• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

    Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

    MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

    Pererat Silaturahmi, 82 Siswa Ikuti Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo di Salatiga

    Turba MPKSDI PDM Karanganyar di Kebakkramat Perkuat Pengkaderan Cabang dan Ranting

    Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

      Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

      MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

      Pererat Silaturahmi, 82 Siswa Ikuti Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo di Salatiga

      Turba MPKSDI PDM Karanganyar di Kebakkramat Perkuat Pengkaderan Cabang dan Ranting

      Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

          Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

          MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

          Pererat Silaturahmi, 82 Siswa Ikuti Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo di Salatiga

          Turba MPKSDI PDM Karanganyar di Kebakkramat Perkuat Pengkaderan Cabang dan Ranting

          Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

            Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

            MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

            Pererat Silaturahmi, 82 Siswa Ikuti Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo di Salatiga

            Turba MPKSDI PDM Karanganyar di Kebakkramat Perkuat Pengkaderan Cabang dan Ranting

            Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Bakti Muhammadiyah untuk Papua, Pendekatan Harus Dialogis dan Humanis

              admin by admin
              11/08/2022
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Barangkali pepatah lama berbunyi “penduduk suatu negeri lebih tahu dengan celah-celah kampungnya” tepat untuk memandang masalah Papua. Kurangnya porsi orang Papua berbicara dan berdiri setara dianggap sebagai sumber konflik sejak Integrasi Pepera 1969.

              “Selalu saja orang Papua itu dipandang sebagai objek kekuasaan dan kebudayaan lain. Hal ini dapat dilihat dari adanya stereotype yang dilekatkan pada orang Papua dan stigma yang otomatis didapatkan. Sehingga menjadi wajar kalau orang Papua (selalu) dianggap aktor kekeliruan. Kecurigaan terhadap orang Papua itu begitu besarnya,” ungkap Ade Yamin, doktor dan antropolog asal IAIN Fattahul Muluk Papua.

              WartaTerkait

              Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

              Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

              MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

              Pererat Silaturahmi, 82 Siswa Ikuti Field Trip SD Muhammadiyah PK Solo di Salatiga

              Dalam Webinar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bertajuk Masa Depan Papua: Perspektif Orang Papua, Sabtu (18/9) Ade juga menyoroti rasisme struktural dan kultural yang masih sering didapatkan bangsa Papua.

              “Banyak pihak gagal memahami sejarah, kultur dan struktur masyarakat Papua. Berdampak pada ambiguitas kebijakan politik. Lalu, ada kemungkinan keengganan menyelesaikan masalah Papua secara bermartabat dan berkemanusiaan,” imbuhnya mengkritik pendekatan Militerisme di Papua.

              Perlukah Otsus Bagi Masyarakat Papua?

              Memuji pendekatan kultural Muhammadiyah yang telah dilakukan sejak lama, termasuk memberi banyak ruang bagi orang Papua untuk berbicara, Gugus Tugas Papua (GTP) Universitas Gajah Mada (UGM) Ari Ruhiyanto menyebut kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) serba dilematis.

              Papua sendiri menjadi Provinsi setelah mengalami pemekaran dari Provinsi Maluku pada 1956. Pada perkembangannya, pemekaran Papua menjadi tiga wilayah pada 1999 gagal karena hanya dua provinsi saja yang lahir yakni Papua dan Papua Barat. Kini, justru muncul ide pemekaran Papua berdasarkan 7 wilayah adat, yakni 5 di Papua Barat, dan 2 di Papua Barat.

              Meski Otsus dianggap penting bagi pertumbuhan aspek demokrasi dan gender hingga 30 tahun ke depan, sejak wacana Otsus dilambungkan, terjadi kenaikan angka kekerasan yang menyebabkan kematian di antara warga, aparat dan KKB.

              Data GTP UGM per 3 September 2021 mencatat jumlah kasus naik perlahan sejak 2016 dari 11 orang menjadi 19 orang pada 2017, naik drastis pada 2019 sebanyak 20 kasus dan kian naik pada 2020 dengan 65 kasus dan 70 kasus untuk 2021 yang belum genap satu tahun.

              Ari menganggap UU Otsus dengan realisasi 2 pasal baru dan 18 pasal terevisi sebenarnya cukup menjanjikan bagi masa depan Papua. Tetapi, dirinya menyoroti dua hal besar, yakni SDM Papua yang matang belum cukup tersedia dan Pemerintah belum berhasil membangun legitimasi yang kokoh bagi masyarakat Papua.

              “Seandainya masyarakat bertemu aparat keamanan masih ada rasa ketakutan, itu artinya negara belum cukup bisa membangun legitimasi sosial. Seharusnya aparat keamanan menghadirkan rasa aman bukan menghadirkan ketakutan. Ketika yang muncul adalah ketakutan, saya rasa perlu dipertanyakan keberhasilannya dalam membangun legitimasi sosial,” ungkapnya.

              Hentikan Militerisme, Biarkan Papua Bicara

              Menyambung Ari, Ade menilai bahwa residu proses politik 1969 Pepera hingga DOM tahun 2000 masih meninggalkan trauma. Sebagai akademisi dan antropolog, Ade berharap pemerintah mengubah pendekatan dalam pembangunan Papua.

              Termasuk membereskan para pendengung di media sosial secara adil, baik kepada mereka yang membawa narasi NKRI Harga Mati maupun Papua Merdeka Harga Mati. Keduanya, dianggap Ade memunculkan trauma masyarakat Papua dan menghambat integrasi.

              “Papua dihadapkan pada NKRI Harga Mati Otsus atau Referendum, padahal LIPI sejak 2004-2017 itu berteriak terdapat empat hutang besar pemerintah pada Papua yaitu sejarah status politik, kekerasan dan pelanggaran HAM, kegagalan pembangunan, serta diskriminasi pada orang Papua,” sebutnya.

              “Uniknya pemerintah melancarkan politik pembangunanisme dan pemberdayaanisme yang menciptakan stratifikasi masyarakat berdasarkan etnis. Hari ini kita tahu masyarakat dibelah dalam dua kutub besar: orang asli dan bukan orang asli, padahal kita, Pemerintah belum menunjukkan secara substantif kebutuhan Papua untuk masa depan,” kata Ade.

              Masukan Bagi Pemerintah dan Peluang Bagi Muhammadiyah

              Lebih lanjut, Ade Yamin optimis masalah Papua lebih mungkin selesai jika Pemerintah memahami Papua dari sudut pandang orang Papua sendiri, bukan dari kacamata Pusat atau standar kebudayaan lain serta memberikan kesetaraan akses di bidang aparatur sipil negara hingga pendidikan.

              “Kesempatan yang diberikan itu harus dibarengi afirmasi holistik, tidak cukup dengan biaya pendidikan, termasuk terjaminnya mereka dari stereotype dan stigma sehingga perlahan tercipta pemahaman bahwa identitas Kepapuaan adalah identitas Keindonesiaan,” tegasnya.

              Senada dengan Ade, GTP UGM Ari Ruhiyanto menilai kehadiran Pemerintah di Papua selama ini masih bersifat seperti Sinterklas sehingga menciptakan ketergantungan.

              “Beberapa riset kami di pedalaman Papua, produktivitas masyarakat menurut setelah hadirnya pemerintah kabupaten baru. Masyarakat yang tadi gemar berkebun, sekarang tidak melakukannya karena mengandalkan sumbangan dari pemerintah,” ungkapnya.

              Untuk mendapatkan legitimasi, Pemerintah dianggap perlu lebih serius membangun infrastrukstur transportasi lintas daerah/provinsi, infrastrukturk telekomunikasi, listrik, air bersih hingga menjamin ketersediaan Sumber Daya Manusia asli Papua di bidang profesional dan birokrasi.

              “Jika ingin membangun legitimasi, maka pemberdayaan adalah yang diperlukan sehingga publik dan masyarakat Papua akan memandang kehadiran negara memang betul menjadi upaya untuk mendorong kesejahteraan bersama, bukan sekadar akomodasi elit,” tuturnya.

              Dalam forum yang sama, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Susana setuju dengan pendekatan kultural. Yohana mendorong dilibatkannya semua tokoh adat dalam sistem kerja yang berkesinambungan.

              Selain mengajak para perempuan Papua lebih berani berbicara, Yohana juga mendorong lembaga pendidikan tinggi seperti Muhammadiyah melakukan survei besar-besaran tentang kebutuhan dan pandangan penduduk asli Papua.

              “Orang Papua banyak bilang tidak butuh pembangunan besar-besaran tapi duduk bareng bersama untuk melihat masalah yang ada di Papua. Harus ada survei besar-besaran,” kata Yohana.

              “Tapi mendekati Papua tidak bisa orang dari luar, harus orang (mahasiswa) Papua sendiri yang mengambil datanya,” imbuh Yohana.

              “Saya senang sekali Muhammadiyah semakin concern dengan Papua sejak lama, mungkin saya baru tahu belakangan saja. Banyak webinar, banyak dialog-dialog yang diinisiasi oleh Muhammadiyah tentang Papua, saya kira ini suatu langkah yang sangat baik ke depan untuk dialog people to people bukan state to people,” kata Ari Ruhiyanto memungkasi.

              Komitmen Muhammadiyah untuk Papua

              Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Chairil Anwar menyatakan komitmen Muhammadiyah terhadap Papua sama besarnya dengan komitmen Muhammadiyah terhadap wilayah lain.

              “Alhamdulillah dan kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada penduduk dan para pimpinan di Papua. Alhamdulillah Muhammadiyah di Papua sudah bisa diterima dengan sangat baik dan itu terbukti sampai saat ini kita memiliki empat perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat,” tuturnya.

              Chairil menuturkan Muhammadiyah merasa memiliki kewajiban untuk membalas kepercayaan rakyat Papua yang telah memberikan kesempatan bagi Muhammadiyah hidup dan terlibat membesarkan Papua dan Papua Barat.

              “Hasil dari diskusi kita akan kita sumbangkan ke Pemerintah Pusat untuk memberikan kebijakan-kebijakan yang mendukung terhadap keberadaan Papua dan Papua Barat menjadi provinsi yang tidak terpisahkan. (Duduk) bersama sama-sama rendah, (berdiri) sama-sama tinggi untuk memajukan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya.

              Naskah: Afandi

              Editor: Fauzan AS

              The post Bakti Muhammadiyah untuk Papua, Pendekatan Harus Dialogis dan Humanis appeared first on Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Wayang, Kebudayaan Jawa, dan Muhammadiyah

              Next Post

              Menjadi Pahlawan Indonesia

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, UMS Luncurkan EMPOWER untuk Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

              10/10/2026
              BeritaMu

              Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan

              10/10/2026
              BeritaMu

              MABIT SD Muhammadiyah PK Banyudono: Kokohkan Iman, Tanamkan Adab, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

              10/10/2026
              Next Post

              Otomotif

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                BIM University Buka PMB 2027/2028, Dorong Generasi Muda Kembangkan Skill dan Inovasi

                10/10/2026

                Konsisten Meneliti dan Menulis, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

                10/10/2026

                UAD Masuk THE WUR 2027, PTS dengan Posisi Tertinggi di DIY

                10/10/2026

                Umsida Panen Melon dari Hasil Praktik Budidaya, Belajar Hadapi Tantangan Produksi

                10/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,756)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,304)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                BIM University Buka PMB 2027/2028, Dorong Generasi Muda Kembangkan Skill dan Inovasi

                10/10/2026

                Konsisten Meneliti dan Menulis, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

                10/10/2026

                UAD Masuk THE WUR 2027, PTS dengan Posisi Tertinggi di DIY

                10/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In