformasional berani menawarkan visi jangka panjang, meskipun resikonya ditolak dan tidak populer dalam jangka pendek.

              Kedua, Evidence-Based Problem Solving. Ahmad Dahlan menggunakan ilmu falak sebagai dasar koreksi kiblat. Ia tidak bertindak atas spekulasi, melainkan ilmu dan data yang ilmiah. KHGT pun sama, ia berdiri di atas perhitungan astronomi yang modern dan akurat. Ini adalah contoh pengambilan keputusan berbasis bukti.

              Dalam dunia modern saat ini, kebijakan yang kokoh harus berawal dari data dan riset ilmiah. Bukan yang dengan sebatas insting “kayaknya ini bagus, kayaknya ini penting” apalagi pemikiran ABS (asal bapak senang).

              Jika dahulu, ilmu pengetahuan dapat memastikan arah kiblat dengan akurat. Seharusnya hari ini, ilmu pengetahuan juga bisa memastikan kalender Islam secara global.

              Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya

              KHGT bila dibaca menggunakan kacamata Difusi Inovasi (Everett Rogers) boleh jadi sedang berada di fase awal, yaitu di fase innovator & early adopters yang tergolong masih minoritas. Akan tetapi, Rogers menekankan bahwa adopsi inovasi akan selalu berbentuk kurva S. Awalnya lambat, kemudian cepat, lalu stabil dan menjadi norma umum di dalam masyarakat.

              Ada adagium yang populer, sering terdengar di kalangan warga persyarikatan: “Semua akan Muhammadiyah pada waktunya.” Mungkin terkesan sombong, tapi bukan itu poinnya. Adagium ini menjadi refleksi sejarah. Banyak gagasan Muhammadiyah yang awalnya dianggap aneh, kemudian justru menjadi standar normal dalam masyarakat.

              Jika dahulu pelurusan kiblat adalah salah satunya. Hari ini, KHGT akan jadi contoh berikutnya. Insya ALLAH. (SM)

               

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              “Ojo Piya-Piye, Lakoni Wae” Just Do It dalam Spirit Ramadhan

              Next Post

              Puasa, Cara Allah Mengingatkan Betapa Fundamentalnya Nikmat Hidup

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

              20/05/2026
              BeritaMu

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              20/05/2026
              BeritaMu

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              20/05/2026
              Next Post

              Puasa, Cara Allah Mengingatkan Betapa Fundamentalnya Nikmat Hidup

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

                20/05/2026

                Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

                20/05/2026

                Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

                20/05/2026

                Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

                20/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,155)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,702)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

                20/05/2026

                Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

                20/05/2026

                Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

                20/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In