MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Seperti ibadah lainnya, puasa memang memiliki dimensi zahir yang harus ditaati agar terpenuhi syarat sahnya. Dimensi zahir ini penting untuk diketahui, dan sudah dijelaskan di dalam kitab-kitab fikih. Namun, kita tak ingin puasa hanya sah secara hukum fikih saja, tapi nihil nilai di hadapan Allah. Di dalam karangan ringkasnya al-Adabu fi al-Din, Imam al-Ghazali […]
The post <strong>Puasa Bukan Hanya Dimensi Fikih, Tapi juga Adab dan Spiritual</strong> appeared first on Muhammadiyah.



