• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

    Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

    Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

    Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

    UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

    UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

    LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

      Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

      Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

      Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

      UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

      UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

      LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

          Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

          Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

          Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

          UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

          UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

          LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

            Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

            Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

            Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

            UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

            UMSU Peringati Harkitnas, Rektor Serahkan Sepeda Motor untuk Pegawai Purnatugas

            LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menjadi Muslim Produktif di Era Rebahan: Mungkinkah?

              by
              11/04/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              PWMJATENG.COM – Era digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi memudahkan berbagai aktivitas, termasuk pekerjaan, pembelajaran, hingga ibadah. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan baru: lahirnya budaya malas atau yang populer disebut sebagai “era rebahan.” Generasi muda, termasuk kaum Muslimin, semakin akrab dengan gaya hidup pasif di tengah gempuran konten digital yang tiada henti. Lantas, muncul pertanyaan penting: mungkinkah menjadi Muslim yang produktif di era rebahan ini?

              Rebahan dan Tantangan Produktivitas

              Kebiasaan rebahan bukan hanya sekadar beristirahat. Dalam konteks budaya digital, rebahan sering kali menjadi simbol dari gaya hidup yang tidak produktif—menghabiskan waktu dengan menggulir layar ponsel, menonton serial secara maraton, atau hanya berdiam diri tanpa tujuan jelas. Fenomena ini menggerus semangat untuk berkarya, belajar, dan beribadah dengan optimal.

              WartaTerkait

              Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

              Menurut survei yang dilakukan oleh We Are Social pada 2024, rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk mengakses internet mencapai 7 jam per hari. Sebagian besar waktu tersebut dihabiskan di media sosial dan platform hiburan. Ini menjadi bukti nyata bahwa budaya rebahan telah mengakar kuat di kehidupan masyarakat modern, khususnya generasi muda Muslim.

              Islam dan Konsep Produktivitas

              Islam tidak memandang waktu sebagai sekadar aliran jam yang berjalan. Dalam Islam, waktu adalah amanah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Hadis ini menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan waktu secara optimal, termasuk di tengah era yang serba nyaman ini.

              Produktivitas dalam Islam bukan hanya soal pekerjaan duniawi, tetapi juga mencakup dimensi ukhrawi. Seorang Muslim produktif adalah mereka yang mampu menyeimbangkan antara amal dunia dan amal akhirat. Ia mampu merancang hidup dengan visi ibadah dan kontribusi.

              Meretas Produktivitas di Tengah Kemalasan

              Meski tantangan budaya rebahan begitu nyata, menjadi Muslim produktif tetaplah mungkin. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi budaya pasif ini.

              1. Niat dan Kesadaran Diri

              Segala amal tergantung pada niat. Seorang Muslim perlu menyadari bahwa setiap aktivitasnya, sekecil apa pun, bisa bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar. Bahkan bangun pagi untuk bekerja, belajar daring, atau membantu orang tua di rumah dapat menjadi ladang pahala.

              Baca juga, Menghidupkan Sunnah di Bulan Syawal: Momentum Meraih Keberkahan Setelah Ramadan

              2. Manajemen Waktu Islami

              Mengatur waktu adalah kunci utama produktivitas. Islam memberikan kerangka waktu yang jelas melalui lima waktu salat. Ini bisa dijadikan patokan dalam mengatur jadwal harian. Misalnya, setelah Subuh digunakan untuk membaca Al-Qur’an atau menyusun agenda harian, sementara waktu antara Magrib dan Isya dapat dimanfaatkan untuk evaluasi diri.

              3. Menggunakan Teknologi Secara Bijak

              Alih-alih menjadi korban teknologi, Muslim produktif memanfaatkannya sebagai alat untuk berkembang. Aplikasi pengingat salat, pengajian daring, e-book Islami, hingga podcast motivasi bisa dijadikan media untuk memperkaya diri. Konten digital pun dapat dijadikan ladang dakwah jika digunakan dengan niat dan strategi yang tepat.

              4. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

              Rebahan yang berlebihan bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Islam mendorong umatnya untuk menjaga tubuh sebagai amanah. Nabi Muhammad SAW gemar berjalan kaki dan menjaga pola makan. Gaya hidup aktif ini relevan untuk diterapkan agar tubuh sehat dan pikiran jernih—dua hal yang dibutuhkan dalam menjaga produktivitas.

              Peran Komunitas dalam Meningkatkan Semangat

              Produktivitas juga dipengaruhi oleh lingkungan. Komunitas Muslim yang suportif dapat menjadi pemantik semangat untuk berbuat lebih. Kajian daring, grup diskusi Islam, dan kegiatan sosial berbasis komunitas menjadi contoh konkret kolaborasi positif yang menggerakkan.

              Dalam wawancara dengan Ustaz Muhammad Fauzi, seorang dai muda dan pegiat komunitas digital Islami, ia menyampaikan, “Jangan takut hidup di era rebahan, asal kita punya kontrol. Kendalikan waktumu, jangan dikendalikan gawai. Jadikan teknologi sahabat dalam beramal, bukan sebaliknya.”

              Menjadi Muslim Produktif adalah Pilihan

              Pada akhirnya, menjadi Muslim produktif adalah pilihan yang harus dilandasi dengan kesadaran, niat, dan komitmen. Era rebahan bukan penghalang, melainkan tantangan baru yang menuntut kreativitas dalam menjaga semangat amal.

              Budaya rebahan tidak selamanya buruk. Rehat yang cukup memang diperlukan tubuh. Namun, ketika rebahan menjadi alasan untuk menunda amal, meninggalkan salat, atau menelantarkan tanggung jawab, saat itulah rebahan menjadi musuh produktivitas.

              Islam memberikan panduan yang komprehensif untuk tetap aktif secara fisik, mental, dan spiritual. Maka, meskipun hidup di tengah kenyamanan era digital, seorang Muslim tetap bisa menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat.

              Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Esensi produktivitas dalam Islam tidak lain adalah kebermanfaatan. Maka, apa pun zamannya, termasuk di era rebahan, semangat untuk produktif harus tetap menyala.

              Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

              The post Menjadi Muslim Produktif di Era Rebahan: Mungkinkah? appeared first on Muhammadiyah Jateng.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Hijrah Digital: Mencari Jalan Lurus di Tengah Dunia Maya yang Bising

              Next Post

              Self-Love atau Selfish? Menemukan Batas Sehat dalam Mencintai Diri Sendiri

              InfoLain

              BeritaMu

              Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

              20/05/2026
              BeritaMu

              Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

              20/05/2026
              BeritaMu

              Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

              20/05/2026
              Next Post

              Self-Love atau Selfish? Menemukan Batas Sehat dalam Mencintai Diri Sendiri

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

                20/05/2026

                Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

                20/05/2026

                Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

                20/05/2026

                Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

                20/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,155)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,702)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

                20/05/2026

                Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah

                20/05/2026

                Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

                20/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In