• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juni 22, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cara Seru Anak Menghafal Al Quran, Murid SD di Solo Ini Pilih Bermain ‘Estafet Ayat’ Ketimbang Gawai

    Singkirkan 79 Ribu Pesaing, Mahasiswa UMS Ini Tembus Google Student Ambassador 2026!

    Profesi Guru Tak Tergantikan Teknologi, Rektor UMS Ungkap Rahasia Menghadapi Tantangan Zaman

    Gedor Inovasi Pembelajaran, Ini Strategi Baru Pendidikan Muhammadiyah Karanganyar Menuju Sekolah Unggulan

    Bukan Cuma Nilai Angka, Ini Bekal Hidup Anak yang Jauh Lebih Penting tapi Tidak Ada di Rapor

    Kader Muhammadiyah Madina Ikuti Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Soroti Krisis Kesadaran dan Etika Kemanusiaan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cara Seru Anak Menghafal Al Quran, Murid SD di Solo Ini Pilih Bermain ‘Estafet Ayat’ Ketimbang Gawai

      Singkirkan 79 Ribu Pesaing, Mahasiswa UMS Ini Tembus Google Student Ambassador 2026!

      Profesi Guru Tak Tergantikan Teknologi, Rektor UMS Ungkap Rahasia Menghadapi Tantangan Zaman

      Gedor Inovasi Pembelajaran, Ini Strategi Baru Pendidikan Muhammadiyah Karanganyar Menuju Sekolah Unggulan

      Bukan Cuma Nilai Angka, Ini Bekal Hidup Anak yang Jauh Lebih Penting tapi Tidak Ada di Rapor

      Kader Muhammadiyah Madina Ikuti Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Soroti Krisis Kesadaran dan Etika Kemanusiaan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

        Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

        Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

        Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

        Stay Online Casino steps and methods for Australian players

        Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cara Seru Anak Menghafal Al Quran, Murid SD di Solo Ini Pilih Bermain ‘Estafet Ayat’ Ketimbang Gawai

          Singkirkan 79 Ribu Pesaing, Mahasiswa UMS Ini Tembus Google Student Ambassador 2026!

          Profesi Guru Tak Tergantikan Teknologi, Rektor UMS Ungkap Rahasia Menghadapi Tantangan Zaman

          Gedor Inovasi Pembelajaran, Ini Strategi Baru Pendidikan Muhammadiyah Karanganyar Menuju Sekolah Unggulan

          Bukan Cuma Nilai Angka, Ini Bekal Hidup Anak yang Jauh Lebih Penting tapi Tidak Ada di Rapor

          Kader Muhammadiyah Madina Ikuti Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Soroti Krisis Kesadaran dan Etika Kemanusiaan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cara Seru Anak Menghafal Al Quran, Murid SD di Solo Ini Pilih Bermain ‘Estafet Ayat’ Ketimbang Gawai

            Singkirkan 79 Ribu Pesaing, Mahasiswa UMS Ini Tembus Google Student Ambassador 2026!

            Profesi Guru Tak Tergantikan Teknologi, Rektor UMS Ungkap Rahasia Menghadapi Tantangan Zaman

            Gedor Inovasi Pembelajaran, Ini Strategi Baru Pendidikan Muhammadiyah Karanganyar Menuju Sekolah Unggulan

            Bukan Cuma Nilai Angka, Ini Bekal Hidup Anak yang Jauh Lebih Penting tapi Tidak Ada di Rapor

            Kader Muhammadiyah Madina Ikuti Tadarus Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Soroti Krisis Kesadaran dan Etika Kemanusiaan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

              Stay Online Casino steps and methods for Australian players

              Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Tajdid (Pembaharuan) Menuju Arah Objektivikasi Islam

              by
              16/05/2023
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Oleh: Beta Pujangga Mukti

              Secara sederhana, konsep objektivikasi Islam menurut Kuntowijoyo bermakna menjadikan Islam sebagai rahmat bagi segenap alam (rahmatan lil ‘alamiin), artinya ada internalisasi nilai-nilai Islam kepada orang bukan Islam dengan tidak memaksakan pandangan secara subjektif tetapi atas dasar objektif, sehingga mereka bisa menerima ajaran Islam. Dalam makna lain,  objektivikasi Islam bisa diartikan dengan “Islam that can be transmitted openly and without secrecy”. Maksudnya adalah Islam yang ajarannya bisa dirasakan manfaatnya oleh semua orang, termasuk orang bukan Islam sekalipun.

              WartaTerkait

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

              Jadi tidak tepat dan tidak berdasar jika Islam sering disudutkan dengan menjadi objek tuduhan sebagai agama yang radikal yang mengajarkan nilai-nilai kekerasan. Atas nama agamanya, lantas berbuat intoleran kepada sesama warga negara yang berbeda agama, etnis, suku maupun budaya. Mereka yang menyebar teror dan ketakutan bahkan sampai berani membunuh warga negara lain pantas disebut sebagai teroris. Menurut Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid (2020) menyatakan, seorang teroris pasti fahamnya radikal, tetapi orang yang berfaham radikal belum tentu teroris. Jadi sesungguhnya teroris itu tidak punya agama, karena agama manapun di dunia ini tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh bahkan membantai sesama manusia. Semua agama mengajarkan kedamaian dan cinta kasih.

              Radikalisme yang bersifat dekonstruktif semacam ini adalah musuh bersama. Apapaun agamanya, tidak akan diajarkan nilai-nilai kekerasan yang mengarah kepada perbuatan terorisme. Semua agama mengajarkan nilai-nilai kedamaian dan cinta kasih, kalaupun ada yang keluar dari nilai tersebut maka sebenarnya yang salah bukan agamanya tetapi mereka adalah oknum yang salah memahami ajaran agamanya.

              Supaya faham radikal ini tidak tumbuh berkembang di kalangan umat dan masyarakat, sudah tentu para da’i (penyampai) dan juga lembaga atau ormas agama perlu menampilkan wajah agama yang membawa ajaran-ajaran fungsional dan aplikatif, mampu menjadi jawaban atas segala permasalahan sosial yang terjadi. Mengutip perkataan Haedar Natsir, agama yang tidak serba memakai fikih an sich (klasik), melainkan fikih tajdid (pembaharuan) atau pencerahan yang berkemajuan. Selain itu juga, butuh agama yang berdimensi ihsan (baik), mampu keluar dari sikap ekslusivitas kepada inklusivitas atau dari sekadar ajaran yang bersifat subjektif ke arah yang lebih objektif. Perspektif inilah yang perlu dihidupkan oleh agama di masa modern seperti ini.

              Selain ajaran yang bersifat tajdid dan berdimensi ihsan, Islam sesungguhnya telah menyediakan basis ajaran supaya ummatnya bersikap wasathiyah (moderat/pertengahan). Inilah salah satu sikap dari upaya melakukan objektivikasi Islam. Keseimbangan di sini adalah ciri yang melihat bahwa antara urusan dunia dan akhirat, jasmani dan ruhani, individu dan sosial, ilmu dan amal, dan seterusnya haruslah seimbang. Artinya, tidak terjadi dualisme karena dasar yang satu dan lainnya saling berhubungan dan saling terkait. Ciri keseimbangan ini merupakan landasan dan berimplikasi kepada terwujudnya keadilan, yaitu adil terhadap diri sendiri dan adil terhadap orang lain. Sikap moderat adalah upaya untuk mencegah sikap ekstrim yang dapat menimbulkan sikap intoleran yang berujung pada perpecahan dan retaknya persatuan dalam tubuh bangsa.

              Untuk menghindari disharmoni perlu ditumbuhkan cara beragama yang moderat, atau cara ber-Islam yang objektif, atau sikap beragama yang inklusif, yang disebut sikap moderasi beragama. Menurut Darlis, moderasi itu artinya moderat, lawan dari ekstrem, atau berlebihan dalam menyikapi perbedaan dan keragaman. Dalam melihat dan menyelesaikan satu persoalan, Islam moderat mencoba melakukan pendekatan kompromi dan berada di tengah-tengah, dalam menyikapi sebuah perbedaan, baik perbedaan agama ataupun mazhab, Islam moderat mengedepankan sikap toleransi, saling menghargai, dengan tetap meyakini kebenaran keyakinan masing-masing agama dan mazhab, sehingga semua dapat menerima keputusan dengan kepala dingin, tanpa harus terlibat dalam aksi yang anarkis. Moderasi beragama merupakan sebuah jalan tengah di tengah keberagaman agama di Indonesia. Moderasi merupakan budaya Nusantara yang berjalan seiring, dan tidak saling menegasikan antara agama dan kearifan lokal (local wisdom). Tidak saling mempertentangkan namun mencari penyelesaian dengan toleran.

              Selain cara-cara bersikap yang telah dijelaskan di atas, objektivikasi Islam juga bermaksud ingin membawa atau merubah kata toleransi yang sekadar bermakna kerukunan atau menghargai ke arah kooperasi yang bermakna kerjasama antarumat beragama dalam rangka mensukseskan agenda bersama, baik yang bersifat nasional maupun global. Misalnya yang menjadi agenda nasional seperti masalah pembangunan, keadilan, kemiskinan, keterbelakangan, dan lain sebagainya. Begitu juga dalam isu agenda global, seperti tantangan modernitas, alienasi, spiritualisme, dan nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya. Dengan demikian, agama-agama merupakan kekayaan bersama bangsa dan kemanusiaan.

              Dalam masyarakat multikultural, interaksi sesama manusia cukup tinggi intensitasnya, sehingga kemampuan sosial warga masyarakat dalam berinteraksi antar manusia perlu dimiliki oleh setiap anggota masyarakat. Kemampuan tersebut menurut Curtis, mencakup tiga wilayah, yaitu: affiliation (perhubungan), cooperation and resolution conflict (kerjasama dan penyelesaian konflik), kindness, care and affection/ emphatic skill (keramahan, perhatian, dan kasih sayang).

              Dalam buku berjudul “The War for Kindness; Building Empathy in a Fractured World” yang ditulis oleh Jamil Zaki, menjelaskan pentingnya membangun kebaikan dengan amal jama’i atau kolektif di tengah pudarnya nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. Jamil memaknai ayat “Fastabiqal khairat” dalam surah al-Baqarah ayat 148 bukan hanya berlomba-lomba dalam kebaikan tetapi “perang” untuk kebaikan. Dalam arti, beramal dengan tujuan untuk kebaikan perlu dengan kekuatan jama’i atau secara bersama-sama dengan strategi yang terorganisir dengan baik. Dalam Islam, menjalin kerjasama dengan umat agama lain tidak dilarang, selama kerjasama dalam hal muammalah, yaitu dalam urusan kemasyarakatan dan kemanusiaan. Kerjasama yang dilarang adalah dalam hal aqidah atau keyakinan, karena pada prinsipnya sudah jelas bahwa lakum diinukum waliyadiin (untukmu agamamu, untukku agamaku).

              Gerak kerja dalam organisasi atau komunitas dengan spirit kolektif-kooperatif seperti inilah yang diperlukan bangsa Indonesia hari ini di tengah ujian polarisasi dan disharmoni khususnya hubungan antarumat beragama. Dalam merealisasikan misi kebaikan bersama, maka perlu membangun kerjasama antarumat beragama sebagai satu bangsa yang sejak masa penjajahan sampai dengan merebut kemerdekaan, telah disatukan dengan perasaan nasib dan cita-cita yang sama, yaitu ingin terwujudnya Indonesia yang merdeka, adil, dan makmur.

              Peran agama–agama yang telah diakui di Indonesia, perlu menghadirkan ajaran yang aplikatif, yang mendekatkan kepada realitas sosial bukan justru menjauhkan atau menolak realitas yang terjadi. Agama yang menurunkan pikiran dan sikap penganutnya ke bumi secara horizontal bukan menerbangkan sikap dan pikiran penganutnya ke langit (vertikal). Dalam tulisan Kuntowijoyo, dijelaskan misalnya di Amerika ada gerakan Injil Sosial pada abad ke-19, kemudian di Amerika Latin ada gerakan Teologi Pembebasan pada era 1970-an, di India ada gerakan Sarvodaya pada tahun 1970-an, dan di Indonesia sendiri pada tahun 1980-an muncul gerakan pemikiran ke arah  Teologi Transformatif.  Dalam hal ini, Islam pun hadir ke muka bumi sebagai gerakan pembebasan (liberating forces), karena sesungguhnya misi Islam yang paling besar adalah pembebasan. Islam melakukan revolusi dengan cara membumikan ajaran-ajaran yang bersifat melangit (vertikal) sehingga menghasilkan nidzam (sistem) yang universal dan integral.

              Puncak dari tujuan ajaran Islam adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), maka untuk sampai kepada tujuan tersebut, diperlukan objektivikasi Islam supaya Islam tampil dengan wajah yang moderat, inklusif dan objektif. Wajah Islam yang seperti inilah yang diharapkan mampu mempertemukan antara spirit agama dan kebangsaan dalam rangka membangun gerak kerja bersama secara kolektif-kooperatif. Selain itu, agama juga diharapkan dapat berperan dalam menguatkan wawasan kebangsaan, sehingga setiap penganut agama di Indonesia, memiliki sikap saling toleran dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan NKRI.

               

              *** Penulis adalah anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Mahasiswa S3 di Islamic Development Management Studies, Universiti Sains Malaysia.

               

              The post Tajdid (Pembaharuan) Menuju Arah Objektivikasi Islam appeared first on tabligh.id.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Haesoo

              Next Post

              PDM dan PDA Kendal harus Memiliki Etos atau Semangat Kerja Lebih Tinggi.

              InfoLain

              Hukum Islam

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              19/06/2026
              Hukum Islam

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              19/06/2026
              Hukum Islam

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              19/06/2026
              Next Post

              8 Universitas Asal China Tandatangani MoU dengan UMJ

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Unismuh Makassar Tuan Rumah Kosabangsa 2025, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pengabdian Masyarakat

                21/06/2026

                Ribuan Warga Rasakan Manfaat, PTMA Salurkan Ratusan Hewan Kurban hingga Pelosok Indonesia

                21/06/2026

                MTCC UNIMMA Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Petani Tembakau Berkelanjutan dan Sejahtera

                21/06/2026

                UMY Masuk QS WUR 2027, Sebagai Kampus Islam Terbaik Indonesia di Peringkat Global

                21/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,491)
                • Hukum Islam (1,436)
                • Kabar PTMA (3,836)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Unismuh Makassar Tuan Rumah Kosabangsa 2025, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pengabdian Masyarakat

                21/06/2026

                Ribuan Warga Rasakan Manfaat, PTMA Salurkan Ratusan Hewan Kurban hingga Pelosok Indonesia

                21/06/2026

                MTCC UNIMMA Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Petani Tembakau Berkelanjutan dan Sejahtera

                21/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In