Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Ma’mun Murod, M.Si., berkesempatan menjadi khatib salat Jumat di Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/10). Pada kesempatan tersebut, Ma’mun mengajak jama’ah agar menjadi orang yang bertaqwa. “Taqwa merupakan sebaik-baiknya bekal hidup di dunia sampai ketika menghadap Allah SWT kelak. Oleh karenanya kita dituntut untuk berbekal diri dengan segala jenis amal shalih yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan”, kata Ma’mun.
Dalam khotbah, ia menyampaikan mengenai persaudaraan dan hubungan antar sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyah). Ma’mun menjelaskan ukhuwah Islamiyah harus berlandaskan surat Al-Hujurat Ayat 13. “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti”, ungkapnya.
Ma’mun menyebut perbedaan adalah sebuah khazanah pada tubuh umat Islam. Maka dari itu setiap manusia harus dapat saling menghargai perbedaan, karena merupakan arti taqwa yang sesungguhnya. “Perbedaan pendapat pada umat Islam adalah sebuah rahmat yang hadir dalam tubuh umat Islam. Jangan jadikan perbedaan pendapat memecah-belah umat Islam”, tegas Ma’mun.
Perbedaan pendapat yang hadir pada umat Islam di Indonesia contohnya adalah saat penentuan tanggal Hari Raya antara Muhammadiyah dan NU. Ma’mun menilai perbedaan tersebut memantik perdebatan masyarakat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab terbesar masalah ukhuwah pada umat Islam di Indonesia bukan soal aqidah, namun hanya soal furu’iyah dan khilafiyah (perbedaan pendapat/sikap dalam fiqih).
Perpecahan terjadi karena keterbelakangan pada diri, dimana mudahnya diadu domba adalah faktor utama. Padahal ulama terdahulu, walaupun berbeda pendapat namun mereka saling menghargai. “Sesekali Imam Syafi’i yang mensunnahkan qunutpun pernah tidak menggunakan qunut di masjid tempat Imam Malik salat”, jelas Ma’mun. Di akhir khotbah, Ma’mun menegaskan bahwa ukuran ketaqwaan seseorang adalah ketika ia dapat memahami perbedaan diantara umat Islam”. (HF/KSU)
Artikel PERBEDAAN MERUPAKAN KHAZANAH UMAT ISLAM pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




