MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Yatim berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang kehilangan (kematian) ayahnya, bukan ibunya. Anak yatim wajib disantuni karena ia kehilangan ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Namun demikian, orang yang kehilangan (kematian) ibunya tetap wajib disantuni sebagaimana halnya anak yatim. Apalagi kalau kehilangan (kematian) kedua orang tuanya sekaligus. Adapun piatu adalah istilah dalam bahasa […]
The post <strong>Diganjar Dapat Surga, Begini Cara Menyantuni Anak Yatim</strong> appeared first on Muhammadiyah.



