Jelang INSIS-2026 di Dua Negara, FAI UMSU Gelar Manasik Umroh
INFOMU.CO | Medan- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kegiatan manasik umroh bagi peserta INSIS 2026 sebagai pembekalan sebelum mengikuti rangkaian program INSIS 2026 yang akan dilaksanakan di dua negara, yakni Turki dan Arab Saudi.
Program INSIS 2026 tidak hanya berisi agenda akademik, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan spiritual berupa pelaksanaan ibadah umroh. Karena itu, manasik dilaksanakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tata cara sekaligus makna ibadah sebelum peserta menunaikannya di Tanah Suci Makkah. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Namirah dan halaman Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution No.10, Medan, Rabu (11/2).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan III FAI UMSU Dr. Muhammad Ruslan, M.Pd., Ketua INSIS 2026 FAI UMSU Dr. Rahmayati, M.E.I., Direktur Az-Zahra Jazirah Wisata Dr. H. Angga Syahputra, pembimbing umroh Ustadz Drs. H. Efnedy Arief, M.A., serta para peserta INSIS 2026 yang berasal dari kalangan dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Manasik umroh dipandu langsung oleh Ustadz Drs. H. Efnedy Arief, M.A. Materi yang disampaikan meliputi teori tentang rukun-rukun umroh, larangan dan hal yang diperbolehkan selama ibadah, serta praktik lapangan. Peserta juga melakukan simulasi langsung di halaman Asrama Haji Medan yang dilengkapi miniatur proses ibadah umroh seperti Ka’bah serta bukit Shafa dan Marwah, sehingga peserta dapat memahami alur ibadah secara lebih nyata sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pembimbing manasik umroh, Ustadz Drs. Efnedy Arief, MA, menegaskan pentingnya pembekalan rohani dan fisik bagi para jamaah sebelum keberangkatan. Menurutnya, manasik tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga pemahaman makna spiritual di balik setiap rangkaian amalan.
Ia menjelaskan, dalam praktik manasik jamaah ditekankan bahwa bacaan dalam thawaf tidak bersifat wajib secara khusus, namun yang paling penting adalah menjaga larangan-larangan ihram, seperti tidak batal wudhu serta tidak melakukan hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah.
Selain itu, jamaah diajak memahami makna perjalanan Siti Hajar saat sa’i sebagai simbol keyakinan kepada pertolongan Allah di tengah kesulitan. Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa manusia wajib berusaha, sementara hasil akhir tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.
Selama berada di Tanah Suci, jamaah juga dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat berjamaah, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa. Ia menekankan kemudahan akses Al-Qur’an digital saat ini harus dimanfaatkan agar ibadah semakin maksimal.
Menurutnya, pertemuan dengan umat Islam dari berbagai latar belakang di Makkah dan Madinah menjadi pelajaran penting untuk menjaga ukhuwah dan kerukunan. Apabila ibadah umroh dijalankan dengan benar, diharapkan sepulangnya jamaah akan menunjukkan sikap yang lebih baik, terutama dalam kebersamaan dan saling tolong-menolong di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.


Ketua INSIS 2026 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU), Dr. Rahmayati, M.E.I, menyampaikan program INSIS tahun ini dilaksanakan berbeda karena langsung menggabungkan kegiatan akademik dan spiritual melalui seminar internasion Turki serta ibadah umroh di Arab Saudi yang diikuti sekitar 100 peserta.
Manasik yang digelar saat ini merupakan praktik kedua dari rangkaian persiapan, dan akan dilanjutkan manasik ketiga sekaligus pelepasan resmi oleh pimpinan universitas bersama stakeholder terkait.
Ia menjelaskan, seminar direncanakan berlangsung di IZU University, kemudian peserta melanjutkan ibadah di Madinah dan Makkah. Panitia juga terus memberikan pembekalan teknis keberangkatan dan menjaga koordinasi agar peserta siap secara fisik, administrasi, dan kesehatan.
Program ini diikuti dosen, keluarga dosen, serta peserta dari kampus lain, termasuk dari UMTS Padangsidimpuan. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus memperkuat budaya religius kampus melalui kebersamaan dan berbagi pengalaman antar peserta.
Pihak panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seminar hingga pelaksanaan ibadah dan kepulangan, berjalan lancar serta seluruh peserta kembali dalam keadaan sehat.(AH)

