PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan arah baru bagi ekosistem riset nasional. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa transformasi perguruan tinggi kini wajib berorientasi pada riset produktif yang adaptif, inovatif, serta berdampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam Rapat Koordinasi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2), Fauzan mengungkapkan bahwa inovasi di Indonesia menunjukkan performa positif (over performer) dibandingkan negara berpendapatan menengah atas lainnya. Namun, sinkronisasi antara hasil riset dengan kebutuhan industri dan pasar domestik masih perlu diperkuat.
Kabar baik bagi dunia akademik, pemerintah mengalokasikan total anggaran riset periode 2025/2026 sebesar Rp81,4 triliun, naik signifikan 21,4% dari periode sebelumnya. Menariknya, sekitar Rp500 miliar dari dana penelitian akan dialokasikan khusus untuk honorarium atau insentif peneliti.
“Skema honor ini dibangun agar ekosistem riset kita positif. Ini arahan langsung Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen. Harapannya, produktivitas riset meningkat seiring dengan terjaminnya kesejahteraan para peneliti mulai tahun 2026,” jelas Fauzan.

Fauzan menekankan pentingnya pergeseran fokus riset dari sekadar pemenuhan administratif (konsumtif) menjadi riset yang mendorong pertumbuhan ekonomi (produktif). Pemerintah akan menjalankan dua jalur akselerasi:
- Riset Prioritas: Fokus pada pemerataan riset di seluruh Indonesia.
- Riset Strategis: Fokus pada penyelesaian krisis kritis seperti ketahanan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengelolaan limbah.
Kementerian mendorong kampus bertransformasi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi melalui kemitraan multipihak (BUMN, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara). Intervensi ini diharapkan mampu menjawab tantangan di bidang kesehatan, pertanian, dan pengentasan kemiskinan.
“Kami melihat kampus bukan hanya tempat belajar, tapi pusat solusi riil bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.
Kontributor: Gede | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Anggaran Naik 21,4%, Dirjen Riset Pastikan Insentif Rp500 Miliar untuk Kesejahteraan Peneliti di 2026 appeared first on Muhammadiyah Jateng.



