• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

    Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

    Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

    Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua

    Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka: Cetak Kader Muda Lintas Iman Perawat Bumi

    Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

      Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

      Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

      Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua

      Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka: Cetak Kader Muda Lintas Iman Perawat Bumi

      Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

          Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

          Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

          Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua

          Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka: Cetak Kader Muda Lintas Iman Perawat Bumi

          Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

            Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

            Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

            Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua

            Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka: Cetak Kader Muda Lintas Iman Perawat Bumi

            Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kolom Edi Suheri: Fitrah, Perjanjian Primordial yang Hilang

              by
              10/04/2023
              in BeritaMu
              0
              Kolom  Edi Suheri: Fitrah, Perjanjian Primordial yang Hilang
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Fitrah  : Perjanjian Primordial yang Hilang

              WartaTerkait

              Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

              Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

              Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

              Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua

              Oleh Edi Suheri, Dai dan Pembina Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Imam Ahmad Abi Abdillah

              Fitrah manusia adalah mengenal dan mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa tidak ada Ilah [yang haq] selain-Nya, sebagaimana janji setiap manusia : ‘Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka [seraya berfirman], ‘Bukankan Aku ini Tuhanmu ?’ Mereka menjawab, ‘Betul [Engkau Tuhan kami], kami bersaksi’. [Q.s
              al-A’raf [7] : 172]. Tahukah Anda bahwa jauh-jauh hari sebelum terlahir ke dunia manusia sudah terikat perjanjian dengan Allah ? Hadits dari Abu Hurairah berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
              wa Sallam berkata :
              لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ، فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ
              كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ، ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَفَقَالَ: أَيْ رَبِّ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ

              Sewaktu menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengusap punggungnya. Maka
              berjatuhanlah dari punggungnya setiap jiwa keturunan yang akan diciptakan Allah dari Adam hingga hari Kiamat.
              Kemudian, di antara kedua mata setiap manusia dari keturunannya Allah menjadikan cahaya yang bersinar.
              Selanjutnya, mereka disodorkan kepadanya. Adam pun bertanya, ‘Wahai Tuhan, siapakah mereka ?’ Allah
              menjawab, ‘Mereka adalah keturunanmu,’ [HR. al-Tirmidzi].

              Pada saat seluruh calon keturunan Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari punggungnya, Allah mengambil janji dan sumpah setia mereka : ‘Dan [ingatlah] ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi [tulang belakang] anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka [seraya berfirman], ‘Bukankah
              Aku ini Tuhanmu ?’ Mereka menjawab, ‘Betul [Engkau Tuhan kami], kami bersaksi.’ [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.’. [Q.s al-A‘raf [7] : 172].

              Pengakuan dan sikap ini, sesungguhnya merupakan realisme instinctif yang dimiliki oleh setiap manusia. Realisme instinktif manusia mengatakan, bahwa alam wujud pastilah memiliki satu penopang yang merupakan sumber serta pemelihara alam semesta serta sumber kekuasaan dan pengetahuan yang tak terbatas ini, dan sumber ini yang disebut dengan Tuhan. Instink kepercayaan akan adanya Tuhan diiringi pula oleh instink rasa tunduk kepada-Nya. Instink tunduk kepada-Nya ini menghendaki manusia berbakti [beribadah] kepada-Nya.

              Mempercayai adanya Tuhan dan merasa tunduk kepada-Nya merupakan tabiat asli [fithrah] manusia, yang tak dapat terhapus dari dirinya. Karena itu, perpindahan dari satu bentuk tindakan ubudiyah kepada bentuk yang lain dapat dilihat sebagai tindakan subtitutif belaka. Hal demikian, karena dalam kenyataan hidup tidak ada manusia yang bebas sama sekali dari suatu bentuk ekspresi pengagungan yang mempunyai nilai ubudiyah atau
              devotional. Diakui, bahwa orang-orang atheis tidak mempercayai adanya Tuhan. Dengan itu dapatlah dikatakan bahwa mereka pindah dari menundukkan diri terhadap Tuhan Yang Ghaib kepada tuhan-tuhan yang nyata, yang mereka yakini mempunyai kelebihan dari diri mereka sendiri (1).

              Sesungguhynya fitrah manusia dengan tabiat agama saling berkaitan dan semuanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika manusia itu menyimpang dari fitrahya, tak ada yang dapat mengembalikannya ke
              jalan yang benar kecuali agama ini yang selaras dengan fitrah itu. Allah mempersaksikan setiap manusia yang berakal tentang ke-Esaanya setelah mengutus para Nabi agar tidak ada yang berdalih bahwa dia tidak tahu. Pengakuan ke-Esaannya melekat pada diri manusia. Namun dalam perjalanannya banyak manusia mengalamai
              peroses yang menjauhkan dirinya dari fitrah tersebut, khususnya yang berkaitan dengan faham ketuhanan. Fakta belakangan ini menunjukkan bahwa secara teologis ada yang bertuhan dan beragama hanya pada tataran teoritis tapi tidak dalam tataran praktis [sekularisme], ada yang berlindung dibalik ketidakmampuan atau kemustahilan manusia mengetahui Tuhan [agnostisisme], bahkan ada yang sama sekali mengingkari Tuhan dan agama, baik secara teoritis maupun praktis [atheism].  (2).

              Lantas, mengapa kemudian manusia ingkar janji, menyimpang, dan kufur ? Itulah sifat manusia. Mereka lupa atas
              janjinya sendiri di hadapan Rabb mereka. Makanya Allah mengutus para rasul untuk mengingatkan janji itu. Sehingga tidak ada hujjah bagi mereka untuk tidak beriman saat ditagih janji pada hari Kiamat kelak. Tak lagi ada alasan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.’. [Q.s al-A‘raf [7] : 172].

              Kepada orang-orang yang menyimpang dari fitrahnya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegur dan mengingatkan kembali janji primordialnya yang dahulu pernah dideklarasikan :

              اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ

              Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu [Q.s Yasin [36] : 60].

              Sebagaimana telah disebutkan di atas, diantara bentuk penyimpangan terhadap fitrah ber-Tuhan dan atau perjanjian primordial tersebut – dalam sejarah manusia – adalah atheism, yaitu pemikiran yang beranggapan dan merasa tak perlu dan atau tidak percaya pada Tuhan karena tak dapat dibuktikan eksistensinya,

              Atheisme & Dalil-Dalilnya

              Atheisme adalah paham yang tidak mengakui bahwa Tuhan itu ada. (3).  Karl Karnadi menyebutkan bahwa Atheisme adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap Tuhan dan dewa-dewi. Dalam kata lain, seorang Atheis tidak mempercayai adanya bentuk kesadaran yang biasa disebut Tuhan dalam penciptaan alam semesta. (4)

              Istilah Atheisme populer pada awal perkembangan Kristen yakni di awal tahun Masehi di mana pada saat itu terjadi benturan antara kepercayaan orang-orang Yunani yang mempercayai dewa-dewi sebagai Tuhan dan Romawi Kuno yang beragama Pagan dengan penyebar agama Kristen. Istilah Atheis dipakai untuk saling menyudutkan bahwa orang-orang Pagan yang tak mau mengakui Tuhan agama Kristen maka mereka disebut Atheis, dan sebaliknya orang Kristen yang tak mau mengakui dewa-dewi agama Pagan juga dituding sebagai Atheis. (5).

              Sebagai aliran kepercayaan yang berdiri sendiri, Atheisme baru muncul abad ke-18 di Eropa, kemudian meluas menjadi sampai ke belahan Timur sampai sekarang. (6) Lahan paling subur untuk perkembangan Atheisme memang masih belahan dunia Barat. Meskipun kini makin melebar ke belahan Timur. Ini misalnya bisa dibaca dalam leporan CNBC Indonesia, 04 April 2023 di bawah judul ‘Fenomena Ramai Jadi Ateis di Negara Arab,
              Ada Apa ?’, terkait agama yang dianut penduduk Arab dan fenomena kenaikan penganut ateisme. Ada beberapa survei yang memaparkan fakta demikian. Dalam survei BBC International [2019], terjadi peningkatan persentase penduduk yang tidak beragama, dari awalnya hanya 8% pada 2013 menjadi 13% pada 2019.

              Beberapa lembaga juga pernah melakukan jajak pendapat dalam tingkat regional. Di Iran, dalam riset Iranian’s Attitudes Toward Religion [2020], terungkap bahwa 47% dari 40.000 responden mengaku telah beralih dari beragama menjadi ateis. Sementara di Turki, negara yang 99% berpenduduk Muslim, tercatat peningkatan jumlah ateis dalam kurun 10 tahun terakhir. Dalam laporan lembaga survey Konda [2019], ditemukan bahwa jumlah orang Turki yang mengaku menganut Islam telah turun dari 55% menjadi 51%. Penurunan ini bukan beralih ke agama lain tetapi menjadi ateis.

              Sedangkan di Mesir, mengutip Deutsche Welle ,  Universitas Al-Azhar Kairo pada 2014 juga melakukan survey tentang topik serupa. Hasilnya menunjukkan bahwa 10,7 juta dari 87 juta penduduk Mesir mengaku menjadi ateis, mencapai 12,3% dari keseluruhan populasi. Hal sama juga terjadi di Arab Saudi. Mengutip laporan Saudi Arabia 2021 International Religious Freedom Report [2021], tercatat ada 224 ribu yang memilih tidak beragama, baik ateis atau agnostik.

              Pertumbuhan Atheisme di dunia Barat sendiri disebabkan oleh, yang pertama, Atheisme berkembang sebagai antitesa terhadap dogmatisme. Dan yang kedua, ajaran ini semakin berkembang dengan semakin meluasnya paham liberalism, (7)  yang melahirkan kebencian terhadap agama dan keinginan bebas darinya. Friedrick Nietzsche [1844-1900] misalnya, yang secara terang-terangan menyatakan bahwa ‘Tuhan telah mati’ [the death of God], (8) manusialah pembunuhnya, sebagai ekspresi atas budaya Atheism di Barat.

              Dalam perkembangannya ini, Atheisme telah menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang percaya dan mengimani adanya Tuhan. Karena, Atheisme menolak secara terang-terangan dan memberi alasan yang rasional akan tidak adanya Tuhan. Atheisme lahir dari adanya hal-hal di dunia ini, yang jika dikaitkan dengan adanya Tuhan, menurut para Atheis, menjadi sangat tidak rasional. Karena itu, atheisme menyerang pemikiran yang percaya dan mengimani Tuhan. (9)  Inilah visi filosofis Atheisme, tidak percaya akan keberadaan atau adanya Tuhan. Dimana Tuhan tidak benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan. Visi filosofis ini mengandung dua makna, yang pertama, me-negasi-kan keberadaan Tuhan, sekaligus meng-afirmasi eksistensi manusia, dan yang
              kedua bermakna, hidup tanpa Tuhan.

              Bukan hanya wujud Tuhan. Lebih dari itu, kekuasaan bahkan sifat-sifatnya juga tidak lagi dipercaya. Hal yang demikian dapat ditelusuri melalui argumen-argumen para Atheis seperti August Comte (1798-1857) yang menegaskan bahwa ‘karena agama – maksudnya Tuhan – tidak bisa dilihat, diukur dan dibuktikan, maka
              agama tidak mengandung arti apapun’, (10)  atau pandangan bahwa ‘agama sebagai gejala peradaban primitif’’. (11)  Ludwig Andreas Feuerbach [1804-1872] menyatakan bahwa, ‘Tuhan adalah hasil proyeksi diri manusia sendiri’, (12)  dan Karl Marx [1818-1883) yang mengatakan, ‘agama adalah candu’. (13) . Argumen-argumen para
              Atheis lainnya juga bisa dilacak pada pemikiran Sigmund Freud [1856-1939] (14) dan Jean Paul Sartre [1905-1980]. (15).  Pandangan-pandangan inilah yang kemudian yang mewujud dalam ciri khas Atheistik berdasar pada argumentasi-argumentasi filosofisnya masing-masing, namun memiliki titik temu, yaitu bahwa para Atheis menganggap kehadiran Tuhan tidak ada artinya, mengganggu bahkan meniadakan kebebasan manusia.

              Pikiran-pikiran para Atheis diantaranya berkenaan dengan problem koeksistensial antara Tuhan dan manusia demi kebebasan. Atheis semisal Nietzsche menyebutkan bahwa adanya kepercayaan pada Tuhan berarti menghalangi dinamika manusia. (16). Tuhan hidup, manusia mati, atau sebaliknya, manusia hidup dan
              Tuhan harus mati. Keduanya tidak mungkin hidup bersama. (17). Karena eksistensi Tuhan dianggap sebagai ancaman kebebasan terbesar bagi manusia. Dengan demikian, Nietzsche memandang Tuhan sebagai hakikat yang bertentangan dengan hidup. Jadi, dengan membunuh Tuhan, berarti mengembalikan perhatian hanya pada manusia.

              Arqom Kuswanjono menunjukkan beberapa dalil yang menjadi pegangan para Atheisme ini : (18)
              1) Naturalisme, paham yang menganggap bahwa dunia empiris ini merupakan keseluruhan realita. Adanya alam tidak membutuhkan adanya bantuan dari luar. Semua kejadian di alam berada dalam siklus yang terus berjalan, sehingga tidak membutuhkan adanya kehadiran pihak lain untuk memahami alam, naturalisme bertentangan dengan supranaturalisme.

              2) Kejahatan dan penderitaan. Jika Tuhan betul-betul Maha Kasih, tentunya akan menghapus kejahatan. Apabila Ia Maha Kuasa pasti akan menghapus kejahatan ini. Kenyataannya kejahatan ini masih tetap ada, oleh karenanya Tuhan tidak dapat bersifat Maha Kuasa dan Maha Kasih.

              3) Otonomi manusia. Manakala Tuhan ada, maka manusia secara otomatis tidak memberi kebebasan, Padahal
              kenyataannya manusia bebas. Jadi, Tuhan tidak ada. 4) Kepercayaan kepada Tuhan hanya hasil dari pikiran, harapan [wishful thinking] dan kebiasaan masyarakat.

              Pemikiran Atheisme ini tentu merupakan penyangkalan terhadap fitrah manusia yang ber-Tuhan-kan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih jauh lagi, Atheisme juga menawarkan konsep dalam bentuk kebebasan untuk tidak memiliki agama. Atheisme menjadi suatu yang sangat berbahaya karena ketidakpercayaannya terhadap eksistensi Tuhan dan penciptaan alam yang tidak ada keterkaitannya dengan sang pencipta alam.
              Sehingga timbullah sikap naturalisme yang menyatakan bahwa alam itu berdiri sendiri dan tidak ada campur tangan Tuhan. (***)

               

              Catatan Kaki:
              (1 )Abudin Nata, Kajian Tematik al-Qur’an Tentang Ketuhanan, Angkasa, Bandung, 2008, hlm. 27-29
              (2 )Himyari Yusuf, Eksistensi Tuhan Dan Agama Dalam Perspektif Masyarakat Kontemporer, dalam Kalam : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 6, Nomor 2, Desember 2012, hlm.215
              (3)  Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat ; Agama, Bina Ilmu, Surabaya, 1977, hlm. 111
              (4) Muhammad Burhanuddin, Sejarah dan Perkembangan Komunitas Indonesian Atheist Tahun 2008-2013 [Studi Kasus Keberadaan Komunitas Atheis pada Media Internet], Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo, 2014, hlm. 21.
              (5) Agus Mustofa, Ibrahim Pernah Atheis, PADMA press, Sidoarjo, 2013,
              (6) I b i d
              (7) I b i d, hlm. 20
              (8) Paul Strathern, Nietzsche in 90 Minutes, Terj. Frans Kowa, 90 Menit Bersama Nietzsche, Erlangga, Jakarta, 2001, hlm. 57. Baca Fuad Hassan, Berkenalan dengan Eksistensialisme, Pustaka Jaya, Jakarta, 1989, hlm.48
              (9) Harold H. Titus, Living Issues in Philosophy. Terj. H.M. Rasjidi, Persoalan-Persoalan Filsafat, Bulan Bintang, Jakarta, 1984, hlm. 450-470. 
              (10) Baca Amsal Bakhtiar, Filsafat Agama : Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2009, hlm. 116
              (11) Budi Hardiman, Filsafat Modern dari Machiaveli sampai Nietzsche, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004, hlm. 206
              (12) I b i d, hlm. 230. Baca juga Franz Magnis Suseno, Menalar Tuhan, Kanisius, Jakarta, 2006, hlm. 21
              (13) Harry Hamersma, Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, Gramedia, Jakarta, 1986, hlm. 68
              (14) Baca Theo Huijber, Mencari Allah, Pengantar ke Dalam Filsafat Ketuhanan, Kanisius, Yogyakarta, 1992, hlm. 140-140. 
              (15) Baca Kees Bertens, Filsafat Barat Kontemporer, Gramedia, Jakarta, 2001, hlm. 24 
              (16) Alim Roswantoro, Kritik Terhadap Eksistensialisme Ateistik Tentang
              Penolakan Eksistensi Tuhan, dalam Jurnal Al-Jami‘ah, Vol. 43, No. 1, 2005/1426,  hlm. 210
              (17) Choirul Arifin, Kehendak untuk Berkuasa Friedrich Nietzsche, Airlangga, Jakarta, 1987, hlm. 11.
              (18) Arqom Kuswanjono, Ketuhanan DalamTelaah Filsafat Perennial : Refleksi Pluralisme Agama di Indonesia, Badan Penerbit Filsafat UGM, Yogyakarta, 2006, hlm. 32-33

              The post Kolom Edi Suheri: Fitrah, Perjanjian Primordial yang Hilang appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              RSU Muhammadiyah Babat Lahir di Masa Pandemi, Ini Kiprahnya

              Next Post

              Septa Candra: Muhammadiyah Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

              InfoLain

              BeritaMu

              Cetak Green Entrepreneur, UMP Latih Kader Nasyiatul Aisyiyah Bumiayu Produksi Pupuk Organik

              02/05/2026
              BeritaMu

              Borong 3 Piala, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dominasi FLS3N Tingkat Kecamatan

              02/05/2026
              BeritaMu

              Memaknai Hari Pendidikan 2026: Implementasi Tujuh Gerakan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

              02/05/2026
              Next Post

              Septa Candra: Muhammadiyah Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dua Mahasiswa UAD Raih Silver Medal di Ajang NESCO 2 2026

                02/05/2026

                Dosen Unismuh Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Etika Berbahasa Mahasiswa

                02/05/2026

                Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Pilmapres LLDikti V 2026

                02/05/2026

                Hilirisasi Riset Didorong, Umsida Perkuat Kolaborasi dengan DPR RI dan BRIN

                02/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,946)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,600)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dua Mahasiswa UAD Raih Silver Medal di Ajang NESCO 2 2026

                02/05/2026

                Dosen Unismuh Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Etika Berbahasa Mahasiswa

                02/05/2026

                Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Pilmapres LLDikti V 2026

                02/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In