• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

    Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

    Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

    Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

    Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

    Dari Tebing Tinggi Menjaga Api Dakwah

    Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

    Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

      Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

      Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

      Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

      Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

      Dari Tebing Tinggi Menjaga Api Dakwah

      Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

      Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

          Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

          Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

          Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

          Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

          Dari Tebing Tinggi Menjaga Api Dakwah

          Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

          Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

            Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

            Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

            Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

            Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

            Dari Tebing Tinggi Menjaga Api Dakwah

            Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

            Majelis Ulama Indonesia Dorong Penguatan Penguasaan Digital Bagi Tokoh Agama

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Bahasa Arab dalam Islamisasi Asia Tenggara

              by
              30/04/2023
              in BeritaMu
              0
              Bahasa Arab dalam Islamisasi Asia Tenggara
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Bahasa Arab dalam Islamisasi Asia Tenggara

              WartaTerkait

              PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

              Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

              Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

              Majelis Tabligh PWM Sumut Gelar TOT Instruktur Muballigh Tingkat Wilayah di Tebing Tinggi

              Oleh: Azhar Rasyid

              Pada bagian sebelumnya telah diterangkan bagaimana pengaruh yang diberikan aksara Arab dalam proses Islaminasi Asia Tenggara.  Bukti arkeologis pertama, berupa sebuah prasasti, yang ditemukan di Terengganu, Malaysia, menunjukkan bahwa aksara Arab sudah mulai dipakai dalam mengekspresikan istilah yang berkenaan dengan ajaran Islam di dunia Melayu sejak abad ke-14.

              Di masa tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Asia Tenggara , khususnya di Sumatera dan Semenanjung Malaya, aksara Arab digunakan sebagai saluran bagi para ulama untuk menyebarkan agama Islam dan medium bagi kaum inetelektual untuk mengemukakan pikirannya secara tertulis. Di Semenanjung Malaya, aksara Arab bahkan menggantikan aksara Pallawa yang sudah berakar di sana. Kolonialisme Belanda di Indonesia dan Inggris di Malaysia sempat melemahkan penggunaan aksara Arab, karena kaum penjajah memperkenalkan aksara Latin sebagai sarana komunikasi tertulis.

              Sebenarnya, selain aksara Arab, ada satu unsur budaya lagi yang berasal dari kultur Arab Muslim yang berperan penting dalam proses Islamisasi di Asia Tenggara, khususnya di dunia Melayu, termasuk Indonesia dan Malaysia, yakni bahasa Arab. Dari sini bisa dilihat bahwa ada dua variasi penggunaan aksara Arab. Pertama, aksara Arab disandingkan dengan bahasa Arab. Kedua, aksara Arab dijadikan sebagai medium ekspresi bahasa lokal, misalnya bahasa Jawa dan Melayu.

              Sebagaimana dikemukakan oleh para linguis, dalam proses Islamisasi di Indonesia, bahasa Arab menempati suatu posisi penting dikarenakan bahasa ini dianggap sebagai bahasa keagamaan oleh para ulama, intelektual serta penguasa lokal yang menganut agama Islam. Ada banyak ibadah dalam Islam yang memerlukan penggunaan bahasa Arab, misalnya shalat dan doa. Penguasaan bahasa Arab juga dipandang sebagai salah satu syarat yang menandai tingginya keilmuan seseorang dalam hal agama Islam.

              Masuknya bahasa Arab ke Asia Tenggara berjalan seiring dengan mulai berkembangnya Islam di kawasan ini. Prasasti Terengganu, yang diperkirakan berasal dari antara tahun 1303-1387, memang menggunakan bahasa Melayu yang diekspresikan dalam huruf Arab. Namun, sejumlah kosakata dari bahasa Arab sudah dipakai di sini, misalnya ‘Islam’, ‘Rasul’, ‘Allah’, serta penanggalan dari sistem kalender Islam (seperti ‘Juma’at’ dan ‘Rejab’).

              Bukti arkeologis lainnya yang patut disebut adalah sebuah nisan di Minye Tujuh, Aceh, yang diperkirakan berasal dari tahun 1380. Di nisan ini tertulis sebuah puisi dalam aksara Pallawa dan bahasa Melayu, namun juga mengandung sejumlah frasa yang berasal dari bahasa Arab. Jadi, walau belum sebanyak seperti di Prasasti Terengganu, nuansa bahasa Arab di Aceh setidaknya sudah mulai hadir pada masa itu dan diakui perannya dalam mengekspresikan sejumlah ide.

              Di masa-masa selanjutnya, ketika tradisi tulis-menulis mulai muncul di dunia Melayu, pengaruh bahasa Arab pun semakin kuat di sana. Tidak hanya orang Arab yang berdagang dan berdakwah ke Nusantara yang menjadi medium penggunaan bahasa Arab, tapi juga buku-buku dalam bahasa Arab serta bahasa Persia. Buku itu terdiri atas buku agama dan buku umum. Berbagai macam karya tersebut lalu dibaca oleh orang Melayu, dan ini menunjukkan bahwa ada suatu kelompok ulama dan intelektual yang bisa memahami bahasa Arab lebih dari yang diperlukan dalam menjalankan ibadah-ibadah pokok dalam Islam.

              Tidak berhenti di sana, mereka bahkan menjadi jembatan antara pengetahuan yang dibawa dari dunia Arab ke dunia Melayu melalui penerjemahan teks-teks berbahasa Arab tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Dampaknya besar, karena kemudian lahir juga karya-karya tulis yang diciptakan oleh penulis lokal. Hanya saja, mereka menggunakan aksara Arab dengan bahasa lokal, dengan di sana-sini meminjam kata, frasa atau konsep dari bahasa Arab.

              Sebagaimana dicatat oleh James Sneddon dalam karyanya, The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society, bahasa Melayu menjadi jembatan yang menghubungkan antara berbagai kosakata Arab yang masuk di Nusantara dengan bahasa-bahasa lokal lainnya di kepulauan ini. Jadi, bahasa Arab memang tidak menjadi lingua franca di Kepulauan Nusantara, namun ada sangat banyak kosakata dari bahasa Arab yang dipinjam oleh bahasa Melayu dan bahasa-bahasa lokal lainnya.

              Catatan paling awal yang tersedia perihal kosakata Arab yang dipakai dalam bahasa Melayu berasal dari tahun 1612. Pada tahun itu terbit sebuah buku panduan bagi orang Melayu yang ingin belajar bahasa Belanda. Di dalamnya diketahui sudah ada banyak kosakata dari bahasa Arab yang ada dalam bahasa Melayu. Di samping bahasa Arab, buku itu juga mengandung kata-kata dari bahasa Persia dan Sanskerta.

              Yang juga tidak boleh dilupakan adalah orang-orang Indonesia yang belajar bahasa Arab, dan pengetahuan Islam lainnya, langsung dalam bahasa Arab di tempat di mana bahasa Arab itu sendiri digunakan. Ini tampak sejak abad ke-17, masa ketika bukan hanya orang Arab yang ke Nusantara, tapi juga orang Islam dari Nusantara sendiri yang pergi ke Mekkah dan Madinah, baik untuk naik haji dan menuntut ilmu, termasuk bahasa Arab.

              Sebagaimana diutarakan oleh sejumlah ahli sejarah, kaum intelektual dari Kepulauan Nusantara itu kemudian rupanya tidak berhenti sebagai pendengar dan penutur bahasa Arab saja. Mereka juga memproduksi pengetahuan dengan menggunakan bahasa Arab. Mereka belajar selama beberapa tahun di Mekkah dan Madinah, lalu pulang ke Indonesia dan menyebarkan ilmunya di tanah kelahirannya. Salah satu metode yang mereka pakai adalah dengan menulis manuskrip tentang ajaran agama Islam dalam bahasa Arab. Suatu penghitungan menyebut bahwa ada sekitar 400-500 naskah yang ditulis oleh mereka.

              James Sneddon membagi kosakata Arab yang ada dalam bahasa Indonesia modern ke dalam beberapa bagian, bergantung pada penggunaannya di Indonesia kini. Pertama, yang berkenaan dengan agama, nilai moral dan filosofi, contohnya antara lain adab, adat, adil, aib, Allah, do’a, ikhlas dan Islam. Kedua, di bidang pendidikan dan kepenulisan, misalnya abjad, eja, huruf, jilid, kalimat, kuliah dan majalah. Ketiga, dalam hal anatomi dan kesehatan, seperti badan, rahim, sehat dan wajah. Keempat, berkaitan dengan waktu dan penanggalan, contohnya abad, musim, sa’at, waktu, zaman, dan Ahad.

              Syamsul Hadi, dalam bukunya, Kata-Kata Arab dalam Bahasa Indonesia, menyebut bahwa pengaruh bahasa Arab sangat dalam pada masyarakat Indonesia, dan itu tidak hanya dari sisi keagamaan tapi juga pada tradisi. Ia menyebut beberapa contoh lain di mana bahasa Arab seperti sudah diterima sebagai bagian dari cara orang Indonesia hidup sehari-hari, misalnya dengan memakai nama-nama Arab untuk nama anak-anaknya, untuk nama berbagai organisasi pendidikan Islam serta yayasan, dan untuk nama perusahaan. Hadi mendaftar lebih banyak lagi penggunaan kata dan istilah Arab dalam berbagai kegiatan dakwah Islam dewasa ini, mulai dari ceramah pada hari besar Islam, nasihat perkawinan, halal bi halal hingga ke kata-kata yang diekspresikan di media massa cetak, audio maupun aduiovisual.

              Di antara masyarakat Jawa tradisional, perpaduan antara pelafalan dalam bahasa Arab dengan pengucapan dalam bahasa Jawa masih terasa hingga kini dengan ditambahkannya bunyi ng ke dalam beberapa kosakata yang diambil dari bahasa Arab atau tradisi Islam. Sulitnya cara mengucapkan sejumlah huruf atau frasa yang asing dalam pendengaran orang Jawa dijawab dengan mencari huruf atau frasa yang ekuivalen. Menurut M.C. Ricklefs dalam Mengislamkan Jawa, bagi telinga orang Jawa, bunyi ‘ain terdengar, atau paling dekat padanannya, dengan bunyi ng.

              Di Indonesia, bukan hanya kaum Muslim yang dewasa ini menggunakan istilah dari bahasa Arab. Umat dari agama lain pun menyerap sejumlah kata dari bahasa Arab, baik untuk soal keagamaan maupun mengenai kehidupan sehari-hari. Contohnya antara lain kata Al-Kitab, tasbih, Nasrani, malaikat dan nikah.

              Arif Danya Munsyi, dalam bukunya, 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing, mengutip sebuah adagium populer yang dengan pas menangkap kuatnya pengaruh bahasa Arab di tengah masyarakat Indonesia (serta di dunia Muslim non-Arab lainnya) bahkan hingga kini. Bunyinya: “Orang Arab belum tentu Islam, tetapi orang Islam pasti Arab”. Maksudnya, orang Arab bisa saja menganut agama selain Islam. Tapi, seorang Muslim, misalnya di Indonesia, sudah jelas bisa berbahasa Arab, walaupun hanya terbatas. Ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa banyak akivitas keagamaan dalam Islam yang mensyaratkan penggunaan bahasa Arab, mulai dari syahadat hingga membaca dan menghafal ayat Al Qur’an.

              Azhar Rasyid, Penilik sejarah Islam

              The post Bahasa Arab dalam Islamisasi Asia Tenggara appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Di Tengah Perbedaan, Penyelenggara Negara Harus Hadir sebagai Wasit yang Adil

              Next Post

              Bule Asal Australia yang Ludahi Imam Masjid Ditangkap

              InfoLain

              BeritaMu

              PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

              15/05/2026
              BeritaMu

              Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

              15/05/2026
              BeritaMu

              Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

              15/05/2026
              Next Post
              Bule Asal Australia yang Ludahi Imam Masjid Ditangkap

              Bule Asal Australia yang Ludahi Imam Masjid Ditangkap

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

                15/05/2026

                Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

                15/05/2026

                Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

                15/05/2026

                Dari Tebing Tinggi Menjaga Api Dakwah

                15/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,098)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,665)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                PDM Tapanuli Selatan Gelar Pengajian Tarjih Perdana, Bahas Wudhu hingga Tayamum

                15/05/2026

                Ketua Prodi PGSD FKIP UMSU Jadi Pemateri Workshop Pembelajaran Mendalam Guru Muhammadiyah Kota Medan

                15/05/2026

                Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Medan Gelar Workshop Deeplearning dan Coding

                15/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In