PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Guna memperkuat tata kelola rumah sakit yang profesional dan berlandaskan nilai Islam, RS PKU Muhammadiyah Temanggung melaksanakan assessment SIRSMA 2026 pada Jumat–Sabtu, 9–10 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap selaras dengan prinsip persyarikatan.
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan yang khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), MPKU, hingga Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA). Kehadiran para dokter spesialis dan jajaran direksi turut menegaskan semangat kebersamaan dalam meningkatkan mutu rumah sakit.
Tim Assessor SIRSMA kali ini dipimpin oleh dr. Joko Murdiyanto, Sp.An., MPH, dengan pendamping Mustika Astuti, S.Kep., Ns., MMR. Selama dua hari, tim melakukan visitasi secara sistematis untuk menilai penerapan standar Islami di lapangan.
Pada hari pertama, Direktur Rumah Sakit memaparkan profil dan komitmen institusi dalam menerapkan nilai-nilai SIRSMA. Setelah itu, tim assessor melanjutkan agenda dengan wawancara pimpinan serta telusur langsung ke unit pelayanan. Proses ini bertujuan untuk melihat keselarasan antara kebijakan tertulis dengan budaya kerja harian staf medis.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut pada telaah rekam medis dan wawancara staf di berbagai unit. Seluruh rangkaian visitasi kemudian ditutup dengan exit conference. Forum ini menjadi ruang bagi tim assessor untuk menyampaikan apresiasi serta rekomendasi penguatan mutu pelayanan secara berkelanjutan bagi RS PKU Muhammadiyah Temanggung.
Bagi seluruh civitas hospitalia, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas evaluasi. SIRSMA menjadi momentum penting untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih unggul dan humanis. Dengan semangat ini, rumah sakit berkomitmen terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Temanggung sesuai dengan tuntunan nilai-nilai Islam.
Editor: Al-Afasy
The post Tingkatkan Mutu Islami, RS PKU Muhammadiyah Temanggung Sukses Jalani Visitasi SIRSMA 2026 appeared first on Muhammadiyah Jateng.





