PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Debit air banjir di wilayah Pantura Pekalongan kembali meningkat secara signifikan. Merespons kondisi darurat tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan telah menginstruksikan penggunaan aset-aset Persyarikatan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak.
Berdasarkan laporan Kepala Kantor Lazismu Pencongan, Winarto, per Senin (9/2/2026), dua titik utama pengungsian di Pencongan menampung 133 jiwa:
- Madrasah Diniyah Ar Rohmah: 73 Jiwa (29 KK), termasuk 6 lansia dan 8 anak-anak.
- Masjid Babussalam: 60 Jiwa, termasuk 7 lansia dan 1 balita.
Di wilayah Wonokerto, Moh. Dwi Kurniawan Rizqi melaporkan pengungsi juga tersebar di Masjid Asy Syifa (22 jiwa), Masjid Al Muqorrobien (10 jiwa), Musholla Baitussalam (20 jiwa), dan beberapa titik lainnya.
Selain pengungsian, Muhammadiyah melalui Posyan Pencongan telah mengaktifkan Dapur Umum di:
- Masjid Al Muttaqin Pesanggrahan.
- Perumahan Wira Baru 1 Pekuncen.
Ironisnya, bencana ini juga merendam 17 aset bangunan Muhammadiyah di Wonokerto dan Pencongan, meliputi TK ABA, SD, SMP Muhammadiyah, hingga Kantor Panti Asuhan.
Editor: Al-Afasy
The post Banjir Pekalongan Meluas: Masjid dan Madrasah Muhammadiyah Jadi Suaka Ratusan Pengungsi appeared first on Muhammadiyah Jateng.



