Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) Miciko Umeda, S.Kep., M.Biomed., mengatakan bahwa ilmu keperawatan adalah ilmu terapan, sehingga sinergitas berbagai keilmuan perlu dibangun dalam membentuk komunitas pelayanan bersama untuk kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan Miciko dalam sambutannya di Seminar Keperawatan Islami, yang digelar oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) FIK UMJ, di Aula Rufaidah FIK UMJ, Sabtu (12/11/2022).
Agenda tersebut bertajuk “Manajemen Perawatan Luka Modern dalam Sudut Pandang Keperawatan dan Islami”. Kegiatan dihadiri oleh narasumber di antaranya Dewan Pembina Himpunan Keperawatan Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) DKI Jakarta Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Ns., Sp. KMB., Ketua Bidang Sisinfo DPD PPNI Kota Depok 2022-2026 Ns. Tissa Aulia Putri, S.Kep., dan Ketua MUI Cilincing, Jakarta Utara Ustaz Ahmad Umairoh, MA., serta diikuti oleh 92 (sembilan puluh dua) peserta di ruang lingkup FIK UMJ.
Dewan Pembina HIPMEBI DKI Jakarta Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Ns., Sp. KMB. (sisi kiri) dan Ketua Bidang Sisinfo DPD PPNI Kota Depok 2022-2026 Ns. Tissa Aulia Putri, S.Kep. (sisi kanan), saat menjadi narasumber dalam Seminar Keperawatan Islami, di Aula Rufaidah FIK IMJ, Sabtu (12/11/2022).
Miciko juga mengatakan bahwa perawat tidak boleh tertinggal dengan perkembangan ilmu dan teknologi, termasuk dalam melakukan pelayanan keperawatan. Salah satu pelayanan keperawatan menurutnya yang baik dan akan ditawarkan ke masyarakat adalah praktek mandiri. “Sebagai perawat profesional nanti bisa praktek mandiri. Tidak hanya di wahana rumah sakit, tetapi di wahana lain salah satunya praktek mandiri. Untuk bisa praktek mandiri, kita tidak cukup hanya bekal ilmu pengetahuan profesi ners saja, tetapi dapat dilakukan lewat organisasi dengan tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan ilmiah seperti saat ini (Seminar Keperawatan Islami),” jelas Miciko.
Yani Sofiani dalam materinya menjelaskan tentang Konsep Luka. Ia memberikan informasi mengenai pengertian luka, tipe dan karakteristik luka, fase penyembuhan luka, langkah kunci penyembuhan luka, faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka, hingga komplikasi. “Luka itu bukan hanya dari benda tajam dan yang terlihat dari luar, justru yang tak kasat mata itu yang harus diperhatikan. Ilmu dan konsep menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk mengambil keputusan dalam menjustifikasi suatu luka,” ungkap Yani.
Pada kesempatan yang sama, Tissa Aulia Putri menyampaikan perihal Asuhan Keperawatan dalam Perawatan Luka Modern. Ia menjelaskan tentang pra interaksi, pengkajian, diagnosis, perencanaan, teknik steril sederhana, implementasi, relaksasi, langkah perawatan luka, edukasi klien dan keluarga, evaluasi, serta progress.
Tissa memberikan contoh konkret dengan pasien yang pernah dirawatnya kepada peserta, sehingga dapat dipahami dengan baik. Menurutnya, hal utama bagi para perawat dalam memberikan pelayanan ke pasien adalah edukasi secara jelas serta penggunaan alat dan bahan medis modern. Pasalnya, pasien sering kali dipengaruhi beberapa faktor yang menghambat luka cepat sembuh seperti spiritual, psikologis, manajemen luka, nutrisi, gula darah terkontrol, dan olahraga.
Dalam perspektif Islam, Ahmad Umairoh membawakan materi tentang Luka dan Konsekuensinya dalam Islam. Ia mengatakan takdir menjadi hal yang dapat terjadi di luar kehendak dan keinginan manusia. “Seperti mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan seseorang mengalami luka, entah itu luka kecil atau besar, bahkan menyebabkan cacat fisik, yang membutuhkan perawatan secara intensif,” ujar Ahmad.
Ahmad menjelaskan bahwa dalam Islam yang diajarkan ketika mendapatkan musibah adalah dengan sabar, tawakal, ikhtiar (usaha), dan doa. Apabila ingin menjalankan ibadah salat dan lukanya cukup parah serta tidak boleh terkena air, baiknya dilakukan dengan tayamum, hal ini sesuai dengan HR. Al-Bukhari Jamius Shahih Bukhari. Ketentuan lainnya adalah dibolehkannya melaksanakan salat jamak bagi orang sakit (luka). Kemudian, apabila manusia sudah berusaha melakukan empat hal yang disebutkan sebelumnya, selanjutnya adalah berserah diri kepada Allah SWT karena semua keputusan tetap di tangan-Nya.
Seminar Keperawatan Islami merupakan salah satu rangkaian program kerja Gebyar IMM FIK UMJ, yang tujuannya untuk memajukan intelektual dalam bidang keperawatan, mengingat lagi pentingnya keperawatan luka, serta pengenalan kepada mahasiswa baru tentang materi manajemen perawatan luka. Agenda ini dihadiri juga oleh Ketua Umum PK IMM FIK UMJ Muhammad Bagus Kurniawan dan Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Jakarta Pusat Firhan Saefa Jamil, SE. (QF/KSU)
Artikel Dekan FIK UMJ: Ilmu Keperawatan Adalah Ilmu Terapan pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




