• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

    Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

    Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

    Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

    Sering Cemas Digantikan Robot? Praktisi Media Ungkap Pentingnya Etika Penggunaan AI di Dunia Kerja

    Cerita dari Malaysia: Menata Kembali Cinta di Awal Tahun Hijriyah 1448 H

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

      Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

      Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

      Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

      Sering Cemas Digantikan Robot? Praktisi Media Ungkap Pentingnya Etika Penggunaan AI di Dunia Kerja

      Cerita dari Malaysia: Menata Kembali Cinta di Awal Tahun Hijriyah 1448 H

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

        Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

        Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

        Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

        Stay Online Casino steps and methods for Australian players

        Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

          Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

          Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

          Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

          Sering Cemas Digantikan Robot? Praktisi Media Ungkap Pentingnya Etika Penggunaan AI di Dunia Kerja

          Cerita dari Malaysia: Menata Kembali Cinta di Awal Tahun Hijriyah 1448 H

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

            Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

            Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

            Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

            Sering Cemas Digantikan Robot? Praktisi Media Ungkap Pentingnya Etika Penggunaan AI di Dunia Kerja

            Cerita dari Malaysia: Menata Kembali Cinta di Awal Tahun Hijriyah 1448 H

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

              Stay Online Casino steps and methods for Australian players

              Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Dekolonisasi Pendidikan Menuju Emansipasi yang Sebenarnya

              admin by admin
              18/08/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Suatu malam, di Asrama Sabena, Jalan Taman Siswa, kami “menyurah”. Buku Ania Loomba yang berjudul Colonialism/Postcolonialism (1998) menjadi medan pergulatan gagasan. Menyurah karya Loomba ini, seolah menjadikan lapisan-lapisan pemahaman lama kami tentang pendidikan hari ini mengalami pembongkaran dan mempertanyakannya kembali.

              Menyurah karya Loomba ini bukan sekadar untuk pencerahan akademis, tetapi juga sebagai ajakan untuk melihat warisan yang tak tampak. Yaitu warisan kolonialisme dan poskolonialisme, yang masih meresap dalam urat nadi sistem pendidikan di negeri ini.

              WartaTerkait

              Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

              Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

              Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

              Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

              Loomba, tidak hanya teliti dalam mendefinisikan terminologi kunci. Tapi juga menunjukkan bagaimana kolonialisme modern melampaui sekadar eksploitasi ekonomi sebagaimana yang tertuliskan dalam bukunya.

              Kolonialisme modern adalah sistem restrukturisasi global yang secara fundamental menarik bangsa jajahan untuk masuk dalam lingkaran ekonomi penjajah. Bahkan kolonialisme ini Loomba menyebutnya sebagai “bidan”nya kapitalisme Eropa.

              Lantas, bagaimana pemikiran ini menjadi fondasi kritis untuk melihat kembali sistem pendidikan kita hari ini?

              Pendidikan sebagai arena kekuasaan kolonial

              Dengan menggunakan lensa pascakolonial ala Loomba, nampak jelas bahwa pendidikan bukanlah entitas yang netral. Pendidikan juga menjadi arena kekuasaan yang sarat dengan dinamika sejarah penindasan. Di akui atau tidak, dalam banyak hal pendidikan kita merupakan warisan atau peninggalan dari proyek kolonial.

              Penjajah datang tidak hanya mencari dan mengambil rempah-rempah. Mereka juga menanamkan model pendidikan yang menyimpan tujuan atau agenda terselubung. Mereka memiliki kepentingan mencetak tenaga kerja administratif yang patuh, membentuk kelas menengah yang loyal dengan menginternalisasi nilai-nilai penjajah.

              Semua itu dengan bungkus dalih dalih “peradaban”.

              Warisan penjajah ini terdeteksi dalam kurikulum dan narasi yang kita gunakan saat ini. Bahasa asing mengalami pemujaan secara berlebihan menjadi media utama ilmu pengetahuan. Sedangkan bahasa lokal direduksi dan dianggap inferior.

              Kurikulum dominan dengan narasi Barat, mengagungkan sejarah mereka — seraya mengabaikan kontribusi lokal. Pertanyaannya, “ini pendidikan yang membebaskan, atau justru pendidikan yang menjinakkan?”

              Dampak paling merusak dari warisan ini adalah pengabaian terhadap pengetahuan lokal. Kearifan tradisional dan praktik adat dianggap “primitif” dan “tidak ilmiah”.

              Pendidikan modern dari penjajah menciptakan kesenjangan epistemologis. Cara-cara berpikir khas masyarakat lokal tidak lagi memperoleh pengakuan.

              Dampaknya, kita terjebak dalam ketergantungan intelektual — dengan menempatkan Barat sebagai satu-satunya sumber kebenaran.

              Apakah sekolah, sebagai sebuah institusi, telah berubah fungsi dari sarana pencerahan menjadi alat reproduksi hierarki sosial?

              Perlunya perubahan 

              Menyaksikan fenomena tersebut, kritik terhadap sistem pendidikan tidak cukup hanya menyasar guru atau sekolah. Kritik harus bersifat struktural, menyorot pada sistem yang dirancang untuk melanggengkan ketidaksetaraan.

              Pendidikan bukanlah ruang kosong bebas nilai, tapi merupakan arena di mana ideologi dan kepentingan kelompok dominan dipaksakan.

              Siapa yang memiliki kuasa untuk menentukan pengetahuan “resmi”? Tentunya Negara — dengan ideologi politiknya, kelompok hegemonik yang membentuk kurikulum, dan atau bahkan pengaruh global dari bekas penjajah dan lembaga internasional yang mendikte standar “Barat”?

              Relasi dominasi ini kental terasa. Hubungan guru-murid yang hierarkis, yang Paulo Freire mengkritiknya sebagai “pendidikan gaya bank”, menekan pemikiran kritis.

              Negara menggunakan pendidikan sebagai alat kontrol sosial untuk membentuk warga yang patuh. Lebih jauh, pendidikan melanggengkan ketidaksetaraan. Anak dari latar belakang kaya memiliki akses ke sekolah yang lebih baik, sementara mereka yang miskin terperangkap dalam sistem yang kekurangan.

              Konsep kuasa simbolik dari Pierre Bourdieu menjelaskan ini dengan gamblang bahwa pendidikan melegitimasi hierarki sosial melalui sertifikasi.

              Gelar dan ijazah memberikan “modal simbolik” untuk mendapat pengakuan. Penguasaan bahasa “resmi” menjadi modal simbolik yang menguntungkan.

              Ketika pengetahuan serta nilai tertentu dipaksakan, dan yang lain diremehkan, apakah itu bukan sebagai bentuk “kekerasan simbolik” yang merugikan?

              Jalan membebaskan pendidikan

              Jika pendidikan masih tersandera oleh bayang-bayang kolonial, bagaimana mungkin kita bisa melangkah maju?

              Jawabannya terletak pada dekolonisasi pendidikan. Ini bukan sekadar menghapus atau menolak elemen asing (Epistemologi Barat), melainkan membangun kembali sistem yang otentik, relevan, dan memberdayakan.

              Apa yang harus di dekolonisasi? Maka harus melakukan revisi kurikulum dengan mengintegrasikan perspektif, sejarah, dan pengetahuan lokal. Pedagogi harus bergeser dari model otoriter ke partisipasi aktif.

              Penggunaan bahasa lokal perlu penguatan. Epistemologi lokal harus diakui di luar dominasi paradigma Barat. Dan yang paling krusial, struktur institusional pendidikan harus direformasi agar lebih demokratis.

              Inti dari dekolonisasi adalah mengangkat epistemologi lokal dan subaltern. Kita harus menghargai pengetahuan tradisional dan sistem filsafat hidup yang dimiliki masyarakat lokal.

              Kita harus memberikan ruang bagi suara-suara yang selama ini mengalami pembungkaman; kelompok adat, minoritas, perempuan, dan membangun jembatan pengetahuan, bukan hierarki.

              Pendidikan yang benar-benar membebaskan juga harus melepaskan diri dari kontrol ideologis negara dan kekuatan pasar.

              Apakah pendidikan hanya akan menjadi alat negara untuk menanamkan ideologi atau justru menjadi instrumen untuk menciptakan “produk” industri?

              Di sinilah otonomi intelektual di lembaga pendidikan menjadi krusial, agar kebebasan akademik tidak diintervensi oleh agenda politik atau kepentingan korporat.

              Jadi, dekolonisasi pendidikan adalah sebuah perjalanan yang bertujuan menjadikan pendidikan sebagai alat emansipasi — bukan penjinakan. Pendidikan harus membekali individu dengan kesadaran kritis untuk menganalisis struktur kekuasaan yang menindas.

              Pendidikan adalah sebuah imperatif; sebuah perjuangan berkelanjutan untuk menciptakan sistem yang benar-benar adil, berakar, dan membebaskan.***

              Artikel Dekolonisasi Pendidikan Menuju Emansipasi yang Sebenarnya pertama kali tampil pada PWMU.CO.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Busana Adat, Semangat Persatuan, dan Pesan Rektor UMY di HUT ke-80 RI

              Next Post

              Logo Angkatan Vanguard Generation 640 Dilaunching di Upacara Akbar Al Mizan

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

              20/06/2026
              BeritaMu

              Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

              20/06/2026
              BeritaMu

              Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

              20/06/2026
              Next Post
              Logo Angkatan Vanguard Generation 640 Dilaunching di Upacara Akbar Al Mizan

              Logo Angkatan Vanguard Generation 640 Dilaunching di Upacara Akbar Al Mizan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

                20/06/2026

                Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

                20/06/2026

                Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

                20/06/2026

                Bukan Lagi Minuman Kuno, Inovasi Jamu Modern Kini Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z

                20/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,481)
                • Hukum Islam (1,436)
                • Kabar PTMA (3,826)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Gunakan Kecerdasan Buatan, Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta Ciptakan Obat Luka Diabetes dari Kelor

                20/06/2026

                Bukan Warisan Harta, MIM Derasan Ingatkan Wali Murid Soal Investasi Dunia Akhirat

                20/06/2026

                Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

                20/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In