• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, September 6, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

    Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

    UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

    Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

    Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

    Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

      Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

      UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

      Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

      Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

      Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

          Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

          UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

          Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

          Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

          Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

            Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

            UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

            Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

            Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

            Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Buku, Makan Siang dan Makan Malam

              by
              15/11/2022
              in BeritaMu
              0
              Buku, Makan Siang dan Makan Malam
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Oleh: Agusliadi Massere*

              WartaTerkait

              Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

              Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

              UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

              Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

              Mengawali tulisan ini dengan menuliskan judul di atas, algoritmik intelektualitas saya langsung tertuju pada ingatan akan tulisan seorang senior, Koordinator Wilayah Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Sulawesi Selatan: Asratillah. Setetes gagasan yang saya pahami dari Asratillah di antara samudra pengetahuannya bahwa hidup bukan hanya dalam konteks vegetative (nutritive, reproduksi dan tumbuh) maupun dalam konteks animalia (instingtif, sensasional dan mobile).

              Hidup yang kita jalani menurut Asratillah, harus melampaui dua konteks tersebut di atas—vegetatif dan animalia—yaitu hidup sebagai hewan yang dapat berpikir. Dirinya meminjam istilah manusia menurut Aristoteles. Pada intinya, Asratillah mengharapkan hidup sebagai makhluk yang memiliki kesadaran, dan saya sepakat dengannya bahwa inilah makna hidup (the meaning of life) yang sesungguhnya.

              Berangkat dari kesadaran dan pemaknaan hidup yang ideal tersebut, maka saya sendiri dalam hidup ini memiliki pandangan bahwa menjalani kehidupan bukan hanya dengan “makan siang” dan “makan malam”, dan termasuk “sarapan pagi” bagi sebagian orang, seperti tuntutan dan kebiasaan saya. Hidup pun membutuhkan “buku”.

              Manusia adalah makhluk yang bukan hanya terdiri dari dimensi fisik-biologis, melainkan termasuk pula dimensi psikis-mental-ruhaniah. Memenuhi kebutuhan gizi manusia terhadap dimensi pertama, tentunya melalui gizi makanan yang kita konsumsi. Sedangkan untuk dimensi kedua, pemenuhan “gizi”-nya salah satunya bisa melalui pengetahuan, makna-makna hidup, ibrah kehidupan, motivasi, hal inspiratif yang bisa diserap, di antaranya melalui buku-buku yang dibaca.

              Buku menjadi instrumen untuk memenuhi kebutuhan “gizi” psikis-mental-ruhaniah manusia. Sikap adil terhadap diri sendiri, idealnya harus memenuhi kebutuhan gizi kedua dimensi tersebut. Hidup ideal, sejatinya bukan hanya dengan fokus membeli sesuatu yang dikategorikan sebagai sandang, papan, dan pangan atau pakaian, tempat tinggal, dan makan. Sejatinya sebagian rezeki yang diperoleh digunakan untuk membeli buku-buku.

               

              Saya pribadi mulai berkomitmen untuk senantiasa berupaya membeli dan mengoleksi buku dimulai sejak bulan Mei 2004. Dan pada detik saat tulisan ini saya memulainya, koleksi pada Pustaka Pribadi “Cahaya Inspirasi” yang menghiasi ruang tamu rumah sederhana type 36 kami, telah berjumlah 1.045 eksamplar dengan genre bacaan yang sangat beragam: politik, filsafat, tasawuf, psikologi, sosial, agama, pengembangan diri, beberapa jenis kamus, dan lain-lain.

              Sebelum mengawali untuk menjadikan aktivitas membeli buku sebagai kebiasaan positif dan komitmen membangun peradaban, sebenarnya sejak sekolah dasar dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki keluarga dan kondisi rezeki yang mengikuti siklus roda berputar atau sederhananya musiman, saya sudah mulai senang membeli buku-buku sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

              Kebiasaan koleksi buku dengan fondasi berupa komitmen yang kokoh terbangun sejak Mei 2004 itu, hingga kini terus bertahan dan menampakkan konstruksi yang semakin menginspirasi minimal bagi pencinta buku dan/atau ilmu. Jika meminjam istilah Kak Sulhan—sapaan akrab untuk Sulhan Yusuf, CEO Boetta Ilmoe—“telah terbangun sepetak surga” dalam gubuk kami. Dan ini dalam pandangan beliau, Kak Sulhan, adalah warisan terbaik bagi anak-cucu kelak.

              Kebiasaan koleksi buku tersebut, dan sejatinya berdasarkan mekanisme kerja alam bawah sadar itu akan tersimpan dalam memori alam bawah sadar. Apapun yang tersimpan di dalamnya, jika kita memahami hierarki pengaruh psikis-fisik dalam diri setiap manusia, sebagaimana—salah satunya—bisa  dipahami dengan baik dari pandangan Dedy Susanto (seorang psikolog), itu pengaruhnya akan sangat dahsyat, bisa memengaruhi dan menggerakkan kondisi-kondisi lainnya.

              Relasi hierarkis psikis-fisik, mekanisme alam bawah sadar, dan berdasarkan teori habits (kebiasaan), mungkin itu yang sedang teraktivasi dalam diri sehingga suatu waktu ada kejadian dalam hidup yang tidak akan pernah terlupakan karena telah terpahat indah dalam benak ini. Kejadian tersebut ada hubungannya antara buku, makan siang, dan makan malam. Kejadian itu pulalah yang memantik lahirnya judul di atas, dan saya bertekad untuk menyelesaikannya, meskipun sempat tertunda beberapa hari karena kesibukan dan kewajiban di kantor KPU Kabupaten Bantaeng.

              Pada tahun 2007, mudah-mudahan tidak salah ingat, saya tidak bisa makan siang dan makan malam karena uang habis setelah membeli buku. Pada saat itu, saya sedang kuliah di Universitas Hasanuddin, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Program Beasiswa Kerjasama antara Kementerian Pendidikan Nasional dan Unhas. Program kuliah ini, mewajibkan kami menjalani perkuliaah selama dua pekan (14 hari) setiap bulan. Untuk diketahui oleh pembaca, bahwa memasuki semester keempat, saya memutuskan untuk berhenti kuliah.

              Pada saat itu, saya numpang tinggal selama 14 hari setiap bulan di Asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) yang terletak tidak jauh dari Unhas. Istilah yang melekat di asrama tersebut adalah “Bornip” (Borong nipa kepanjangannya, jika tidak salah). Di Asrama itu, tidak ada tradisi memasak di dapur, berdasarkan yang saya rasakan ketika itu. Jika mau makan harus ke warung yang harganya terjangkau bagi mahasiswa, dan selera makan saya yang sederhana tersedia juga di warung tersebut. Ada beberapa warung yang menunya hampir sama dan harganya pun semuanya terjangkau. Cukup dengan uang tiga ribu atau lima ribu setiap kali makan sudah memuaskan dan mengenyangkan.

              Pada hari itu (lupa hari, tanggal dan bulannya), dosen sedang tidak masuk mengajar. Kami berkeliaran di sekitaran kampus. Saya sendiri memilih untuk jalan-jalan ke toko buku. Di toko buku, saya tertarik dengan buku 99Q, Kecerdasan 99: Cara Meraih Kemenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Asma Allah (2006), karya Sulaiman Al-Kumayi MA. Saya memutuskan untuk membelinya, meskipun uang terbatas.

              Setelah membeli buku tersebut, uang di dompet tersisa—jika tidak salah ingat—tujuh ribu. Saya sudah berhitung bahwa masih cukup untuk makan siang, dan makan malam. Dengan harapan bahwa keesokan harinya beasiswa akan cair, yang bisa digunakan untuk memenuhi biaya hidup beberapa hari bahkan termasuk untuk dibagikan dengan keluarga.

              Namun, tiba-tiba sepulang dari toko buku dengan sisa uang di dompet cukup untuk makan siang dan malam, ada tugas dari dosen untuk melaksanakan ujian online, termasuk beberapa tugas tambahan yang harus diselesaikan pada hari itu. Untuk bisa melaksanakan tugas dari dosen tersebut, maka satu hal yang saya dan kami lakukan para mahasiswa TKJ-Unhas tersebut adalah ke warnet agar bisa mengakses jaringan internet untuk kebutuhan ujian online dan menyelesaikan tugas lainnya.

              Atas tugas dari dosen tersebut, yang tidak bisa ditunda apalagi di antaranya adalah ujian yang menenentukan capaian akademik pada semester berjalan, sehingga meskipun dengan perasaan psikologis yang sedikit terasa berat, uang makan siang dan malam itu harus saya relakan. Akhirnya pada hari itu saya tidak makan siang dan malam.

              Andaikan saya tidak membeli buku, tentu saja, saya tetap bisa menikmati makan siang dan malam di warung yang tidak jauh dari Asrama HPMB itu. Malam itu, ketika perut sudah mulai mencari kebiasaannya, saya hanya fokus berdo’a kepada Allah semoga kondisi ini, tidak membuat diri saya jatuh sakit. Inilah harga mahal yang harus saya bayar atas suatu kebiasaan yang telah mengakar kuat dalam alam bawah sadar, sehingga secara hierarkis-psikologis, seakan rasionalitas dan langkah antisipatif atas kebutuhan fisik, yang juga sangat penting, tidak melewati perhitungan matematis yang matang.

              Meskipun maqam keilmuan, spirit membaca dan kebiasaan koleksi buku yang terbangun dalam diri ini belum selevel dengan para Mahaguru Peradaban, sebagaimana yang disebutkan oleh Suherman dalam buku karyanya Bacalah: Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban, namun minimal dalam kejadian tersebut di atas, saya bisa menunjukkan kondisi praksis terhadap apa yang ditegaskan oleh Suherman. “Buku merupakan bahan pokok yang lebih utama dari sembako”, itu kesimpulan Suherman.

              Perilaku atau aktivitas membeli buku harus pula diupayakan untuk dibawa dalam mekanisme kerja alur pikiran (dan perasaan)-sampai nasib. Terkait alur ini, salah satunya bisa dipahami dengan baik dari buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Pada substansinya bahwa perilaku itu, harus dibiasakan dengan komitmen yang kuat. Artinya jika sudah dibiasakan maka kelak akan menjadi karakter. Dan berikutnya setelah menjadi karakter maka bisa diyakini akan menjadi takdir hidup (sebagai kolektor buku, istilah sederhana yang mungkin tidak tepat untuk semua situasi dan sikap).

              Terkait kebiasaan koleksi buku, saya sering berpesan kepada adik-adik kader, termasuk pula ke peserta LDK OSIS sekolah-sekolah negeri. “Mumpung belum punya istri/suami, biasakanlah membeli buku sejak dini, dengan cara menabung sebagian uang jajan dari orang tua. Jika dibiasakan sejak dini, dan jika kelak sudah menjadi karakter, maka bisa dipastikan hati ini akan gelisah jika punya uang dan tidak membeli buku. Dan jika telah menjadi takdir hidup, maka yakin saja istri/suaminya kelak tidak akan melarang diri kita untuk membeli buku”, itu yang saya tegaskan kepada mereka.

              Saya pribadi merasakan kegelisahan ketika melihat buku yang dijual, apalagi jika judulnya sesuai selera bacaan, lalu tidak membelinya. Bahkan saya punya kebiasaan, berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk membeli pakaian, tetapi khusus untuk membeli buku tidak membutuhkan pikiran panjang. Mungkin inilah yang bisa dimaknai bahwa aktivitas koleksi buku itu telah menjadi karakter.

              Membeli buku sebagai satu hal yang membahagiakan, istri saya tidak pernah melarang bahkan tidak pernah menunjukkan raut wajah yang secara psikologis menunjukkan sikap protesnya. Bahkan tidak jarang, terhadap buku-buku tersebut dirinya ikut bersibuk-ria melabeli dan membungkusnya jika ada buku-buku baru.

              Membangun kebiasaan membeli buku sejak dini, sebenarnya jika berdasarkan pengalaman pribadi, bukan hanya karena faktor banyaknya penghasilan. Kunci utamanya adalah komitmen yang kuat untuk “membangun sepetak surga” di dalam rumah, dan mempersiapkan warisan terbaik bagi anak-cucu.

              Secanggih apapun teknologi hari ini, buku konvensional, buku versi cetak masih yang terbaik, apalagi ketika kita memahami sebagian penegasan Nicholas Carr dalam buku karyanya The Shallows. Kebiasaan membaca melalui perangkat teknologi, berdasarkan yang saya pahami dari Carr, itu akan melumpuhkan semangat membaca kita. Berbeda dengan membaca melalui buku versi cetak, selain membangun relasi dan jarak psikologis yang lebih dekat antara pembaca dan penulisnya atas sentuhan langsung dengan dimensi material buku tersebut, termasuk pula tidak memberikan efek negatif terhadap minat membaca kita.

               

               

               

               

               

              *Mantan Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Bantaeng. Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng Periode 2018-2023.

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              UMSU Resmikan Lembaga BIPA, Fasilitasi Mahasiswa Asing Berbahasa Indonesia

              Next Post

              Selamat! Prodi Pendidikan Ekonomi UMPR Raih Akreditasi Unggul

              InfoLain

              BeritaMu

              Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

              05/09/2026
              BeritaMu

              Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

              05/09/2026
              BeritaMu

              UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

              05/09/2026
              Next Post
              Selamat! Prodi Pendidikan Ekonomi UMPR Raih Akreditasi Unggul

              Selamat! Prodi Pendidikan Ekonomi UMPR Raih Akreditasi Unggul

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                UM Palopo dan Pemkot Palopo Dorong Tata Kelola Parkir Berbasis Riset dan Digital

                05/09/2026

                UM Palembang Gelar LMT, Tingkatkan Kapasitas Pimpinan Kampus Berpikir Visioner dan Strategis

                05/09/2026

                Student Mobility ke Kazakhstan, Dua Mahasiswa Umsida Siapkan Akademik dan Budaya Indonesia

                05/09/2026

                Dua Penghargaan Anugerah Humas Diktisaintek 2026, UM Sumatera Barat Perkuat Komunikasi Digital

                05/09/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,332)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,174)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                UM Palopo dan Pemkot Palopo Dorong Tata Kelola Parkir Berbasis Riset dan Digital

                05/09/2026

                UM Palembang Gelar LMT, Tingkatkan Kapasitas Pimpinan Kampus Berpikir Visioner dan Strategis

                05/09/2026

                Student Mobility ke Kazakhstan, Dua Mahasiswa Umsida Siapkan Akademik dan Budaya Indonesia

                05/09/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In