Muhammadiyah Tegaskan Jati Diri Filantropi, Mengabdi untuk Seluruh Umat
INFOMU.CO | Probolinggo – Muhammadiyah bukan hanya sekadar organisasi, melainkan lembaga filantropi, gerakan yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh umat. Tanpa terkecuali.
Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, saat memberi amanat Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (17/1) di SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Paiton.
Bahkan, lanjut Mu’ti. “Muhammadiyah telah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan bersama organisasi lain, melalui para tokohnya, turut berperan dalam mendirikan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Saat berdirinya pada 1912, Muhammadiyah membentuk empat bagian atau majelis, untuk tujuan pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan bangsa. Antara lain adalah Bagian Pengajaran, Bagian Tabligh, Bagian Pustaka dan Bagian Penolong Kesengsaraan Umum (PKU).
“Itulah mengapa sejak awal berdiri, Muhammadiyah memilih fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan,” jelas Mu’ti.
Disampaikannya, secara nasional sekolah Muhammadiyah saat ini telah mencapai sekitar 10 persen dari keseluruhan sekolah swasta di Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 20 ribu Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA).
Sementara untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), saat ini Persyarikatan telah memiliki sejumlah 164 dengan total mahasiswa lebih dari 800 ribu orang.
“Jumlah peserta didik di sekolah-sekolah Muhammadiyah mencapai sekitar 1,1 juta siswa, dengan jumlah rumah sakit Muhammadiyah sebanyak 128 unit,” ungkapnya.
“Seluruh amal usaha ini dijalankan bukan sekadar untuk mencari profit, melainkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” imbuh Mu’ti.
Dalam kesempatan di kawasan Tapal Kuda ini, Mendikdasmen juga menandatangani prasasti peresmian gedung sekolah dan masjid. Yakni, peresmian gedung lantai 2 KB-TK ABA Paiton, Masjid Mujahidin, dan ground breaking pembangunan Aula Prof. Dr. Abdul Mu’ti di SD Mutu Paiton.
Selain itu, penandatanganan prasasti peresmian KB-TK ABA Ceria Leces, Gedung SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Masjid Al Khobar Banyuanyar, serta Masjid Raisul Anwar Kotaanyar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PDM Kabupaten Probolinggo, Sigit Prasetyo mengungkapkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan di Kabupaten Probolinggo saat ini berjumlah sekitar 16 lembaga, mulai dari jenjang KB-TK hingga SMA.
“Sekitar 80 persen peserta didik berasal dari warga Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, kurikulum di lembaga Muhammadiyah tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.
Ia menambahkan, PDM Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjalankan AUM di bidang pendidikan dan kesehatan. Tetapi, juga aktif hadir dalam kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penanganan bencana, pemberian bantuan kepada keluarga kurang mampu, anak yatim, serta janda yang membutuhkan santunan.
“Harapan kami, jangan anggap kami sebagai tamu, tetapi jadikan kami saudara untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Melihat apa yang telah dilakukan Muhammadiyah di Probolinggo ini, Bupati Mohammad Haris menilai kunjungan kali ini menjadi suntikan semangat bagi dunia pendidikan di daerahnya.
“Kehadiran Bapak Menteri merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami dan menjadi energi positif dalam penguatan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Berbagai hal menjadi tantangan pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Mulai dari persoalan kemiskinan, rendahnya rata-rata lama sekolah, stunting, hingga angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB).
Karenanya, Haris berharap kerja sama Pemkab Probolinggo dan Muhammadiyah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut. (muhammadiyah.or.id)









