• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

    Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

    Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

    Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

      Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

      Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

      Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

          Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

          Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

          Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

            Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

            Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

            Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Sikap Politik Muhammadiyah yang Ambivalensi

              by
              07/11/2024
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Sikap Politik Muhammadiyah yang Ambivalensi

              WartaTerkait

              Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

              Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

              Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

              Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

              Oleh :  Drs.H.Talkisman Tanjung

              Jika berbicara tentang sikap politik Muhammadiyah dalam kancah politik praktis, maka keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 38 di Ujung Pandang tahun 1971 adalah rujukan utama. Didalam rumusan tersebut berbunyi bahwa “Muhammadiyah adalah Gerakan Dakwah Islam yang beramal dalam bidang kehidupan manusia dan masyarakat, tidak mempunyai hubungan organisatoris dan tidak merupakan afiliasi dari suatu partai politik atau organisasi apapun”. Artinya, Muhammadiyah punya jarak yang sama dengan partai-partai politik yang ada. Kemudian pada muktamar Muhammadiyah ke-40 tahun 1978 di Surabaya, Muhammadiyah memperkuat keputusan muktamar Ujung Pandang dengan melahirkan rumusan bahwa sikap Muhammadiyah dalam politik adalah tetap berpegang pada Khittah tahun 1971. Bunyi keputusan tersebut adalah : “Dalam bidang politik, Muhammadiyah berusaha sesuai dengan khittahnya ; dengan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dalam arti dan proporsi yang sebenar-benarnya, Muhammadiyah harus dapat membuktikan secara teoritis konsepsionil, secara operasional dan secara kongkrit riil, bahwa ajaran Islam mampu mengatur masyarakat dalam Negara Republik Indonesia yang berpancasila dan UUD 1945 menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera , bahagia, material, dan spiritual yang diridhai Allah SWT.”.

              Tahun 1978 ini kembali dipertegas lagi dalam keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah di Denpasar tahun 2002, dimana Muhammadiyah membagi dua strategi dan lapangan perjuangan untuk berperan dalam kehidupan bangsa dan Negara, yaitu : ” pertama, melalui jegiatan-kegiatan politik yang berorientasi pada perjuangan kekuasaan/kenegaraan (real politics, politik praktis) sebagaimana dilakukan oleh Partai-Partai politik. Kedua, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan-kegiatan politik tidak langsung ( high politics) yang bersifat perjuangan moral(moral force) untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik ditingkat masyarakat dan negara. Dan sebagai puncaknya, Muhammadiyah melahirkan rumusan yang dijadikan sebagai pedoman praktis bagi Pimpinan dan Anggota Muhammadiyah dalam berpolitik praktis serta dalam menyalurkan aspirasi politik dan atau termasuk dalam kegiatan dukung mendukung terhadap calon-calon Pimpinan Negara (baik Legislatif maupun eksekutif) serta Pimpinan Daerah (Gubernur, Wali Kota/Bupati dan DPRD Provisi/Kabupaten). Pedoman praktis tersebut tertuang didalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

              Dari beberapa periodesasi Pemerintahan berdasarkan hasil Pemilihan Umum sebagai ajang pesta demokrasi di Indonesia, nampaknya perjalanan Muhammadiyah masih tetap enjoy dan selamat menjalani perannya sebagai Organisasi Dakwah, yang dibidang politik mengamalkan High Politics . Namun seiring perubahan dan perkembangan yang signifikan dibidang politik kenegaraan di era Reformasi, dimana partai politik tumbuh bak jamur di musim hujan, bangsa Indonesia menunjukkan bahwa seolah-olah bangsa ini baru saja merdeka dari belenggu penjajahan, artinya bukan penjajahan kolonialisme, namun yang dimaksudkan adalah penjajahan hak asasi manusia terutama dibidang kebebasan berpendapat dan berkumpul.

              Dan ditengah-tengah uforia kemerdekaan berkumpul dan berpendapat tersebut mulai dinikmati oleh anak bangsa ini, Muhammadiyah mendorong kader terbaiknya Prof. Dr. H.M.Amien Rais, MA untuk mendirikan Partai Politik baru, karena Muhammadiyah memandang bahwa keberadaan partai-partai politik diera orde baru tersebut tidak refresentatif dalam menampung dan sebagai tempat penyaluran aspirasi warga persyarikatan dan ummat Islam umumnya dibidang politik. Sehingga Muhammadiyah memandang perlu untuk memiliki partai sendiri, meskipun tidak mengatas namakan Muhammadiyah, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa Partai tersebut dibidani oleh Muhammadiyah. Maka semenjak itu sangat terasa bahwa Muhammadiyah secara real tidak lagi sepenuhnya berada pada jalur High politik. Dan itu terlihat nyata bahwa kader-kader Muhammadiyah di berbagai tingkatan beramai-ramai keluar dari kandangnya dan terjun kedunia politik praktis. Banyak yang berhasil duduk di kursi kekuasaan, baik Legislatif maupun eksekutif. Dan semenjak itu pula dimulailah babak baru kehidupan kebangsaan Muhammadiyah dengan pandangannya terhadap politik praktis, meskipun tidak merubah keputusan-keputusan strategis tersebut diatas yang telah menjadi Khittah Muhammadiyah selama ini. Kondisi tersebut membuat Muhammadiyah lebih meneguhkan sikapnya dalam bidang politik, sehingga pada tahun 2015 dalam Muktamar ke-47, Muhammadiyah melahirkan pandangan politiknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu lahirnya rumusan risalah “Daarul ahdi wasy-syahadah”, bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan atau merupakan hasil konsensus nasional dan sekaligus tempat pembuktian atau kesaksian.

              Dari periode ke periode selama orde reformasi banyak kader-kader Muhammadiyah yang menggeluti politik praktis, bahkan ada yang mencoba untuk membawa nama Muhammadiyah, meskipun Pimpinan Pusat selalu menghimbau dan menegaskan agar tidak membawa-bawa simbol dan nama Muhammadiyah dalam arena perpolitikan. Seolah Muhammadiyah anti terhadap politik praktis, sementara disisi lain banyak kader-kader Muhammadiyah yang membutuhkan dukungan Muhammadiyah sekaligus butuh dukungan suara dari warga dan simpatisan Muhammadiyah. Dan yang tidak kalah pentingnya, ketika Pemerintahan baru sudah terbentuk, Muhammadiyah yang tidak masuk dalam kancah politik praktis berharap agar ada kader-kader Persyarikatan yang direkrut untuk ikut berada didalam pemerintahan, misalnya berharap untuk diangkat jadi Menteri Pendidikan, atau Mentri yang lain. Dan ketika kader persyarikatan direkrut, ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi warga Persyarikatan. Namun apakah hal ini tidak masuk dalam arena politik praktis ? Berbeda halnya dizaman Orde Baru, memang Muhammadiyah tidak menyentuh ranah politik praktis seperti sekarang, tetapi murni rekrutmen kader persyarikatan tersebut karena Presiden memandang bahwa kader tersebut memang kayak untuk mengisi posisi yang diberikan.

              Beda halnya dengan Kepemimpinan Muhammadiyah di era reformasi ini, dimana Pimpinan Persyarikatan sangat aktif melakukan trik-trik politik yang ujungnya bagaimana agar salah satu kader ada yang direkrut menjadi menteri. Misalnya, pada Pilpres yang terakhir, Pimpinan Pusat menggelar acara dialog dengan calon-calon Presiden)wakil Presiden, dengan alasan agar para calon bisa mengkomunikasikan program-programnya dengan program dan usulan Muhammadiyah. Dan dilakukan dengan seluruh calon secara terjadwal dalam waktu yang berbeda, dengan harapan, siapapun yang terpilih agar bisa merekrut kader Persyarikatan. Jadi program dialog tersebut tak obahnya sebagai umpan, dengan harapan umpan tersebut dapat dimakan dan ditangkap.
              Nah, praktek permainan politik kekuasaan seperti ini, apakah tidak termasuk ke dalam kegiatan politik praktis ?.Demikian juga, ketika Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan rekomendasi kepada salah satu calon, danvternyata calon tersebut kalah dalam Pilpres, maka calon yang menang merasa tidak ada beban untuk tidak merekrut kader Persyarikatan, dan jika itu terjadi maka kekecewaan lah yang ada pada warga persyarikatan. Hal ini terjadi dizaman Bapak Soesilo Bambang Yudoyono menjadi presiden selama 2 periode, hampir tidak ada kader Muhammadiyah yang direkrut menjadi menteri.

              Nah, inilah yang saya maksudkan dengan Sikap Politik Muhammadiyah Yang Ambivalensi. Disatu sisi Muhammadiyah ingin menegakkan idealismenya tidak terlibat di dalam kancah politik praktis, tetapi disisi yang lain ada praktek dukung mendukung, atau ada trik-trik tertentu untuk mendapatkan potongan-potongan kue kekuasaan agar diberikan kepada kader Persyarikatan. Ketika ada kekuatan politik praktis ingin menarik dan melibatkan Muhammadiyah dalam sosialisasi dan kampanye, Muhammadiyah tegas memberikan jawaban bahwa Muhammadiyah tidak ikut berpolitik praktis, namun ketika perhelatan Sudah usai, Muhammadiyah berharap bisa mendapatkan sepotong kue kekuasaan itu. Situasi seperti ini ketika dilihat pada tataran Kepemimpinan Muhammadiyah dilevel Wilayah dan Daerah, justru situasi dan kondisinya lebih parah. Ada Pimpinan yang secara terang-terangan memberi dukungan dan rekomendasi kepada calon dan partai tertentu, dengan harapan program Muhammadiyah di daerah bisa diakomodir oleh Pemerintah Daerah yang terpilih, minimal, bagaimana beberapa kader yang ASN bisa diberi amanah oleh Pemerintah Daerah untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Sampai kapan Khittah Muhammadiyah tentang Politik Praktis ini akan diimplementasikan secara ambivalen ? Wallahu a’lam.

              *** Drs. Talkisman, Wakil Ketua PDM Mandailing Natal, tinggal di Batahan

              The post Sikap Politik Muhammadiyah yang Ambivalensi appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Man City

              Next Post

              Bayern vs Benfica

              InfoLain

              BeritaMu

              Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

              19/04/2026
              BeritaMu

              Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

              19/04/2026
              BeritaMu

              Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

              19/04/2026
              Next Post

              Bayern vs Benfica

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025
                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                16/04/2023

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026

                Guru Besar Unmuh Jember Kembangkan Beton Bambu Berstandar Internasional untuk Konstruksi Berkelanjutan

                19/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,832)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,522)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In