• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Juni 16, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

    Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

    Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

    Pengelolaan Filantropi Lazismu Jepara Cetak Rekor Baru, Tembus Rp8 Miliar dalam 5 Bulan

    Mau Karya Ilmiah Diakui Dunia? Intip Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi via ICOS 2026

    Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

    Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

      Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

      Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

      Pengelolaan Filantropi Lazismu Jepara Cetak Rekor Baru, Tembus Rp8 Miliar dalam 5 Bulan

      Mau Karya Ilmiah Diakui Dunia? Intip Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi via ICOS 2026

      Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

      Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Gdzie wpisać kod promocyjny Energy Casino – kroki i metody

        Pinco Online Kazino 2026 – Bonuslar və Aksiyalar (Пинко Казино Онлайн)

        Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

        क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

        Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

        Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

          Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

          Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

          Pengelolaan Filantropi Lazismu Jepara Cetak Rekor Baru, Tembus Rp8 Miliar dalam 5 Bulan

          Mau Karya Ilmiah Diakui Dunia? Intip Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi via ICOS 2026

          Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

          Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

            Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

            Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

            Pengelolaan Filantropi Lazismu Jepara Cetak Rekor Baru, Tembus Rp8 Miliar dalam 5 Bulan

            Mau Karya Ilmiah Diakui Dunia? Intip Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi via ICOS 2026

            Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

            Satu Bumi Satu Tanggal: KHGT sebagai Instrumen Transformasi Kemajuan Peradaban Islam

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Gdzie wpisać kod promocyjny Energy Casino – kroki i metody

              Pinco Online Kazino 2026 – Bonuslar və Aksiyalar (Пинко Казино Онлайн)

              Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

              क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

              Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

              Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Propaganda Penetapan Awal Waktu Subuh dan Awal Bulan Hijriah di Indonesia

              by
              30/03/2023
              in BeritaMu
              0
              Propaganda Penetapan Awal Waktu Subuh dan Awal Bulan Hijriah di Indonesia
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Propaganda Penetapan Awal Waktu Subuh dan Awal Bulan Hijriah di Indonesia

              WartaTerkait

              Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

              Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

              Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

              Pengelolaan Filantropi Lazismu Jepara Cetak Rekor Baru, Tembus Rp8 Miliar dalam 5 Bulan

              Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Dosen FAI UMSU & Kepala OIF UMSU

               

              Indonesia adalah negara unik dan luwes, keragaman sangat identik dan tumbuh subur di negeri ini. Sejak lama di Indonesia telah hidup aneka ragam perbedaan dalam berbagai hal tanpa terkecuali perbedaan dalam ranah ritual ibadah (fikih) namun seluruhnya disatukan dalam moderasi dan bhinneka tunggal ika. Perbedaan dalam masalah awal waktu Subuh dan awal bulan hijriah adalah diantara fenomena yang terus hangat dibicarakan sampai saat ini.

              Secara spesifik perbedaan dan dialektika persoalan ini melibatkan dua elemen yaitu Muhammadiyah dan Pemerintah (Kementerian Agama) yang juga melibatkan pengguna dan pendukung keduanya.

              Dalam masalah awal waktu Subuh, Muhammadiyah pada awalnya menetapkan -20 derajat, namun pasca Munas Tarjih ke-31 tahun 2020 diubah menjadi -18 derajat. Perubahan ini tidak ditetapkan tiba-tiba, namun telah dikaji setidaknya sejak Munas Tarjih ke-27 tahun 2010. Keputusan -18 derajat ini tidak sepi dari kritikan berbagai pihak. Sementara itu Pemerintah (Kementerian Agama RI) tetap bertahan pada anggitan -20 derajat, yang pasca
              Muhammadiyah memutuskan -18 derajat, Kemenag giat mempertahankan dengan berbagai
              narasi dan apologi, dan saat yang sama gencar mencari dan mengumpulkan data dari berbagai
              pihak terutama yang menghasilkan data -20 derajat.

              Terkini, Kemenag sudah mendapatkan data -20 dari sejumlah peneliti fajar di lapangan, dan puncaknya Kementerian Agama menerjunkan sejumlah peneliti dari berbagai unsur (minus unsur Muhammadiyah) ke Timau
              (Nusa Tenggara Timur) guna mendapatkan data. Hasilnya seperti telah dirilis dan beredar masif di media sosial, tim Kementerian Agama mendapatkan data -20 derajat (sesuai metode olah data yang digunakannya), yang dengan demikian menguatkan dan atau membuktikan – 20 derajat, yang mana ini juga tak luput dari kritik berbagai pihak.

              Bila ditelusuri, problem dan fenomena awal waktu Subuh pada dasarnya terkait pada penafsiran dalil (fajar sadik, fajar kazib, ghalas, isfar), lalu terkait metode olah data yang tidak tunggal, lalu instrumen optik dan non-optik yang beragam, lalu terkait lokasi dan kondisi langit yang variatif, lalu kualitas dan kuantitas data yang dihasilkan, dan lainnya. Secara keilmuan, putusan -18 dan -20 derajat keduanya merupakan hasil ijtihad, dan keduanya memiliki kelebihan-kekurangan, karena itu manakala dua keputusan ijtihad ini sudah diputuskan dan diamalkan penggunanya masing-masing seharusnya dihormati dan saling menghargai, tidak lagi memunculkan narasi yang menyudutkan salah satu diantaranya. Jika narasi menyudutkan dan penggiringan opini terus dilakukan maka yang akan terjadi adalah saling berbalas argumen, saling mengusik data, dan seterusnya, tentu ini tidak baik
              untuk umat dan pada akhirnya menyebabkan umat akan bingung.

              Tatkala Muhammadiyah merubah awal waktu Subuhnya menjadi -18 derajat disorot terus-menerus, bahkan yang terbaru disorot melalui artikel seorang pakar yang kerap membela dengan gigih putusan Kemenag, berjudul “Menimbang Ijtihad Ilmiah Awal Waktu Subuh”. Inti dari artikel ini hendak menjelaskan bahwa nukilan dari kitab-kitab klasik yang menetapkan rata-rata 18-19 derajat tidak bisa dijadikan rujukan di Indonesia. Lalu menurutnya di wilayah dekat kutub, waktu Subuh mulai pada ketinggian Matahari sekitar -15 derajat. Lalu kawasan dekat ekuator seperti Mesir, waktu Subuhnya berawal pada saat posisi Matahari -19.5 derajat sehingga wajar di Indonesia posisi Matahari saat Subuh adalah -20 derajat. Sang pakar ini lupa dan tidak terbuka, atau barangkali memang tidak tahu, bahwa penelitian terkini di Mesir menunjukkan dan mendapatkan data -14 sampai -16 derajat, ini bisa disimak dalam artikel (jurnal) yang ditulis oleh para perisetnya sendiri.

              Selanjutnya sang pakar menyatakan bahwa data pengamatan oleh tim UMSU, UAD, dan UHAMKA, semuanya terpengaruh oleh polusi cahaya dan tidak ada pemilahan kondisi polusi cahaya di wilayah pengamatan. Jelas, ini sebuah klaim tidak berdasar, tidak objektif dan tidak terbuka dengan realita yang ada. OIF UMSU telah melakukan riset fajar 5 tahun lebih di berbagai lokasi di Sumatera Utara, plus beberapa data dari Aceh dan Sumatera Barat, dan dalam praktiknya memilah kawasan yang cerah dan terpolusi cahaya, ini bisa disimak
              dalam artikel-artikel ilmiah (jurnal) yang ditulis tim OIF UMSU.

              Selanjutnya pakar ini menyatakan lagi, “Sedangkan data pengamatan di Malaysia belum diketahui kualitas langit di lokasi pengamatan. Jadi sebenarnya, tidak ada bukti yang kuat dari hasil pengamatan tiga tim yang membantah kriteria Kemenag”. Sekali lagi ini adalah pernyataan yang tidak jujur, tidak terbuka, dan tidak menghargai riset orang lain, dan hanya mengklaim riset Kementerian Agama RI sebagai satu-satunya kebenaran. Seperti diketahui, landasan perubahan awal waktu Subuh di Malaysia merupakan hasil riset kolaboratif berbagai perguruan tinggi di Malaysia (APIUM, Fakultas Sains Universiti Malaya, UnisZa, dan UiTM) dibawah koordinasi Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) yang menetapkan -18 derajat. Kassim Bahali, salah satu peneliti fajar Malaysia bahkan telah melakukan riset fajar di tiga Negara (Malaysia, Indonesia, Thailand), pun riset yang
              dilakukan pada hari-hari (tanggal-tanggal) yang minim cahaya bulan (tanggal 1-13 bulan-bulan hijriah) yang hasil risetnya menetapkan -17 derajat, yang menjadi salah satu dasar penetapan di Malaysia.

              Karena itu dalam konteks ini agar fair dan proporsional seharusnya narasi yang dibangun adalah dengan menyatakan bahwa -18 dan -20 derajat itu adalah hasil ijtihad dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang harus sama-sama dihormati, saat yang sama umat dibebaskan memilih awal waktu Subuh yang mana saja sesuai keinginan dan keyakinan masing-masing. Namun sayang, yang terjadi justru ‘cara lama’ dan ‘gaya lama’ yaitu terus mengusik dan mengkritisi tanpa henti setiap yang berbeda dengan Kemenag. Betapaun dapat dipahami bahwa ini bukan sikap Kementerian Agama namun sikap pribadi sang pakar tersebut yang tak lebih sekedar salah seorang anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag. Sikap Kemenag sendiri kini tampak moderat dan toleran, tidak ada kesan dan narasi memihak atau mendeskriditkan satu pihak.

              Adapun dalam masalah awal bulan hijriah, seperti diketahui Pemerintah (Kemenag) telah merubah anggitan imkan rukyatnya dari 2-3-8 menjadi 3-6.4, perubahan ini dengan kajian dan analisis panjang dan dalam waktu yang cukup lama pula, dan dalam praktik dan perjalanannya tidak sepi dari kritikan. Sementara Muhammadiyah masih bertahan menggunakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal dengan argumen syar’i dan ilmiahnya, yang harus
              diakui pula memiliki kelebihan-kekurangan seperti halnya kelebihan-kekurangan yang ada dalam Imkan Rukyat MABIMS 3-6.4. Namun yang berbeda adalah, sikap bertahan Muhammadiyah ini terus mendapat gempuran kritik, yang bukan hanya kritik ilmiah namun juga dengan stigma negatif dan tuduhan tendensius yang diulang-ulang dan berasal dari orang yang sama. Ini berbeda dengan sikap Muhammadiyah atas bertahannya Kemenag dengan -20 derajatnya, Muhammadiyah membiarkan mengalir dan menghindarkan stigma negatif dan
              tuduhan tendensius, kritik yang diberikan tidak lebih berdasarkan data, fakta, dan literatur.

              Karena itu dalam hal ini sekali lagi diperlukan pemahaman dan sikap yang arif dalam melihat setiap fenomena, lalu memahami secara jernih arti ihtiar dan arti hasil sebuah ihtiar. Stigma negatif dan tuduhan tendensius yang dikemukakan terus berulang-ulang sekali lagi tidak lebih menggambarkan sikap frustasi dalam melihat dan memahami persoalan, padahal yang patut dilakukan sekali lagi adalah ihtiar beradab, bukan memaksakan hasil. Stigma negatif dan tuduhan tendensius sama sekali bertentangan dengan tradisi fikih Islam, bertentangan dengan tradisi etika akademik, bertentangan dengan tradisi demokrasi Indonesia, terlebih bertentangan dengan sikap moderasi yang digaungkan oleh Kementerian Agama RI. Wallahu a’lam[]

              The post Propaganda Penetapan Awal Waktu Subuh dan Awal Bulan Hijriah di Indonesia appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              MDMC Salurkan Bantuan dari Singapura kepada 1000 KK di Lereng Merapi

              Next Post

              Amirsyah Tambunan: Panti Asuhan Muhammadiyah Laboratorium Kader Umat

              InfoLain

              BeritaMu

              Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

              16/06/2026
              BeritaMu

              Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

              16/06/2026
              BeritaMu

              Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

              16/06/2026
              Next Post
              Safari Ramadan, Dewan Pimpinan MUI Sumut Kunjungi Serdang Bedagai

              Safari Ramadan, Dewan Pimpinan MUI Sumut Kunjungi Serdang Bedagai

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

                16/06/2026

                Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

                16/06/2026

                Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

                16/06/2026

                Mau Karya Ilmiah Diakui Dunia? Intip Strategi Tembus Jurnal Internasional Bereputasi via ICOS 2026

                16/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,431)
                • Hukum Islam (1,425)
                • Kabar PTMA (3,805)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

                16/06/2026

                Bikin Haru! Aksi Menghafal Surat Pendek Anak TK di Cilacap Ini Memukau, Sukses Tembus 40 Ayat An-Naba

                16/06/2026

                Murid Kelas 3 SD di Cilacap Nangis Haru, Bawa Pulang Hadiah Umroh Jalan Sehat Milad Aisyiyah

                16/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In