• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

    Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

    Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

    Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

    Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

    Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina

    Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

      Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

      Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

      Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

      Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

      Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina

      Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

          Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

          Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

          Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

          Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

          Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina

          Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

            Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

            Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

            Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

            Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

            Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina

            Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Literatur KHGT (5) : Review Buku “Awā’il al-Syuhūr al-‘Arabiyyah Hal Yajūzu Syar’an Itsbātahā bi al-Hisāb al-Falaky?” Karya Ahmad Muhammad Syakir (w. 1377 H/1958 M)

              admin by admin
              14/10/2025
              in BeritaMu
              0
              Literatur KHGT (5) : Review Buku “Awā’il al-Syuhūr al-‘Arabiyyah Hal Yajūzu Syar’an Itsbātahā bi al-Hisāb al-Falaky?” Karya Ahmad Muhammad Syakir (w. 1377 H/1958 M)
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Literatur KHGT (5) : Review Buku “Awā’il al-Syuhūr al-‘Arabiyyah Hal Yajūzu Syar’an Itsbātahā bi al-Hisāb al-Falaky?” Karya Ahmad Muhammad Syakir (w. 1377 H/1958 M)

              Oleh : Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar – Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

              WartaTerkait

              TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

              Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

              Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

              Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

               

              Buku “Awa’il al-Syuhur al-‘Arabiyyah Hal Yajuzu Syar’an Itsbataha bi al-Hisab al-Falaky?” (Awal-Awal Bulan Arab Apakah Boleh secara Syariat Menetapkannya dengan Hisab Astronomi?) karya Ahmad Muhammad Syakir ini diterbitkan oleh Maktabah Ibn Taimiyyah, Mesir, cetakan kedua, tahun 1407 H/1985 M. Berisi 30 halaman. Selesai ditulis tahun 24 Zulhijah 1357 H/13 Februari 1939 M. Ahmad Muhammad Syakir adalah ulama hadis asal Mesir. Ia adalah pentahkik kitab ar-Risālah karya Imam Asy-Syafi’i.

              Dalam karyanya ini Ahmad Muhammad Syakir menegaskan dua hal penting yaitu kebolehan penggunakan hisab dan urgensi penyatuan waktu-waktu ibadah. Dalam penjabarannya buku ini sangat kaya literasi dengan banyak merujuk dan menganalisis berbagai pendapat ulama dan mazhab. Dibagian awal (mukadimah) dijelaskan fakta bahwa hingga saat ini belum ada di kalangan umat Islam kesatuan (unifikasi). Praktik rukyat di negeri-negeri Islam kerap dilakukan masing-masing (hlm. 4).

              Terhadap legalitas dan kebolehan hisab, Ahmad Muhammad Syakir menuturkan bahwa bangsa Arab pada awalnya tidak mengerti astronomi dengan pemahaman komprehensif sebab bangsa Arab kala itu masih ‘ummy’  (buta tulis-hitung). Karena itu Nabi Saw menjadikan sarana termudah dalam menentukan awal bulan yaitu rukyat (melihat anak bulan), sebab Allah tidak membebani lebih dari kesanggupan umat. Namun seiring berkembangnya Islam, ditandai berbagai kemenangan (futūhāt) dan capaian dalam bidang ilmu pengetahuan, memberi ruang hisab astronomi. Ahmad Muhammad Syakir mengatakan, cukup banyak ahli fikih dan ahli hadis yang tidak mengetahui astronomi, bahkan kebanyakan mereka tidak mempercayai pendapat para ahli di bidang ini, terlebih menganggap hisab
              sebagai sesuatu yang bid’ah (hlm. 8-9). Ahmad Muhammad Syakir menjawab hal ini secara logis dan argumentatif.

              Adapun hadis Nabi Saw “fa in ghumma ‘alaikum faqdurū lahu” dan “fa in ghumma ‘alaikum fa akmilū ‘al-iddata tsalātsīn”, Ahmad Muhammad Syākir menjawab dengan mengutip pendapat Ibn Suraij (w. 306 H/918 M) yang menggabungkan dua riwayat ini dalam
              dua keadaan berbeda. Redaksi “faqdurū lahu” bermakna “kadarkanlah dengan perhitungan al-manazil (hisab-falak)”, yang tertuju untuk orang-orang yang mengerti ilmu perhitungan, sementara pernyataan “fa akmilū…” tertuju untuk orang-orang awam (hlm. 15-16).

              Adapun terkait penanggalan global, Ahmad Muhammad Syakir mengawali dengan menganalisis konsep perbedaan matlak (ikhtilaf al-mathali’), lalu penyatuan matlak (ittihad al-mathali’). Dalam hal ini ia mengakui bahwa perbedaan terbit bulan dan benda-benda langit
              merupakan fakta tak terbantah yang disebabkan banyak hal diantaranya karena berbedanya posisi lintang dan bujur. Fukaha silam sendiri berbeda pendapat tentang hal ini, namun mayoritas tidak memandang perbedaan matlak (hlm. 17). Disini Ahmad Muhammad Syakir
              menampilkan pendapat-pendapat para ulama yang dikategorikan pendapat jumhur tentang matlak global. Namun demikian ia tidak menafikan adanya pendapat sejumlah ulama yang mendukung matlak lokal, dimana ia menampilkan pendapat-pendapat itu.

              Pandangan matlak lokal, yang bermakna tiap-tiap negeri berlaku rukyat masing-masing, menurut Ahmad Muhammad Syakir dalam konteks awal praktik itu memang logis. Namun ini menurutnya lebih dalam konteks kesanggupan (at-taklif bil mukallafin) ketika itu.

              Tatkala pengetahuan (hisab astronomi) telah berkembang maka meniscayakan untuk menerima dan menerapkan matlak global oleh karena konteks hadis-hadis rukyat sesungguhnya adalah global. Terlebih lagi rukyat lokal kala itu digunakan dalam kondisi karena adanya faktor kendala tulis-hitung, karena itu tatkala faktor itu telah hilang, yang ditandai dengan capaian dan kemajuan ilmu pengetahuan, maka hisab dan matlak global menjadi pilihan logis.

              Berikutnya setelah menguraikan aneka pendapat dan dinamika para ulama tentang ini, Ahmad Muhammad Syakir menegaskan pandangan dan dukungannya atas matlak global. Dalam hal ini secara tegas ia menguatkan matlak global. Bahkan menurutnya penetapan awal bulan di permukaan bumi ini sejatinya mesti satu hari yang sama. Ia menyatakan sebagai berikut,

              ” ; والذي أهدروا اختلاف المطالع وحكموا بسريان الرؤية في بلد على جميع أقطار الأرض كانوا ناظرين
              إلى الحقيقة المجردة أن أول الشهر يجب أن يكون في هذه الكرة الأرضية يوما واحدا وهو الحق الذي لا
              مرية فيه “

              “Dan mereka yang mengabaikan perbedaan matlak dan menetapkan berdasarkan perjalanan keterlihatan hilal di suatu negeri untuk seluruh penjuru bumi maka mereka melihat kebenaran yang hakiki, bahwa awal bulan wajib di permukaan bumi ini satu hari, ini merupakan kebenaran yang tidak ada keraguan tentangnya” (hlm. 20).

              Ahmad Muhammad Syakir (w. 1377 H/1958 M)

              dan karyanya “Awa’il al-Syuhur al-‘Arabiyyah Hal Yajuzu Itsbataha bi al-Hisab al-Falaky”

              Dalam konteks unifikasi tampak Ahmad Muhammad Syakir secara tegas menolak perbedaan matlak dan menyatakan bahwa awal bulan di permukaan bumi ini sejatinya wajib jatuh pada satu hari yang sama, betapapun antar negara itu saling dan sangat berjauhan,

              والبديهي الذي لا يحتاج إلى دليل أن أوائل الشهور لا تختلف باختلاف الأقطار أو تباعدها

              “Dan yang nyata, yang tidak memerlukan dalil bahwa awal-awal bulan tidak ada perbedaan karena perbedaan wilayah (negara) atau karena jaraknya yang jauh” (hlm. 19).

              Adapun kaidah dan standar kalender global menurut Ahmad Muhammad Syakir adalah saat terbenam hilal setelah gurub matahari (di Makkah) walaupun hanya sesaat (lahzhah wahidah). Disini tampak Ahmad Muhammad Syakir menempatkan Makkah sebagai standar. Adapun alasannya berdasarkan al-Qur’an dan sunah, antara lain QS. Al-Baqarah ayat 189 yang menjelaskan hilal-hilal (al-ahillah) yang dimaknai dan difungsikan sebagai sistem waktu (li at-tauqit) dalam berbagai hal, paling utama dalam sistem waktu perhajian. Spesifikasi penyebutan haji dalam ayat ini adalah isyarat halus adanya konteks hubungan tempat tertentu, dalam hal ini tempat dilakasanakannya ibadah haji yaitu di Makkah (hlm. 21).

              Sementara itu berdasarkan sunah, Ahmad Muhammad Syakir mengutip berbagai riwayat yang menyatakan tentang kolektifitas puasa, idul fitri, idul adha, menyembelih kurban, wukuf, Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Antara lain Ahmad Muhammad Syakir mengutip riwayat dari Abu Hurairah berikut,

              فطركم يوم تفطرون وأضحاكم يوم تضحون وكل عرفة موقف وكل منى منحر وكل فجاج مكة منحر وكل
              جمع موقف

              “Idul fitri kalian adalah saat orang-orang beridul fitri, idul adha kalian adalah saat orang-orang beridul adha, semua arafah adalah tempat wukuf, semua Mina adalah tempat menyembelih, semua jalur (jalan) adalah Makkah dan tempat menyembelih, setiap pertemuan (berkumpul) adalah tempat wukuf” (HR. Abu Dawud)

              Hadis ini menunjukkan bahwa puasa dan hari raya dilaksanakan secara kolektif lagi global dan menetapkan satu tempat tertentu yaitu Arafah dan Makkah sebagai pusat. Bahkan kata “ ’arafah” sendiri sesungguhnya menunjukkan hari dan atau tempat (yauman, makanan), demikian lagi penyebutan Makkah, Mina, dan Muzdalifah. Karena itu menurut Ahmad Muhammad Syakir penyebutan tempat-tempat haji dan waktunya dalam berbagai riwayat menguatkan pandangan Ahmad Muhammad Syakir bahwa konteksnya adalah haji wadak. Karena itu dipahami bahwa makna hadis adalah puasa penduduk Makkah dan sekitarnya, demikian lagi lebaran dan kurban. Maka menurut Ahmad Muhammad Syakir tempat-tempat ini adalah yang dipedomani dalam menetapkan hilal bagi umat Islam di penjuru bumi dan untuk diikuti seluruh umat Islam pula. Ini sekali lagi menjadi isyarat, hikmah, dan makna dalam pengkhususan penyebutan haji dalam ayat tersebut.

              Karena itu jika hal ini dapat direalisasikan maka akan bersatulah umat Islam dalam penaggalan. Dalam hal ini Makkah adalah sumber Islam dan tempat wahyu, tempat bertemunya umat Islam setiap tahun dengan saling mengenal dan saling merindukan, sementara disana ada Baitullah (Kakbah) yang menjadi arah kiblat dalam salat, yang menjadi miniatur kesatuan, dan Makkah sekali lagi sebagai pusat dalam penentuan waktu (hlm. 29-29). Wallahu a’lam[]

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Kader Muda Muhammadiyah Didorong Jadi Motor Perubahan Bangsa

              Next Post

              Program Magang Nasional Dimulai 20 Oktober, Sasar 20.000 Peserta

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

              31/05/2026
              Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan
              BeritaMu

              Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

              31/05/2026
              BeritaMu

              Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

              31/05/2026
              Next Post

              Purbaya Ungkap Akal Bulus Pengusaha Kemplang Pajak

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

                31/05/2026
                Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

                Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

                31/05/2026

                Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

                31/05/2026

                Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Mayjen Giora Eiland: Iran adalah Pemenang

                31/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,267)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,749)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                TP Indonesia dan Lazismu Hadirkan Kebahagiaan Kurban untuk Kampung Nelayan Marunda

                31/05/2026
                Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

                Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan

                31/05/2026

                Hikmah Nabi Muhammad Tidak Memiliki Anak Laki-Laki yang Sampai Dewasa

                31/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In