• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, April 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

    PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

    Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

    Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

    Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Majukan Sekolah

    Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

      PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

      Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

      Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

      Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Majukan Sekolah

      Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

          PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

          Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

          Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

          Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Majukan Sekolah

          Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

            PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

            Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

            Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

            Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Majukan Sekolah

            Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kalender Global MABIMS dan KHGT, Respons atas Periset BRIN/ THR Kemenag RI Soal Otoritas (Lagi)

              admin by admin
              06/09/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Kalender Global MABIMS dan KHGT, Respons atas Periset BRIN/ THR Kemenag RI Soal Otoritas (Lagi)

              Oleh : Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar – Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

              WartaTerkait

              SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

              PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

              Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

              Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

               

              Tulisan ini kembali menanggapi artikel seorang Profesor Riset Astronomi BRIN dan Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI dalam blognya yang berjudul “Muzakarah Falak MABIMS 2025: Kriteria MABIMS Diusulkan Menjadi Kriteria Kalender Hijriyah Global”. Dalam pilihan judul sebenarnya normal dan standar saja, tidak ada yang patut diperdebatkan. Namun ternyata dalam uraiannya kembali (untuk kesekian kalinya) sang pakar mengomentari KHGT dengan penekanan pada kekurangannya (menurut sang pakar), karena itu dalam hal ini penulis terdorong untuk meresponsnya. Kali ini penulis cukup respek karena tidak ada diksi dan narasi yang terkesan sinis dan tendensius, betapapun dalam dialog di WhatsApp Group yang saya dan beliau ada di dalamnya hal itu kerap muncul.

              Adapun tanggapan penulis atas tulisan sang pakar sebagai berikut:

              Pertama, penulis menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas terselenggaranya “Muzakarah Falak Peringkat
              MABIMS tahun 2025” tanggal 22-26 Juli 2025 di Hotel Klana Resort Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Berikutnya penulis juga mengapresiasi atas dirumuskannya poin-poin “Cadangan Resolusi Muzakarah Falak Peringkat MABIMS tahun 2025” tersebut. Salah satu poin (diktum) cadangan “Muzakarah Falak Peringkat MABIMS 2025” itu adalah “Mencadangkan KIR MABIMS diangkat sebagai cadangan kriteria Takwim Hijri Global”.
              Ini adalah langkah maju, artinya pemikiran kalender global telah masuk dalam pemikiran 4 negara yang tergabung dalam MABIMS. Betapapun dalam diktum itu masih bersifat umum yang secara pasti memerlukan penjabaran dan implementasi lebih lanjut. Namun sekali lagi secara pribadi penulis mengapresiasi cadangan pemikiran kalender global yang dimunculkan para delegasi MABIMS ini.

              Berikutnya dalam artikelnya sang pakar menyatakan, “Dengan deklarasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) oleh Muhammadiyah ada yang menganggap hanya kriteria Turki yang bisa menjadi kriteria kalender global. Padahal kriteria MABIMS yang sama dengan kriteria usulan Rekomendasi Jakarta 2017 (atau kriteria apa pun) bisa juga menjadi kriteria kalender global”. Ini pernyataan paradoks, di satu sisi sang pakar ingin menegaskan bahwa kalender global bukan hanya KHGT (faktanya memang demikian, sebab ada banyak konsep kalender global yang pernah berkembang), namun saat yang sama sang pakar belum punya bentuk konkret kalender global itu sendiri. Narasi yang kerap dimunculkan adalah bahwa Kriteria MABIMS dan atau Rekomendasi Jakarta 2017 (RJ 2017) bisa/dapat diusulkan. Dalam kutipan di atas secara jelas disebutkan “…bisa juga…”.

              Artinya Kriteria MABIMS atau RJ 2017 yang dianggap lebih baik dari KHGT sejauh ini masih berupa teori dan narasi, sama sekali belum ada bentuk konkretnya seperti KHGT. Karena itu agar fair sebaiknya bentuk konkret kalender global Kriteria MABIMS atau RJ 2017 itu (baik dengan konsep bizonal atau trizonal) segera diwujudkan agar dialog dan diskursus lebih memiliki suasana baru, tidak mengulang dan memperdebatkan hal-hal yang
              sudah berulang. Pernyataan sang pakar berikutnya, “Itu sebabnya, MABIMS pun hanya bisa mengusulkan agar kriteria MABIMS ditetapkan sebagai usulan kriteria Kalender Hijriyah Global. Ditetapkan oleh siapa? Pada resolusi itu tidak disebut pihak yang menetapkan, tetapi yang jelas bukan oleh MABIMS sendiri. Kalender Hijriyah Global perlu kesepakatan dan komitmen negara-negara lain untuk menerapkannya bersama, bukan sebatas negara-negara MABIMS”. Penulis cukup berulang dan saksama membaca dan memahami pernyataan ini dan menyimpulkan beberapa hal berikut: pertama, “…MABIMS pun hanya bisa mengusulkan agar kriteria MABIMS…”, diksi “hanya bisa” sekali lagi secara jelas menunjukkan belum adanya kalender global itu, kecuali narasi dan teori.
              Pernyataan ini juga menunjukkan ketidakpercayaan diri MABIMS untuk merumuskan dan menerapkan sebuah kalender yang bersifat global sebab “hanya bisa mengusulkan”.

              Bagaimana mungkin 4 negara yang berdaulat ini tidak memiliki rumusan kalender global? Ini adalah analisis penulis atas nalar sang pakar, sama sekali bukan menggambarkan sikap MABIMS. MABIMS, yang terdiri dari empat negara (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore) adalah negara berdaulat dan merdeka, diantaranya berdaulat dan merdeka dalam menerima dan menolak kalender global.

              Kedua, “Ditetapkan oleh siapa? Pada resolusi itu tidak disebut pihak yang menetapkan,…”, ini menunjukkan sesungguhnya keharusan otoritas global di lingkup MABIMS belum ada, persisnya belum dibicarakan. Karena itu dapat dipahami kemestian adanya otoritas yang selama ini kerap dimunculkan tidak lebih merupakan pandangan pribadi sang pakar, terbukti dalam poin kedua cadangan resolusi muzakarah tersebut tidak menyebut otoritas tertentu, atau sekurang-kurangnya otoritas secara umum. Namun jika pada akhirnya nanti otoritas disepakati dan menjadi keharusan maka sepenuhnya dihormati.

              Ketiga, “Kalender Hijriyah Global perlu kesepakatan dan komitmen negara-negara lain untuk menerapkannya bersama, bukan sebatas negara-negara MABIMS”. Pernyataan ini penuh tanda tanya, yaitu “kesepakatan dan komitmen negara-negara lain” itu negara apa dan mana saja? Apakah seluruh negara di dunia? Bagaimana dengan negara-negara yang belum punya keinginan sama sekali atas kalender global, apakah kalender itu tetap berjalan dan diterapkan ataukah ditunda menunggu semua negara menyepakatinya? Rentetan dan konsekuensi pertanyaan-pertanyaan ini akan terus muncul dan bercabang sebagai konsekuensi dari keharusan otoritas dan kesepakatan global itu. Saat yang sama tanpa disadari menyebabkan substansi kalender global itu terbengkalai. KHGT telah mengambil ihtiar dengan segenap kekurangannya, karena itu patut ditunggu bentuk konkret Kalender MABIMS atau RJ 2017 dengan segala klaim kelebihannya. Jika hanya mengomentari dan mengkritisi KHGT tanpa opsi konkret, maka pemahaman umat soal kalender global tidak bertumbuh.

              Pernyataan sang pakar lagi, “Kalender global seperti apa yang mungkin diterapkan? Tentu perlu kesepakatan internasional. Kalau OKI disepakati sebagai otoritas global penentu kalender hijriyah, prinsip dasar kalender yang harus ditetapkan adalah titik temu antara pengamal hisab dan pengamal rukyat. Itulah yang sudah diterapkan oleh MABIMS”. Kembali pertanyaannya “kesepakatan internasional” seperti apa yang dimaksud sang pakar? Apakah seluruh dunia? Berdasarkan zona? atau …? Pernyataan “Kalau OKI disepakati sebagai…”, lagi-lagi “kalau”. Lalu pernyataan “…titik temu antara pengamal hisab dan pengamal rukyat. Itulah yang sudah diterapkan oleh MABIMS”. Ini menarik untuk ditunggu yaitu bagaimana praktik dan implementasi titik temu hisab-rukyat yang dimaksud dalam konteks kalender global, persisnya dalam konsep IR 3-6.4 atau RJ 2017. Lalu pernyataan “Itulah yang sudah diterapkan oleh MABIMS”. Ya, semua agaknya sudah tau bagaimana praktik dan implementasi kriteria imkan rukyat MABIMS 3-6.4 selama ini, persisnya baru-baru ini yang kerap terjadi perbedaan antar satu dengan yang lain.

              Selanjutnya yang paling klasik, sang pakar kembali mengangkat dan mengungkit soal otoritas dengan menyatakan sebagai berikut, “Namun untuk menjadi kriteria global perlu penetapan oleh otoritas yang bersifat global pula, misalnya OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Tidak bisa diklaim atau dideklarasikan sepihak”. Pernyataan “Tidak bisa diklaim atau dideklarasikan sepihak” merupakan pandangan sepihak pula dari sang pakar yang sah-sah saja dikemukakan sebagai pendapat dan pandangan. Adapun pandangan dan argumen penulis tentang ini sudah berulang penulis tulis, rasanya amat menjenuhkan jika diurai kembali dalam tulisan ini, namun yang pasti KHGT Muhammadiyah tidak menetapkan satu otoritas global tertentu dalam implementasinya.

              Faktanya lagi, sebelum KHGT dengan parameter 5-8 nya di launching, kalender global Turki 2016 (yang juga dengan parameter 5-8) telah diterapkan negara Turki dan komunitas Muslim Eropa dan Amerika, seluruhnya
              dengan tanpa otoritas (OKI). Dalam launching KHGT, OKI juga diundang dan hadir secara online, bahkan memberi sambutan dan sorotan atas KHGT, namun Muhammadiyah tidak memintanya untuk menjadi otoritas, sebagaimana Turki, komunitas Muslim Eropa dan Amerika. Sekali lagi ini hanya soal pilihan, soal cara pandang, urgensi dan strategi. Bagaimanapun otoritas tetap baik namun bukan merupakan keharusan (apalagi ‘harga mati’) yang tanpanya sebuah kalender global batal terwujud bahkan sekadar dirumuskan. Substansi (al-maqashid) dari kalender global adalah globalitas dan diterima serta dapat diterapkan, bukan pada soal ditetapkan oleh apa dan siapa (al-wasa’il).

              Tentu, amat dihormati jika MABIMS mengusulkan OKI sebagai otoritas global. Karena itu, tanpa bermaksud mengajari, tugas MABIMS adalah memastikan terlebih dulu kebersediaan OKI menjadi otoritas, lalu merumuskan apa yang menjadi tugasnya (apakah OKI hanya mengumumkan semata ataukah bertanggungjawab menyusun/menghitung kalender global itu), bagaimana regulasi dan mekanisme penerapannya seandainya kalender global itu bizonal, bahkan trizonal? Lalu jika rukyat diharuskan siapa perukyatnya dan bagaimana mekanisme isbatnya? Bagaimana jika OKI kehilangan legitimasinya (misalnya karena dinamika dan persoalan politik global)? Tatkala otoritas OKI itu menjadi keharusan, bagaimana status kalender global itu manakala otoritasnya suatu waktu ‘hilang’?

              Segenap pertanyaan ini patut dipertanyakan sebagai konsekuensi mengharuskan otoritas (OKI) sebagai sebuah otoritas yang harus dan mesti. Pertanyaan-pertanyaan ini penting sebab dalam “Cadangan Resolusi Muzakarah Falak Peringkat MABIMS tahun 2025” sama sekali belum ada penjabaran. Pada praktiknya penjabaran otoritas itu hanya datang dari seorang pakar yang mewakili lembaga BRIN dan THR Kemenag RI.

              Karena itu saran penulis, lebih baik sang pakar mengupayakan untuk merumuskan dan membicarakan masalah otoritas dan hal teknis kalender global ini dalam lingkup MABIMS tanpa perlu mengaitkan dan mengomentari kalender global yang sudah definitif dan berjalan. Sebab seperti tercantum dalam artikel sang pakar di atas delegasi Indonesia pada Muzakarah Falak MABIMS 2025 itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Prof. Dr. Abu Rokhmad). Artinya kehadiran dan keterwakilan dalam muzakarah tersebut adalah resmi atas nama negara (Kementerian Agama RI). Karena itu jika kalender global MABIMS 3-6.4 itu merupakan opsi dan tawaran global maka sebaiknya sang pakar mendorong Kemenag RI untuk berbicara. Ini penting agar ada suasana baru diskursus kalender Islam di Tanah Air, tidak ‘dimonopoli’ oleh tafsir, narasi, dan penjabaran sang pakar saja dan saja, betapapun dalam segenap tulisannya sang pakar mewakili dua institusi secara sekaligus yaitu BRIN dan Kemenag RI, namun publik tentu ingin narasi baru, diskursus baru, dan literasi baru. Wallahu a’lam[]

              The post Kalender Global MABIMS dan KHGT, Respons atas Periset BRIN/ THR Kemenag RI Soal Otoritas (Lagi) appeared first on Infomu.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              PW Muhammadiyah Gorontalo Tuan Rumah Regional Meeting LPCRM Indonesia Timur

              Next Post

              17+8 Tuntutan Rakyat Bergema di Medsos, Yusril: Mustahil Pemerintah Abaikan

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

              20/04/2026
              BeritaMu

              PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

              20/04/2026
              BeritaMu

              Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

              20/04/2026
              Next Post

              17+8 Tuntutan Rakyat Bergema di Medsos, Yusril: Mustahil Pemerintah Abaikan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

                20/04/2026

                SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

                20/04/2026

                Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

                20/04/2026

                Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan Afifah Wujudkan Cita-cita

                20/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,837)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,522)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                PCM Kaliwiro dan UMP Sinergikan Eduwisata dan Peternakan Kambing Perah

                20/04/2026

                SD Muhammadiyah Palur Gelar MCU untuk Jaga Kesehatan Guru dan Karyawan

                20/04/2026

                Rektor ITBM-BIM Ajak Sivitas Akademika Bergerak Cepat dan Berkelanjutan Bangun Kampus Modern

                20/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In