Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhanmadiyaah Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPP AIK UMJ) membahas kandungan Qur’an Surat Al Muthaffifin ayat 1 sampai 36 dalam kajian di Masjid At-Taqwa, Jum’at (08/08/2025).
Baca juga: Kajian LPP AIK UMJ Bahas Wakaf Di Bidang Ekonomi Dan Pendidikan
Dalam kajian kali ini menghadirkan Ketua Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ Ustadz Dr. Adi Mansah, M.A., sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa dalam surat Al Mutaffifin membahas dua hal yaitu tentang nasib orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT dan gambaran kondisi orang-orang yang taat.
“Orang pertama yang akan celaka adalah orang-orang yang berbuat curang. Kecurangan tidak hanya terkait timbangan atau takaran, tetapi juga mencakup ketidakjujuran dalam pekerjaan dan segala bentuk amanah,” ujarnya.
Adi menjelaskan segala perbuatan akan dicatat oleh Allah. Orang-orang yang curang termasuk golongan durhaka, dan kelak amal mereka akan tercatat dalam kitab Sijjin, yaitu kitab yang mencatat perbuatan buruk.
“Orang yang akan mendapatkan catatan di Sijjin adalah mereka yang tidak mempercayai hari akhir, melampaui batas, berdosa, dan mendustakan kebenaran Al-Qur’an,” ujar Adi.
Menurut Adi, orang-orang yang taat dan berbakti akan mendapatkan catatan amalnya di Illiyun, yakni kitab yang mencatat kebaikan. Mereka adalah hamba-hamba yang beribadah dan senantiasa mematuhi perintah Allah.
“Mereka akan memasuki surga dan memperoleh berbagai kenikmatan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Gambaran surga itu mendorong kita untuk berlomba-lomba meraihnya,” tutup Adi.
Editor : Dian Fauzalia
Artikel Kajian LPP AIK UMJ Bahas Kandungan Surat Al Mutaffifin pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.



