LPCR-PM PWM Sumut Tegaskan Komitmen Revitalisasi C & R Muhammadiyah dalam Regional Meeting Sumatera
INFOMU.CO | Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi saksi penting terselenggaranya
Regional Meeting LPCR-PM se-Sumatera pada 29–31 Agustus 2025. Dalam pertemuan tersebut, Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Sumatera Utara menyampaikan laporan hasil kunjungan kerja (turba) ke 27 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumatera Utara.
Laporan yang dipaparkan Ketua LPCR-PM PWM Sumut, Dr. Anang Anas Azhar, MA, didampingi Sekretaris Partaonan Harahap, ST., MT., menegaskan bahwa penguatan cabang, ranting, dan masjid merupakan agenda mendasar dalam memperkokoh gerakan Muhammadiyah. “Cabang dan ranting adalah denyut nadi Persyarikatan. Jika basis ini kuat, maka dakwah Muhammadiyah akan semakin hidup, membumi, dan membangun umat,” ujarnya.
Dalam laporan tersebut ditemukan fakta bahwa sekitar 45% ranting aktif menjalankan kegiatan, namun masih banyak yang hanya eksis secara administratif. Dari sisi masjid, hanya 25% yang berfungsi optimal sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, regenerasi kader masih menjadi pekerjaan rumah, karena mayoritas pengurus ranting berusia di atas 50 tahun.
Menjawab tantangan ini, LPCR-PM PWM Sumut menawarkan sejumlah solusi strategis, antara lain digitalisasi kelembagaan melalui SICARA (Sistem Informasi Cabang dan Ranting), revitalisasi fungsi masjid, kaderisasi berkelanjutan, serta penguatan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di tingkat daerah. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Demikian pula amal usaha seperti sekolah, klinik, koperasi, hingga perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak kemandirian ranting dan cabang.
Sebagai contoh, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) harus menunjukkan peran penting amal usaha dalam mendukung gerakan Persyarikatan. Bukan hanya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan persyarikatan, UMSU juga dipilih sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah di Sumatera Utara, sekaligus menjadi bukti konkret bahwa amal usaha Muhammadiyah mampu menopang dakwah, pendidikan, dan kebangkitan gerakan dari basis akar rumput.
Regional Meeting kali ini merupakan yang kelima dari total tujuh titik pelaksanaan, dan sepenuhnya ditanggung oleh tuan rumah. LPCR-PM menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan UMRI yang selalu siap mendukung gerakan cabang dan ranting sebagai ujung tombak Muhammadiyah.
Tema kegiatan ini diangkat dari salah satu program Muktamar Muhammadiyah, yakni digitalisasi. Hal ini menegaskan bahwa cabang dan ranting Muhammadiyah tidak boleh menolak perkembangan teknologi digital. Regional Meeting juga menjadi sarana konsolidasi tingkat daerah sekaligus penguatan dinamika organisasi. Sebab, sebagaimana tertuang dalam AD/ART, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi Islam, tetapi sebuah gerakan Islam.
Sekretaris LPCR-PM PWM Sumut, Partaonan Harahap, ST., MT., menekankan pentingnya akselerasi gerakan dengan mendorong setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk menunjuk masjid percontohan, melakukan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mengoptimalkan digitalisasi di setiap lini gerakan.
Untuk mewujudkan hal ini, dukungan penuh PWM Sumut menjadi kunci penting. LPCR-PM menegaskan bahwa sinergi antara PWM, PDM, PCM, PRM, dan amal usaha Muhammadiyah harus berjalan harmonis. PWM Sumut didorong untuk memberikan arahan strategis, dukungan sumber daya, serta memastikan program digitalisasi dan revitalisasi masjid berjalan secara berkelanjutan.
“Penyampaian laporan ini bukan sekadar laporan, tetapi komitmen bersama untuk menjadikan cabang, ranting, masjid, dan amal usaha Muhammadiyah sebagai pilar kokoh dakwah berkemajuan. PWM Sumut harus berdiri di garda terdepan untuk mendukungnya,” tegas (ph)
The post LPCR-PM PWM Sumut Tegaskan Komitmen Revitalisasi C & R Muhammadiyah dalam Regional Meeting Sumatera appeared first on Infomu.





